TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS - Tak mudah bagi Ansori mendapatkan nasabah saat pertama membuka layanan BRILink di Grumbul (Dusun) Lembuayu, Desa Susukan, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, pada tahun 2015.
Banyak nasabah BRI yang belum percaya memanfaatkan layanan perbankan di agen BRILink lantaran khawatir menjadi korban penipuan.
Ansori merupakan agen BRILink mitra BRI Unit Sumbang.
"Dulu di awal-awal (buka) memang tingkat kepercayaan masyarakat kurang."
"Mereka takut kalau transfer uangnya tidak sampai," jelas Ansori saat ditemui di tempat usahanya, Rabu (17/6/2026).
Namun, Ansori terus mengedukasi warga dan menunjukkan bahwa usaha tersebut mitra resmi BRI.
Beruntung, Ansori tidak bekerja sendiri.
Dibantu mantri BRI Unit Sumbang, mereka mengedukasi warga terkait kemudahan bertransaksi di Agen BRILink Ansori.
"Ada mantri BRI juga yang mengimbau warga bertransaksi di agen BRILink supaya tidak perlu antre di ATM saat mengambil uang."
"Lambat laun, kepercayaan warga mulai terbangun."
"Tapi, untuk sampai di tahap itu, lama juga," ungkap Ansori.
Baca juga: Tak Pernah Tolak Transaksi, Agen Brilink Sutrimaningsih Banyumas Jadi Jujugan Pedagang Bawang Merah
Saat warga mulai tertarik, masalah lain muncul.
Warga yang ingin melakukan transaksi tarik tunai atau transfer harus menyerahkan kartu ATM.
Padahal, waktu itu, kata Ansori, belum banyak warga Susukan yang memiliki kartu ATM meski telah memiliki tabungan di BRI.
Ansori pun mendorong warga membuat ATM agar bisa menikmati kemudahan bertransaksi di agen BRILink tersebut.
Saat ini, kata Ansori, banyak warga sekitar yang memanfaatkan layanan BRILink, khususnya tarik tunai dan setoran pinjaman bank.
"Kalau harus ke ATM atau kantor BRI langsung, jaraknya sekitar 5 kilometer."
"Jadi, warga pilih transaksi di sini," katanya.
Ansori mengatakan, kerja sama sebagai mitra BRI berawal saat tahun 2012 dirinya membuka toko kelontong.
Di kios berukuran 4x6 meter, Ansori dan Solikhah, sang istri, menyediakan beragam kebutuhan rumah tangga.
Respon baik warga membuat Ansori mengambil pinjaman di BRI untuk menambah modal dan pengembangan usaha.
Hingga akhirnya, pada 2015, dirinya mendapat tawaran sebagai agen BRILink.
Ansori mengaku sempat merasakan masa kejayaan sebagai agen BRILink.
Dia pun bisa mengembangkan usaha toko menjadi minimarket berkonsep modern dengan ukuran 7x13 meter dan punya sebuah gudang berukuran 4 meter persegi.
Baca juga: Kolaborasikan Agen BRILink dan Minimarket, Andrianta Sukses Buka 2 Cabang di Jatilawang Banyumas
Namun, persaingan usaha yang semakin ketat membuat transaksi di Agen BRILink Ansori berkurang.
Tak hanya karena munculnya agen BRILink lain, kehadiran dompet digital dan aplikasi perbankan membuat nasabah berkurang, terutama nasabah muda.
"Sekarang, mereka bisa transfer sendiri, bayar listrik sendiri, jadi cukup berpengaruh."
"Dulu, jumlah transaksi dalam satu bulan bisa mencapai 1000 lebih. Tapi sekarang, turun hampir separonya."
"Tapi masih banyak juga, paling tidak, fee dari agen BRILink masih cukup untuk membayar angsuran pinjaman ke BRI," ujarnya sambil tertawa.
Ansori bangga, hampir 11 tahun ini bisa memberi layanan perbankan untuk membantu warga Susukan.
"Cukup bangga, sampai sekarang bisa membantu warga di sini."
"Kalau warga mau belanja dan tidak bawa uang tunai, bisa tarik tunai di sini juga sehingga bisa langsung transaksi," ucapnya.
Dia pun merasakan dukungan dan pembinaan BRI selama menjadi mitra.
Ansori kerap mendapat fasilitas prioritas saat harus top up saldo untuk layanan agen BRILink.
"Sering diprioritaskan saat top up saldo sehingga tidak perlu antre, bisa segera memberi layanan ke nasabah lagi," katanya.
Keberadaan Agen Brilink Ansori sangat memudahkan Amirudin, seorang petani di Desa Susukan, dalam membayar angsuran pinjaman bank.
Dia bisa kapan saja membayar angsuran tanpa terpengaruh jam kerja bank.
"Transaksi di sini lebih cepat, gampang, dan ora adoh-adoh (tidak jauh, Red)."
"Tidak antre juga, waktunya bebas, bisa pagi, malam, selonggarnya," kata Amirudin.
Meski hanya sebulan sekali melakukan transaksi perbankan di Agen Brilink Ansori, Amirudin merasakan benar kemudahan layanan perbankan ini.
Baca juga: Naufal Sukses Jadi Petani Gen Z Banyumas: Buka Wisata Petik Melon Hidroponik Hingga Pasok Toko Buah
Senada disampaikan Supriyani, warga lain asal Susukan.
Ibu satu anak ini kerap memanfaatkan layanan tarik tunai di Agen Brilink Ansori.
"Kadang seminggu sekali, kadang dua minggu sekali."
"Di sini dekat, hanya dua menit naik motor. Kalau harus ke Sumbang, jauh," katanya.
Di Agen BRILink Ansori, Supriyani juga bisa sekalian belanja kebutuhan pokok keluarga.
"Jadi, sangat membantu masyarakat sini, ada (layanan perbankan) yang dekat, ga usah jauh-jauh ke Sumbang," katanya.
Supervisor BRI Unit Sumbang Teguh Suseno mengatakan, pembinaan terhadap mitra BRILink di wilayahnya terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.
Satu di antaranya, lewat fasilitas pick-up atau jemput bola setoran agen BRILink.
Teguh mengatakan, layanan ini memungkinkan agen BRILink menyetorkan uang nasabah tanpa harus ke bank.
"Jadi, agen tetap bisa melayani nasabah," jelasnya.
Teguh menambahkan, perkembangan usaha mitra binaan memberi kontribusi besar terhadap pertumbuhan bisnis unit dan kesejahteraan nasabah. (*)