Spanyol menjawab kritik yang diarahkan kepada mereka dengan cara paling tegas. Empat hari setelah hasil imbang tanpa gol yang membingungkan melawan Tanjung Verde membuat juara Eropa bertahan itu dipermalukan, pasukan Luis de la Fuente tampil di Atlanta dan benar-benar menghancurkan Arab Saudi dengan skor 4-0, di mana tiga gol pertama tercipta hanya dalam 24 menit menakjubkan di babak pertama.
Isu utama sebelum pertandingan dimulai adalah apakah bintang remaja Lamine Yamal akan diturunkan sejak awal meski sempat mengalami sedikit masalah kebugaran. Ia akhirnya dimainkan dan langsung memberikan pengaruh besar. Pada menit ke-10, Oyarzabal melakukan penetrasi dari sisi kiri dan mengirim umpan rendah yang akurat ke dalam kotak penalti. Yamal berlari dengan timing sempurna, menyambar bola di tiang jauh untuk mencetak gol pertamanya di Piala Dunia. Gol tersebut menjadikan pemain sayap Barcelona itu sebagai remaja kedua setelah Gavi pada tahun 2022 yang berhasil mencetak gol untuk Spanyol di ajang Piala Dunia.
Arab Saudi hampir tidak punya waktu untuk bangkit. Spanyol menambah dua gol lagi hanya dalam waktu tiga menit, yang praktis mengakhiri perlawanan lawan bahkan sebelum pertandingan berjalan setengah jam. Oyarzabal yang sebelumnya menjadi pemberi assist kini menjadi pencetak gol, mencetak gol pada menit ke-21 dengan penyelesaian yang tenang sebelum menambah satu lagi tiga menit kemudian untuk melengkapi sepasang gol cepat yang mematikan. Oyarzabal hampir mencetak hat-trick di babak pertama ketika tembakannya mengenai mistar pada menit ke-38, sementara Spanyol menutup babak pertama dengan keunggulan 3-0 dan mencatatkan 15 tembakan berbanding satu milik Arab Saudi.
De la Fuente menarik keluar Yamal dan Oyarzabal di babak kedua untuk melindungi keduanya, namun dominasi Spanyol tidak berkurang sedikit pun. Hanya empat menit setelah turun minum, tendangan sudut Alex Baena mengarah ke Marc Cucurella, yang tembakannya diblok oleh penjaga gawang Al-Owais sebelum bek Hassan Altambakti salah mengantisipasi bola pantul dan mencetak gol bunuh diri yang membuat skor menjadi 4-0. Gol Ferran Torres di menit-menit akhir dianulir oleh VAR karena offside, menggagalkan upaya Spanyol untuk menambah gol kelima namun tidak mengurangi dominasi mereka sama sekali.
Spanyol benar-benar tampil jauh di atas tim berjuluk Green Falcons itu, menyelesaikan pertandingan dengan nilai xG 2,85 berbanding 0,04 milik Arab Saudi — statistik yang menggambarkan betapa besarnya perbedaan kualitas antara kedua tim. Hingga menit ke-83, Spanyol unggul 21-3 dalam jumlah tembakan dan 8-1 dalam tembakan tepat sasaran.
Dengan hasil ini, Spanyol kini memuncaki Grup H dengan empat poin. Arab Saudi, meski kalah telak, masih memiliki peluang untuk lolos menjelang laga terakhir mereka melawan Tanjung Verde.
Selanjutnya, Spanyol akan menghadapi Uruguay pada 25 Juni dalam laga yang diprediksi berlangsung sengit, sementara Arab Saudi akan berhadapan dengan Tanjung Verde di hari yang sama.