Peringatan Hadeging Kadipaten Pakualaman ke-214: Padukan Citarasa Klasik dan Geliat Ekonomi Otentik
Muhammad Fatoni June 21, 2026 06:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Puncak kemeriahan pesta rakyat yang menggabungkan pelestarian budaya dan penggerak ekonomi bergulir pada Minggu (21/06/2026) di Alun-Alun Sewandanan Puro Pakualaman, Kemantren Pakualaman, Kota Yogyakarta.

Dalam rangka memperingati Hadeging (Hari Berdirinya) Kadipaten Pakualaman ke-214 Tahun Masehi, pihak Kadipaten kembali menggelar perayaan merakyat bertajuk Pasar Sewandanan yang sebelumnya telah resmi dibuka secara meriah pada Sabtu (20/06/2026) malam.

Pada perayaan tahun ini, panitia mengusung tema besar "Menyemai Citarasa Klasik, Memanen Geliat Ekonomi Otentik."

Penyelenggaraan kegiatan bernilai budaya tinggi tersebut berada di bawah tanggung jawab Penghageng Puro Pakualaman, K.R.T. Projo Anggono.

Guna memaksimalkan dampak kebermanfaatan acara, Kadipaten Pakualaman turut menggandeng berbagai instansi pemerintahan, yakni Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY, Dinas Koperasi dan UKM DIY, SiBakul Jogja, serta Dinas Kebudayaan DIY. 

Kolaborasi strategis ini memproyeksikan Pasar Sewandanan agar tidak sekadar menjadi ruang apresiasi seni, melainkan juga berfungsi nyata sebagai roda penggerak ekonomi bagi para pelaku UMKM lokal.

Terkait besarnya antusiasme dan partisipasi sektor riil dalam acara ini, K.R.T. Projo Anggono memaparkan secara rinci bentuk keterlibatan para pelaku UMKM lokal serta fasilitas yang diberikan kepada masyarakat.

"Pasar Sewandanan ini diikuti oleh lebih dari 40 tenant terpilih yang menghadirkan ragam kuliner jadul (zaman dulu), kerajinan tangan lokal, kelas membatik, hingga fasilitas bazar pangan murah yang bertujuan membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat dengan harga yang sangat terjangkau," jelas K.R.T. Projo Anggono selaku Penghageng Kepanitraan Kadipaten Pakualaman.

Rangkaian Pembukaan

Prosesi Opening Ceremony yang digelar pada Sabtu malam berlangsung dengan sangat khidmat sekaligus meriah.

Sejak pukul 18.00 WIB, area Puro Pakualaman telah dipadati oleh deretan figur penting dan tamu undangan agung lintas sektor.

Dari kalangan sentana Dalem atau kerabat Puro Pakualaman, tampak hadir G.K.B.R.A.A. Paku Alam, B.P.H. Kusumobimantoro sekaliyan, G.P.H. Kusumodilogo sekaliyan, G.P.H. Wijoyo Harimurti sekaliyan, G.B.R.Ay. Retno Martani, B.R.Ay. Retno Rukmini, G.P.H. Indrokusumo sekaliyan, B.R.Ay. Retno Dewayani, K.P.H. Songkokusumo sekaliyan, K.P.H. Wijoykusumo sekaliyan, K.P.H. Wironegoro, serta segenap jajaran K.R.M.T dan K.R.T/K.M.T istana.

Selain itu, malam pembukaan ini juga dihadiri jajaran organisasi wanita, pejabat publik, hingga instansi teknis kewilayahan.

Daftar kehadiran tokoh tersebut meliputi Ibu Kapolda DIY, Ibu Gubernur AAU, Ibu Danrem, Ibu Danlanud, Ibu Wakapolda, Ibu Irwasda, Ibu Dirlantas, Ibu Kabid Propam, Ibu Kapolresta Yogyakarta, Ibu Walikota dan Wakil Walikota Yogyakarta, serta jajaran Ibu Bupati dan Wakil Bupati se-Provinsi DIY.

Baca juga: Satu Kampung Satu Arsitek, Pakualaman Jadi Pilot Project Penataan Kampung Kreatif di Jogja

Turut hadir pula Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Kepala Dinas Koperasi & UKM DIY, Kepala DPKP DIY, MPP Kemantren Pakualaman, Lurah Purwokinanti, Lurah Gunungketur, Danramil Pakualaman, Rektor UGM, beserta jajaran pengurus Bhayangkari, PKK, BKOW, dan Dharma Pertiwi DIY.

Tepat pukul 19.00 WIB, rangkaian acara inti dibuka dengan suguhan memukau Tari Angguk yang dibawakan secara istimewa oleh anak-anak berkebutuhan khusus (ABK).

Acara kemudian mengalir dengan alunan musik Petik Cantik Nusantara, tinjauan langsung ke stan-stan UMKM, serta puncaknya mendengarkan sambutan dari Sri Paduka G.K.B.R.A.A. Paku Alam X. 

Eksotisme Alun-Alun Sewandanan semakin terasa memikat saat Tari Wastra Abiwara dipentaskan pada pukul 19.45 WIB.

Kemeriahan malam semakin hangat dengan hiburan kerakyatan musik Campursari Kidang Alit yang menampilkan bintang tamu penyanyi legendaris Yogyakarta, Dimas Tejo, hingga pukul 21.30 WIB.

Hari pertama perayaan akhirnya ditutup secara teratur dengan prosesi pemindahan atau loading Gamelan Prawirotama pada pukul 22.00 WIB.

Jalan Sehat dan Gelar Budaya

Pada Minggu (21/6/2026), kemeriahan diawali sejak pukul 05.30 hingga 11.00 WIB melalui kegiatan jalan sehat bertajuk Mlampah Guyub Sesarengan yang kini telah memasuki edisi kelimanya di Alun-Alun Sewandanan. 

Agenda ini menjadi ruang inklusif bertemunya berbagai elemen masyarakat dalam balutan suasana yang sehat dan harmonis.

Selepas berolahraga, masyarakat langsung disuguhi ruang edukasi kebudayaan interaktif melalui Kelas Membatik Sesi ketiga yang berlangsung pada pukul 10.00 hingga 12.00 WIB.

Geliat budaya terus berlanjut dengan padat memasuki waktu siang hari. Pada pukul 13.00 hingga 16.00 WIB, antusiasme masyarakat disuguhkan dengan pelaksanaan hari kedua Festival Jathilan. 

Estafet pelestarian wastra Nusantara kemudian diteruskan secara maraton lewat Kelas Membatik Sesi keempat pada pukul 15.00 hingga 17.00 WIB, dan dipungkas dengan Kelas Membatik sesi kelima pada pukul 18.00 hingga 20.00 WIB. 

Menyambut datangnya malam, harmoni klasik hadir untuk membuai para pengunjung lewat sajian seni Uyon-Uyon dari pukul 19.00 hingga 20.00 WIB.

Pada akhirnya, seluruh rangkaian perayaan yang menjahit harmoni antara kesehatan, ekonomi, dan pelestarian budaya ini akan dipungkasi oleh pementasan seni Kethoprak.

Berlangsung dari pukul 20.00 hingga 22.00 WIB, lakon berjudul Damar Ing Wanci Panglong ini siap menghibur masyarakat dengan kehadiran jajaran bintang tamu kenamaan semacam Dalijo Angkring, Oki Setyawati, Harin Sumonah, Ciblek, dan Chothiet. (*)
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.