BERITA POPULER : Polemik Guru Hamil Antar Rapor, Laka Lantas Maut di Kupang, Kasus Irigasi Wae Laku
Edi Hayong June 22, 2026 06:19 AM

Pertama, Kebijakan lisan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Rote Ndao, Morids D E Bulan, yang mengimbau para guru mengantarkan rapor langsung ke rumah siswa, memicu kegaduhan publik. 

Kedua, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sebuah mobil dan sepeda motor terjadi di Jalan Bundaran PU, tepatnya di dekat TDM Store, Kelurahan Tuak Daun Merah, Kecamatan Oebobo.

Ketiga, Pihak Kepolisian dari Polres Manggarai Timur, Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil mengungkap kronologi bocah 4 tahun asal kampung Kampas, Desa Golo Kantar, Kecamatan Borong tewas terseret air saluran Irigasi Induk Wae Laku.

Kelima, Sudah dua orang anak yang menjadi korban jiwa terseret di saluran Irigasi Wae Laku, Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim).

1. Guru Hamil di Rote Ndao Terpaksa Bawa Motor Antar Rapor, Kadis Pendidikan Minta Maaf

Kebijakan lisan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Rote Ndao, Morids D E Bulan, yang mengimbau para guru mengantarkan rapor langsung ke rumah 
siswa, memicu kegaduhan publik. 

Pasalnya, akibat imbauan lisan Kadis Pendidika tersebut, seorang guru hamil di Rote Ndao terpaksa bawa motor untuk antar rapor siswa. 

Kebijakan yang dinilai minim empati ini menuai kritik tajam setelah sejumlah guru, termasuk seorang guru yang sedang hamil tua, terpaksa menembus medan berat demi menjalankan perintah tersebut

Baca selengkapnya di sini

2. BREAKING NEWS: Diduga Gagal Menyalip, Mobil L300 Tabrak Motor di Bundaran PU, Satu Orang Tewas

Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sebuah mobil dan sepeda motor terjadi di Jalan Bundaran PU, tepatnya di dekat TDM Store, Kelurahan Tuak Daun Merah, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Sabtu (20/6/2026) jam 10.45 WITA.

Akibat peristiwa tersebut, seorang pengendara sepeda motor berinisial WNO (29), meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP). Sementara penumpangnya, EO (15), mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis.

Berdasarkan informasi yang diterima dari Kasatlantas Polresta Kupang Kota, AKP Ade Triken Deayomi, kecelakaan melibatkan Mobil Mitsubishi L300 Box Nomor Polisi DH 1147 AC yang dikemudikan YA (46) dengan Sepeda Motor Honda Revo Nomor Polisi DH 5388 AH yang dikendarai korban.

Baca selengkapnya di sini

3. Polisi Ungkap Sebab dan Kronologi Bocah Empat Tahun di Borong Terseret Air Irigasi Wae Laku

Pihak Kepolisian dari Polres Manggarai Timur, Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil mengungkap kronologi bocah 4 tahun asal kampung Kampas, Desa Golo Kantar, Kecamatan Borong tewas terseret air saluran irigasi Induk Wae Laku, Sabtu 20 Juni 2026 pagi kemarin. 

Kapolres Manggarai Timur, AKBP Haryanto, melalui Kasat Reskrim Polres Manggarai Timur Iptu Ahmad Zacky Shodri, kepada Pos Kupang, Minggu (21/6), menerangkan, berdasarkan hasil indetifikasi dan olah TKP korban bernama Maria Kalista Jebarus berusia 4 tahun.

Korban terseret derasnya arus air irigasi itu mulai dari Kampung Tado hingga Kampung Kampas, Sabtu (20/6), sekitar pukul 08.15 wita.

Baca selengkapnya di sini

4. Renungan Harian Katolik Minggu 21 Juni 2026: Tuhan Bahkan Menghitung Rambut di Kepala Kita

Banyak orang memikul beban yang tidak terlihat: kekhawatiran tentang keluarga, kesehatan, pekerjaan, masa depan, dan orang-orang yang mereka kasihi. 

Kekhawatiran itu nyata. Ketakutan itu nyata. Pergumulan hidup itu nyata.

Sabda Tuhan hari ini tidak menutup mata terhadap kenyataan tersebut. Nabi Yeremia mengalami ketakutan, penolakan, dan perlawanan. 

Baca selengkapnya di sini

5. Saluran Irigasi Wae Laku Sudah Ambil Nyawa Dua Anak Manggarai Timur

Sudah dua orang anak yang menjadi korban jiwa terseret di saluran Irigasi Wae Laku, Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim).

Kedua korban itu yakni seorang anak dari Kampung Jengok, Desa Bangka Kantar, beberapa tahun lalu. Dan kejadian terbaru, yakni seorang bocah perempuan berusia 4 tahun asal dari Kampung Kampas, Desa Golo Kantar tewas, yang terseret di saluran irigasi itu, Sabtu (20/6).

Karena itu, Camat Borong, Yohanes Leonarsi Baharu, S.IP, mengimbau kepada seluruh masyarakat khususnya masyarakat di kedua desa itu agar lebih waspada melarang anak-anak tidak boleh bermain apalagi mandi di saluran irigasi tersebut. 

Baca selengkapnya di sini

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.