Awal yang sulit bagi tim nasional Portugal di Piala Dunia FIFA 2026 memicu kritik baik di dalam maupun luar lapangan. Kontroversi terbaru yang melibatkan Cristiano Ronaldo bahkan tidak berawal dari pertandingan, melainkan dari unggahan palsu di media sosial yang sempat menipu tunangannya, Georgina Rodríguez.
Portugal memulai kampanye Grup K mereka dengan hasil imbang 1-1 yang mengecewakan melawan Republik Demokratik Kongo di Stadion Houston. Hasil tersebut memperbesar sorotan terhadap skuad yang banyak dianggap sebagai salah satu yang terkuat dalam turnamen ini. Sebagian besar perhatian secara alami tertuju pada Ronaldo, yang penampilannya yang kurang memuaskan memicu kritik dari para analis dan pendukung.
Berbicara dalam siaran Fox setelah laga tersebut, mantan penyerang Arsenal dan tim nasional Prancis, Thierry Henry, mempertanyakan pendekatan Ronaldo selama pertandingan. Ia mengatakan, “Satu hal penting, teman-teman di rumah: yang perlu mencetak gol adalah tim, bukan kamu sendiri.”
Dampak dari hasil imbang itu segera bergulir ke media sosial, di mana komentar gelandang Paris Saint-Germain, João Neves, menjadi bahan perdebatan hangat di kalangan pendukung.
João Neves mencetak satu-satunya gol Portugal melawan Republik Demokratik Kongo dan kemudian ditanya mengenai peran Ronaldo di dalam tim nasional. Jawabannya oleh sebagian pengamat dianggap sebagai penilaian wajar terhadap dinamika skuad, namun sebagian pendukung Ronaldo menafsirkan ucapannya sebagai kritik terhadap sang kapten timnas.
Neves mengatakan, “Kami tahu apa yang telah Cristiano lakukan untuk kami, untuk tim nasional kami, dan untuk dunia sepak bola. Namun saat ini, dia dan kami tahu bahwa dia tidak berbeda. Dia hanyalah pemain lain di sini untuk membantu.”
Ia menambahkan, “Dia tidak berbeda dari yang lain. Dia ada di sini untuk memberikan kontribusi, sama seperti kami semua.”
Meskipun pernyataannya tampak bernada positif, reaksi di media sosial meningkat pesat, dengan sebagian pendukung Ronaldo menolak anggapan bahwa peraih lima Ballon d’Or itu harus diperlakukan sama seperti pemain lainnya di dalam skuad. Situasi tersebut kemudian membuka jalan bagi kontroversi baru.
Seiring meningkatnya perdebatan seputar komentar Neves, sebuah tangkapan layar palsu mulai beredar luas di internet. Unggahan palsu itu dirancang menyerupai percakapan di Instagram yang melibatkan kekasih Neves, aktris Madalena Aragão. Dalam tangkapan layar itu, seorang penggemar tampak menulis komentar bernada kasar yang ditujukan kepada Neves, menuduhnya enggan mengoper bola kepada Ronaldo dan menulis sesuatu seperti: “Pacarmu bodoh, suruh dia oper bola ke GOAT-ku.”
Tangkapan layar tersebut kemudian menampilkan balasan yang diklaim berasal dari akun Aragão yang berbunyi: “Suruh GOAT-mu pensiun, dia terlalu egois.”
Interaksi itu sepenuhnya palsu dan berasal dari akun parodi berbasis kecerdasan buatan yang meniru identitas Aragão. Namun, tangkapan layar tersebut kemudian diunggah ulang oleh sejumlah akun agregator olahraga, media lokal, dan laman viral di media sosial, sehingga penyebarannya menjadi sangat cepat.
Sayangnya, Rodríguez tampaknya percaya bahwa unggahan tersebut asli dan mengira dirinya menanggapi komentar nyata dari Aragão. Dalam salah satu unggahan ulang yang viral, tunangan Ronaldo itu menulis dalam bahasa Spanyol: “Wow!! Viene fuerte esta generación!!” yang berarti kira-kira, “Wow! Generasi ini datang dengan kuat!”
Komentar Rodríguez itu dengan cepat menarik perhatian publik sebelum akhirnya ia menghapusnya setelah mengetahui bahwa akun dan percakapan tersebut tidak benar adanya.
Peristiwa ini muncul di tengah meningkatnya kritik terhadap Neves dari sebagian pendukung Ronaldo, yang menuduh sang gelandang jarang memberikan umpan kepada kapten Portugal selama pertandingan.
Situasi ini menjadi cukup serius hingga Ronaldo kemudian membagikan foto bersama rekan-rekannya, termasuk Neves, dalam upaya untuk meredam spekulasi tentang adanya perpecahan di dalam skuad.
Bek Manchester City, Ruben Dias, juga berusaha menenangkan kekhawatiran publik terkait suasana ruang ganti Portugal. Ia berbicara kepada awak media menjelang pertandingan kedua fase grup untuk menepis rumor tentang ketegangan internal.
“Pertama-tama, saya tidak berpikir kesalahan diarahkan hanya pada satu pemain,” kata Dias kepada wartawan. “Jelas, Cris menjadi pusat perhatian besar, tapi saya rasa kami semua berada dalam situasi sulit seperti ini. Namun di luar itu, saya tidak melihat ada hal luar biasa yang sedang terjadi. Sejauh yang saya tahu, ini selalu terjadi setiap kali saya di sini, dan saya yakin akan terus demikian di masa depan.”
Pernyataan Dias dimaksudkan untuk meredam spekulasi tentang konflik internal, meskipun fokus yang terus mengarah pada Ronaldo membuat setiap perkembangan dalam skuad Portugal menjadi bahan sorotan besar.
Kontroversi ini terjadi di tengah perjalanan fase grup yang masih belum pasti bagi Portugal. Meskipun datang sebagai salah satu favorit turnamen, mereka gagal mengonversi dominasi itu menjadi kemenangan atas Republik Demokratik Kongo, hanya mampu bermain imbang 1-1 yang membuat posisi mereka di Grup K belum aman.
Ronaldo mengalami malam yang mengecewakan, kesulitan menampilkan performa terbaiknya dan gagal memberikan kontribusi penentu seperti yang sering ia lakukan sepanjang karier internasionalnya.
Portugal berikutnya akan menghadapi Uzbekistan di Stadion Houston, dalam pertandingan yang bisa menjadi penentu peluang mereka lolos ke babak gugur. Setelah itu, mereka akan menutup babak penyisihan grup melawan Kolombia pada 28 Juni, laga yang kemungkinan besar akan menentukan siapa yang keluar sebagai juara Grup K.
Untuk saat ini, perhatian publik masih banyak tertuju pada isu di luar lapangan. Dengan hanya satu poin dari laga pembuka dan tiket kelolosan yang belum pasti, Portugal berharap fokus dapat segera kembali ke urusan sepak bola di tengah berbagai gangguan yang membayangi awal perjalanan mereka di turnamen ini.