Pengakuan Warga Jogja Hadapi Tren Pemadaman Listrik: Sepekan 4 Kali, Bisnis Jualan Online Terganggu
Muhammad Fatoni June 21, 2026 06:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Fenomena pemadaman listrik yang belakangan semakin sering terjadi di sejumlah wilayah di DI Yogyakarta menuai kekecewaan dari masyarakat.

Pasalnya, tak sedikit publik yang dirugikan karena tidak bisa menjalankan aktivitas sehari-harinya secara normal, sehingga harus mengalami kerugian materil.

Dampak negatif tersebut, salah satunya menimpa Yuli Cahriantini, yang tinggal di sebuah perumahan di kawasan Kapanewon Sedayu, Kabupaten Bantul, DIY.

Yuli pun mengisahkan, dalam kurun satu pekan terakhir, pemadaman listrik sudah terjadi empat kali, yang waktunya konsisten setiap sore hingga memasuki petang.

"Makanya, setiap sore rasanya was-was. Karena kalau sudah mati itu bisa tiga sampai empat jam. Setelah adzan magrib baru nyala," tandasnya, Minggu (21/6/2026).

Ia yang menekuni usaha jual beli secara online yang sarat dengan kecepatan dan ketepatan, sontak sangat terganggu fenomena pemadaman listrik tersebut.

Bagaimana tidak, proses cetak resi yang dilakukan saban sore sebelum pengiriman barang otomatis tak dapat dilangsungkannya jika listrik putus mendadak.

"Ini yang susah, pas jamnya cetak resi, sebelum malam kirim barang, listrik malah mati. Terus wifi-nya ikut off, koneksi juga jadi buruk, transaksi-transaksi sama konsumen terganggu," ungkapnya.

Baca juga: Penjelasan Resmi PLN Soal Pemadaman Listrik Bergilir di Sejumlah Wilayah

Dengan status pemadaman yang sama sekali tak pernah diinformasikan ini, Yuli pun terbesit mengungsi sejenak demi menjaga kepercayaan para pelanggan.

Tapi, ia tak menampik, butuh effort untuk memboyong barang-barang dagangan yang jumlahnya tidak sedikit jika akhirnya memutuskan pergi dari rumah.

"Kebetulan rumah mertua yang di kota katanya jarang mati listrik. Kalau kondisinya seperti ini terus, terpaksa harus ngungsi ke sana, walaupun ngangkut barang dagangannya agak repot ya," keluhnya.

Oleh sebab itu, Yuli berharap, pemerintah dan Perusahaan Listrik Negara (PLN) bisa secepatnya merespons keluhan dari publik yang belakangan semakin masif.

Menurutnya, dengan kondisi perekonomian yang tidak sedang baik-baik saja seperti sekarang ini, masyarakat butuh keleluasaan dalam menggulirkan usaha.

"Tapi, yang terjadi malah makin sulit saja, usaha terganggu karena listriknya sering mati. Ya, tolong lah PLN, segera dibenahi, jangan padam-padam terus," cetusnya.

"Kita enggak nuntut kompensasi dan sebagainya, cuma berharap layanannya normal, jangan mota-mati lagi, supaya pekerjaan tidak terganggu," pungkas Yuli. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.