LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Gangguan listrik mendadak yang kerap terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), ternyata sebagian besar disebabkan oleh keberadaan hewan liar yang masuk ke jaringan PLN.
Hingga Minggu (21/6/2026), petugas PLN kembali menemukan hewan liar, termasuk ular, yang mengganggu jaringan listrik dan menyebabkan padamnya aliran listrik di sejumlah wilayah.
Gangguan pertama mengakibatkan padamnya pasokan listrik di beberapa daerah, di antaranya Air Salak, Baru Ampar, Air Sepikul, Tangsirasip, Raya, Air Merah 1, Betung, Bukit Belah, Cik Latif, Bukit Keliling, Desa Sungai Harapan, Desa Kuala, Desa Tinjul, dan Desa Sungai Buluh.
Sementara itu, temuan ular pada jaringan listrik juga menyebabkan padamnya aliran listrik di wilayah Air Merah 1 dan Air Merah 2, Desa Langkap, Desa Marok Kecil, Desa Resang, Desa Marok Tua, Desa Cukas, Setawar, Tanjung Sembilang, hingga Desa Bakong.
Manajer PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Dabo Singkep, Suheri, mengatakan gangguan akibat hewan liar bukan kali pertama terjadi di Kabupaten Lingga.
Bahkan, kondisi tersebut menjadi salah satu faktor utama penyebab padamnya listrik secara tiba-tiba di wilayah tersebut.
Ia mengungkapkan, temuan hewan liar, khususnya ular, memang cukup sering terjadi dan menjadi salah satu penyebab utama gangguan pada jaringan distribusi listrik di Lingga.
"Ketika hewan tersebut menyentuh peralatan atau konduktor jaringan, sistem pengaman akan bekerja secara otomatis dan menyebabkan pemadaman untuk mencegah kerusakan yang lebih besar," kata Suheri.
Menurutnya, karakteristik wilayah Kabupaten Lingga yang masih didominasi kawasan hutan dan vegetasi lebat di sepanjang jalur jaringan listrik, menjadi tantangan tersendiri bagi PLN dalam menjaga keandalan pasokan listrik.
"Sebagian besar jaringan distribusi kami melintasi daerah yang masih dikelilingi hutan dan semak belukar. Kondisi ini memungkinkan hewan liar seperti ular, biawak, kubong (hewan terbang) atau hewan lainnya mendekati bahkan masuk ke area jaringan listrik," ujarnya.
Suheri menjelaskan, setiap kali terjadi gangguan, petugas PLN langsung melakukan penelusuran di lapangan, untuk menemukan sumber penyebab dan melakukan penanganan secepat mungkin agar aliran listrik dapat kembali normal.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk memahami bahwa tidak semua gangguan listrik disebabkan oleh kerusakan peralatan atau gangguan teknis.
Faktor alam, termasuk aktivitas hewan liar, menjadi tantangan yang cukup besar dalam pengoperasian sistem kelistrikan di daerah kepulauan seperti Kabupaten Lingga.
Begitu menerima laporan adanya pemadaman, petugas langsung bergerak melakukan pengecekan.
"Kami terus berupaya meningkatkan keandalan jaringan, namun kami juga berharap masyarakat dapat memahami bahwa kondisi geografis Lingga membuat potensi gangguan akibat hewan liar masih cukup tinggi," tuturnya.
Pihaknya memastikan akan terus melakukan pemeliharaan jaringan secara berkala dan memperkuat upaya mitigasi guna mengurangi gangguan serupa.
"Insyaallah pasokan listrik bagi masyarakat Kabupaten Lingga dapat tetap terjaga dengan baik," tambahnya.
(Tribunbatam.id/Febriyuanda)