Sempat Numpang di Kantor Kampung, Siswa di Kameyaka Segera Punya Sekolah Sendiri
Marius Frisson Yewun June 21, 2026 05:14 PM

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita

TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Impian para siswa dan guru di Distrik Ebungfauw di Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, untuk memiliki fasilitas belajar yang layak akhirnya segera terwujud. 

Bupati Jayapura, Yunus Wonda, resmi meletakkan batu pertama pembangunan gedung SMP Satu Atap Negeri Ebungfauw di Kampung Kameyaka, Distrik Ebungfauw pada Jumat (20/6/2026).

​Bupati Yunus Wonda menjelaskan bahwa rencana pembangunan sudah dicanangkan sejak tahun lalu, setelah mendengar langsung aspirasi dari para guru dan siswa yang mendambakan gedung sekolah sendiri.

​Saat kunjungan tahun lalu, bupati menjanjikan bahwa pengerjaan fisik akan dimulai pada tahun 2026. Ia mengungkapkan bahwa tahap awal pembangunan akan difokuskan pada pemenuhan ruang kelas baru dan rumah dinas guru.

Baca juga: Peringati 1 Suro, Warga Jawa di Biak Gelar Refleksi Spiritual

​"Salah satu pergumulan mereka adalah memiliki ruang kelas SMP. Tahun lalu saya sudah sampaikan bahwa tahun depan (2026) kita akan letakkan batu pertama untuk membangun ruang kelas baru," ujar Bupati Yunus.

​Yunus mengenang, pada awal kunjungannya, jumlah siswa di sekolah tersebut hanya berkisar puluhan anak. Namun saat ini, jumlahnya telah melonjak hingga ratusan siswa. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran belajar yang pesat di wilayah tersebut.

​Oleh karena itu, ia meminta seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, tokoh perempuan, hingga pemuda untuk mendukung penuh proses pembangunan. Yunus juga memberikan apresiasi kepada pemilik hak ulayat yang dengan sukarela menghibahkan tanahnya kepada pemerintah demi kepentingan pendidikan.

​"Saya mengucapkan terima kasih kepada pihak adat, Ondofolo, tokoh pemuda, dan perempuan. Kerinduan mereka sangat besar, bahkan sampai menyerahkan tanah secara sukarela demi anak sekolah. Ini artinya, masyarakat sadar bahwa di mana ada sekolah, di situ ada masa depan," tuturnya.

Baca juga: Bupati Yahukimo Hibahkan Rp1 Miliar untuk Gereja di Jayapura

​Bupati berpesan agar tidak ada pihak yang menghambat proses pembangunan ini dengan melakukan pemalangan lahan. Menurutnya, Kampung Kameyka hanya terpisah dengan wilayah perkotaan oleh Danau Sentani. Tetapi jika ini daratan jaraknya tidak terlalu jauh.

​"Masyarakat di sini sangat mendambakan SMP karena kalau harus melanjutkan sekolah ke kota, biayanya tidak sedikit. Fasilitas pendukung juga nanti akan kami lengkapi. Jadi, jangan ada yang memalang (menghambat). Jangan diamputasi masa depan anak-anak kita. Daerah ini mau maju, dan anak-anak yang sekolah di sini adalah anak-anak kita sendiri. Jika ada masalah terkait aset pemerintah, mari duduk dan bicarakan baik-baik," tegas Yunus.

​Melihat tingginya partisipasi dan antusiasme masyarakat, Bupati optimis bahwa pada tahun depan gedung sekolah ini sudah bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

​Perjalanan SMP Satu Atap Negeri Ebungfauw

Baca juga: Belanda Bungkam Swedia 5-1, Euforia Pendukung Oranje Pecah di Jayapura

​Di tempat yang sama, Kepala SMP Satu Atap Negeri Ebungfauw, Maria Lapiktumaang, menceritakan kilas balik perjuangan sekolah tersebut. Sebelum akhirnya memiliki rencana gedung sendiri, perjalanan sekolah ini penuh dengan keterbatasan.

​Pada awalnya, mereka hanya memiliki 22 murid dan statusnya harus menumpang di SMP Negeri 1 Sentani. Baru pada tahun 2022, izin operasional dan pendirian sekolah resmi dikeluarkan. Setelah izin tersebut terbit, aktivitas belajar mengajar dipindahkan untuk sementara waktu ke Kantor Kampung Kameyaka.

​Saat ini, jumlah siswa telah berkembang pesat mencapai 116 siswa yang diampu oleh 11 tenaga pendidik. Mayoritas siswa berasal dari wilayah distrik setempat, namun ada pula yang datang dari kawasan Sentani Kota.

​"Terjadi peningkatan jumlah siswa yang sangat signifikan. Sesuai target pembangunan dari bapak bupati, pengerjaan dimulai tahun ini. Jadi, jika tidak ada kendala, tahun depan kami sudah bisa menempati gedung baru," pungas Maria penuh harap. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.