Wisuda Alif Laam Miim Surabaya: Targetkan 100 Persen Lulusan MA Masuk PTN
Pipit Maulidya June 21, 2026 05:32 PM

 

SURYA.CO.ID - Madrasah Alif Laam Miim menggelar perayaan Purnawiyata bagi 59 siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan 25 siswa Madrasah Aliyah (MA) di DBL Arena, Minggu (21/6) pagi.

Acara ini menjadi momentum penting bagi lembaga tersebut untuk mempertahankan prestasi akademik mereka di tingkat perguruan tinggi.

Kegiatan bertajuk Haflah Ikhtitam Dirasah ini dihadiri ratusan wali santri, perwakilan Kementerian Agama Kota Surabaya, hingga sejumlah profesor dari berbagai kampus ternama di Jawa Timur.

Tidak hanya seremonial, acara ini juga menampilkan kreasi siswa dan presentasi karya ilmiah remaja (KIR).

Optimisme Lulusan Masuk Kampus Negeri

Ketua Yayasan Alif Laam Miim sekaligus Pengasuh, Nyai Hj Ida Rohmah Susiani, menjelaskan bahwa banyak alumni MA tahun ini yang sudah diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

"Ada yang di ITS, Unair, UINSA, UPN, Unesa dan UM dari totalnya ada 25 santri MA Kelas XII, hanya tinggal dua orang yang masih menunggu pengumunan di Fakultas Kedokteran UNS dan UINSA Surabaya," ujarnya.

Pihaknya berharap capaian gemilang tahun lalu dapat terulang kembali.

"Harapannya rekor tahun kemarin itu bisa dipertahankan tahun ini," imbuhnya.

Selain prestasi akademik, Nyai Ida menekankan pentingnya adab dalam menuntut ilmu.

"Tidak hanya mencari ilmu, tapi juga keberkahan ilmu melalui khidmah yang dilakukan selama belajar di Alif Laam Miim," tambahnya.

Pesan Kemenag di Era Digital

Kepala Seksi Pondok Pesantren (Kasi Pontren) Kemenag Surabaya, Fatkhul Mubin, turut hadir memberikan apresiasi.

Fatkhul Mubin menilai peran Alif Laam Miim sangat besar dalam mencetak penghafal Al-Qur'an di Surabaya.

"Acara ini seremonial penting sebagai bentuk usaha mendidik anak bangsa," ungkapnya.

Ia juga memberikan pesan khusus terkait tantangan teknologi saat ini.

"Karena sisi negatifnya luar biasa bagi perkembangan anak kita," pesan Fatkhul kepada orang tua dan pendidik.

Prosesi Wisuda dan Deretan Prestasi

Puncak acara ditandai dengan prosesi wisuda. Setiap siswa mendapatkan doa ubun-ubun dari KH M Ihya' Ulumuddin dan Nyai Hj Ida Rohmah Susiani.

Saat nama siswa dipanggil, layar menampilkan berbagai prestasi yang telah diraih selama tiga tahun terakhir, mulai dari level kota hingga internasional.

Ketua Pembina Yayasan Alif Laam Miim, Prof Dr Masdar Hilmy, berpesan agar para alumni tetap menjaga karakter baik.

"Agar tidak hanya sukses di dunia saja, tapi doa-doa dari guru dan orangtua bisa membawa sukses di akhirat kelak," ujarnya.

Direktur Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya ini juga menambahkan bahwa kelulusan bukanlah akhir dari perjalanan.

"Ini bukan tujuan akhir, tapi tujuan antara untuk menempuh di episode berikutnya dengan serius dan fokus," pesannya.

Ia mendorong santri untuk terus memberikan dampak positif.

"Dengan menjaga akhlaqul karimah, berikan warna bagi keluarga dan masyarakat lingkungan kalian."

Kisah Inspiratif Wali Santri

Kebahagiaan mendalam dirasakan oleh Hj Ansari, salah satu wali santri yang juga Anggota Komisi VIII DPR RI.

Hj Ansari mengaku awalnya tidak memiliki ekspektasi tinggi, namun sang anak justru melampaui harapannya.

"Saya merinding karena semua yang diwisuda hari ini berprestasi," ungkapnya.

Ia menceritakan bagaimana sang anak yang awalnya hanya berencana sekolah tiga tahun, justru betah hingga enam tahun.

"Awalnya cukup tiga tahun saja, tapi karena kerasan sampai enam tahun, sekarang tidak hanya mandiri, tapi akhlaq dan capaian hapalan al-Qur'annya juga baik, sudah khatam 30 Juz," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.