Anjing Serang Warga Tegalbadeng Timur Positif Rabies, Sempat Serang Anak 4 dan 5 Tahun
Ida Ayu Suryantini Putri June 21, 2026 05:03 PM

TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Sampel otak anjing yang sempat menyerang tiga orang warga Banjar Tangi, Desa Tegalbadeng Timur, Kecamatan Negara, Jembrana dinyatakan positif rabies, Minggu 21 Juni 2026.

Hasil tersebut berdasarkan uji laboratorium yang dilakukan di BBVet Denpasar. Petugas Medikvet segera menyusun jadwal melakukan vaksinasi emergency

Menurut data yang berhasil diperoleh, hingga awal Juni 2026 kemarin, Jembrana mencatat sudah ada 33 kasus positif rabies pada hewan.

Baca juga: Suspek Rabies, Ni Ketut Sari Meninggal di Jembrana Bali, Sempat Diserang dan Digigit Kucing Liar

Baik itu anjing dan kucing. Jumlah tersebut tersebar di seluruh wilayah Gumi Makepung yang sementara didominasi oleh Kecamatan Mendoyo. 

"Beruntung sudah dapat penanganan di awal. Karena anjing yang menyerang hasilnya positif rabies, harus dilanjutkan suntik VAR," kata salah satu korban, Minggu 21 Juni 2026.

Dia berharap pemerintah menindaklanjuti kejadian tersebut dengan maksimal. Harapannya, agar kasus positif rabies tidak semakin banyak ke depannya sehingga meminimalisasi adanya serangan HPR ke manusia. 

"Kami harap ditangani serius oleh petugas terkait," tandasnya. 

Baca juga: Lima Orang Warga Sempat Diserang Anjing Rabies, Jembrana Catat 33 Kasus Positif pada Hewan

Terpisah, Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan Jembrana, I Gusti Ngurah Putu Sugiarta menyatakan pasca hasilnya keluar pihaknya sudah menyusun jadwal untuk pelaksanaan vaksinasi.

"Hasilnya sudah keluar, kita akan tindaklanjuti dengan vaksinasi emergency terlebih dahulu," ucapnya.

Untuk diketahui, anjing jantan berusia 3 tahun tersebut menyerang tiga orang warga saat dilibatkan pemiliknya.

Awalnya, HPR tersebut menyerang bocah berusia 4 tahun dan kemudian anak berusia 5 tahun.

Baca juga: 4 Bulan Catat 23 Kasus Positif Rabies, Vaksinasi Rabies Dikebut, Libatkan Tim Eksternal

Esok harinya, anjing warna coklat tersebut kembali menyerang seorang pria dewasa berusia 47 tahun.

Tak disangka, sehari setelah itu atau Selasa 16 Juni 2026 anjing tersebut ditemukan mati oleh warga tak jauh dari lokasi serangan gigitan sebelumnya.

Anjing yang awalnya agresif kemudian mati menjadi salah satu ciri klinis HPR yang terjangkit rabies.

Pasca kejadian itu, warga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke faskes dan medikvet untuk ditindaklanjuti.

Warga menerima VAR sebagai antisipasi dan petugas medikvet melakukan pengecekan dan pengambilan sampel anjing untuk diuji laboratorium. (*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.