Munas-Konbes NU 2026, Mbah Yai Huda: Kalau NU Hidup, InsyaAllah Pondok Pesantren akan Hidup
Rendy Nicko June 21, 2026 05:48 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 resmi dibuka di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Sabtu (20/6/2026) malam. Forum strategis yang dihadiri ulama, masyayikh, pengurus NU, hingga pejabat negara itu langsung dilanjutkan dengan tahapan persidangan untuk membahas berbagai agenda penting organisasi.

Suasana pembukaan berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Ribuan peserta dan tamu undangan memadati kompleks pesantren yang menjadi tuan rumah forum permusyawaratan tertinggi kedua di lingkungan Nahdlatul Ulama tersebut.

Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Ploso, KH Nurul Huda Djazuli atau yang akrab disapa Mbah Yai Huda, menyampaikan rasa syukur atas kehadiran para ulama, tokoh nasional, pejabat pemerintah, hingga pengurus NU dari berbagai daerah di Indonesia.

Menurutnya, kehadiran para tokoh tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar Pondok Pesantren Al Falah Ploso.

"Banyak kiai yang hadir, banyak pejabat yang hadir. Bahkan Menteri Agama hadir. Yang dihatur-haturi (diundang-red) ga tau rawuh (tidak pasti bisa datang), kok ini malah rawuh (hadir). Alhamdulillah luar biasa," ujar Kiai Nurul dalam sambutannya.

Sejumlah tokoh yang hadir dalam pembukaan antara lain Wakil Presiden ke-13 RI KH Ma'ruf Amin, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, hingga Ketua Umum PBNU periode 2010-2021 KH Said Aqil Siradj.

Turut hadir pula Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, serta Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa.

Dalam kesempatan tersebut, Mbah Yai Huda berharap Nahdlatul Ulama tetap berjalan sesuai asas dan cita-cita para pendirinya. Ia menginginkan organisasi ini terus menjadi rumah besar yang mampu menaungi seluruh warganya.

Menurutnya, tantangan zaman akan terus berubah. Namun NU harus tetap kokoh berdiri dan mampu menjaga peran strategisnya di tengah masyarakat.

Mbah Yai Huda juga mengingatkan pentingnya menjaga keberlangsungan pesantren sebagai basis utama perjuangan Nahdlatul Ulama.

"Kalau NU hidup, insyaAllah pondok pesantren akan hidup. Tapi kalau NU mati, semua mati," tegasnya.

Dia mendoakan seluruh tokoh dan pengurus yang berkhidmah untuk NU agar mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT atas dedikasi yang diberikan kepada organisasi dan umat.

"InsyaAllah dengan niat kholisotan mukhlisotan lillah (murni karena Allah), Allah tetap memberikan balasan-balasan yang sama sekali di luar dugaan," pungkasnya.

Usai pembukaan, Munas-Konbes NU 2026 langsung memasuki agenda persidangan melalui Sidang Pleno I yang digelar di lingkungan Pondok Pesantren Al Falah Ploso.

Sidang tersebut dipimpin Ketua Steering Committee (SC) Munas-Konbes NU 2026 KH Akhmad Said Asrori dan diikuti peserta dari unsur PBNU, PWNU se-Indonesia, serta berbagai elemen organisasi lainnya.

Dalam sidang itu, peserta mengesahkan jadwal kegiatan, tata tertib, dan mekanisme persidangan yang akan menjadi pedoman selama forum berlangsung hingga penutupan.

Sekretaris SC Munas-Konbes NU 2026, Prof Mohammad Nuh menjelaskan bahwa pengesahan tata tertib menjadi fondasi penting agar seluruh pembahasan dapat berjalan tertib, efektif, dan menghasilkan keputusan yang berkualitas bagi organisasi.

Mantan Menteri Pendidikan tersebut mengatakan setelah Sidang Pleno I, para peserta akan melanjutkan pembahasan melalui sejumlah komisi yang membahas berbagai bidang strategis, mulai dari bahtsul masail, organisasi, program kerja, hingga rekomendasi.

Prof Nuh menekankan pentingnya semangat musyawarah dalam setiap pembahasan yang dilakukan peserta.

"Pendapat A tidak harus selalu dibenturkan dengan pendapat B, tetapi bisa menghasilkan C yang lebih baik. Yang kita cari adalah solusi yang bisa menyempurnakan antargagasan itu," ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan Munas dan Konbes tidak ditentukan oleh individu maupun kelompok tertentu, melainkan oleh kemampuan seluruh elemen NU untuk bekerja bersama demi masa depan organisasi.

"Mari, sama-sama kita jaga. Kita geser dari saya menjadi kami, dan kami akhirnya menjadi kita. Saya sudah selesai, kami sudah selesai, tetapi sekarang adalah zamannya kita. Kita semua warga Nahdllatul Ulama yang harus menyiapkan masa depan kita," katanya.

Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2026 dijadwalkan berlangsung hingga 22 Juni 2026. Berbagai keputusan yang dihasilkan dari forum ini nantinya akan menjadi salah satu pijakan penting menuju pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama.

(Isya Anshori/TribunMataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.