Prabowo Didesak Turun Tangan! YLKI Minta Istana Ambil Alih Krisis Mati Lampu Massal
jonisetiawan June 22, 2026 07:38 AM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Di tengah gelombang pemadaman listrik bergilir yang terus meluas di berbagai daerah, tekanan terhadap pemerintah dan PLN kini semakin menguat.

Keluhan masyarakat yang berulang, aktivitas ekonomi yang terganggu, hingga pelayanan publik yang tersendat membuat persoalan listrik tak lagi dipandang sekadar gangguan teknis biasa.

Situasi itu mendorong Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) ikut bersuara keras. Organisasi perlindungan konsumen tersebut bahkan meminta Presiden RI Prabowo Subianto turun langsung menangani krisis pemadaman listrik yang belakangan terjadi di banyak wilayah Indonesia, termasuk Pulau Jawa.

Baca juga: Tim IT Karanganyar Menjerit Data Center Sekarat Efek Pemadaman Listrik, Sistem Pemerintahan Terancam

YLKI: Listrik Sudah Menjadi Hak Dasar Masyarakat

Sekretaris Eksekutif YLKI Rio Priambodo menegaskan bahwa persoalan listrik tidak bisa lagi dipandang hanya sebagai urusan bisnis atau komoditas energi semata.

Menurutnya, listrik kini telah menjadi kebutuhan mendasar yang menopang hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat modern, mulai dari pendidikan, pelayanan kesehatan, aktivitas ekonomi, hingga pelayanan publik.

Rio menilai, ketika aliran listrik terus padam berulang kali, dampaknya bukan hanya pada terganggunya distribusi energi, tetapi juga menyentuh langsung kualitas hidup masyarakat dan kepastian hak konsumen.

Pemadaman Dinilai Sudah Terlalu Sering Terjadi

YLKI mengaku memahami bahwa gangguan teknis dalam sistem kelistrikan memang bisa terjadi sewaktu-waktu. Namun, frekuensi pemadaman yang terus berulang dinilai menunjukkan adanya persoalan serius yang harus segera dievaluasi secara menyeluruh.

Evaluasi tersebut, menurut YLKI, tidak cukup hanya pada sisi teknis pembangkit, tetapi juga harus menyentuh keandalan jaringan distribusi, manajemen risiko, hingga tata kelola pelayanan kepada masyarakat.

Rio menegaskan masyarakat tidak boleh terus-menerus menjadi pihak yang menanggung dampak dan kerugian akibat lemahnya sistem pelayanan kelistrikan nasional.

ILUSTRASI PEGAWAI PLN -
ILUSTRASI PEGAWAI PLN - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta Presiden Prabowo turun langsung menangani krisis pemadaman listrik bergilir yang semakin meluas di berbagai daerah. (KOMPAS.com/HERU DAHNUR)

Soroti Hak Konsumen dan Kompensasi PLN

YLKI juga menyoroti persoalan kompensasi bagi pelanggan yang terdampak pemadaman listrik.

Menurut Rio, apabila durasi dan frekuensi pemadaman telah memenuhi ketentuan Tingkat Mutu Pelayanan sebagaimana diatur dalam regulasi pemerintah, maka PLN wajib memberikan kompensasi secara otomatis dan transparan kepada pelanggan.

Ia menekankan masyarakat seharusnya tidak perlu repot mengajukan pengaduan terlebih dahulu hanya untuk mendapatkan hak kompensasi atas gangguan layanan yang mereka alami.

“Negara tidak boleh hanya hadir ketika krisis terjadi, tetapi harus hadir melalui kebijakan yang mampu mencegah terjadinya krisis," tandas Rio.

Baca juga: Jadwal Pemadaman Listrik Sukoharjo Hari Ini Mulai 9 Pagi, Karanganyar Ikut Terdampak, Cek Wilayah

Minta Presiden Prabowo Turun Tangan

YLKI menilai persoalan kelistrikan bukan lagi sekadar urusan korporasi semata karena berkaitan langsung dengan hajat hidup masyarakat luas.

Karena itu, Presiden Prabowo Subianto diminta turun tangan memastikan ketahanan energi benar-benar menjadi agenda strategis nasional.

Rio juga menilai langkah percepatan pengembangan energi baru terbarukan, termasuk rencana pembangunan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), menjadi bagian penting untuk mengurangi ketergantungan pada satu sumber pasokan listrik nasional.

Menurut YLKI, diversifikasi energi tidak hanya berbicara soal lingkungan, tetapi juga menyangkut perlindungan konsumen dan ketahanan energi jangka panjang.

YLKI Siap Tempuh Jalur Hukum

Tak hanya menyampaikan kritik, YLKI juga memberi peringatan keras.

Organisasi tersebut menyatakan siap mengambil langkah hukum apabila pemadaman listrik terus terjadi tanpa adanya perbaikan sistemik, peningkatan kualitas pelayanan, maupun pemenuhan hak konsumen.

Rio menegaskan energi merupakan urat nadi kehidupan masyarakat modern. Karena itu, negara dinilai harus mampu menjamin pasokan listrik yang andal, adil, dan berkelanjutan.

Baca juga: Catat Jadwal Pemadaman Massal PLN Karanganyar Hari Ini Mulai 10 Pagi, Ini Daftar Wilayah Terdampak

PLN Akui Masih Lakukan Pemulihan Sistem

Sementara itu, PLN menyatakan masih terus mempercepat pemulihan sistem kelistrikan, khususnya di Pulau Jawa.

Direktur Utama Darmawan Prasodjo mengatakan PLN bersama sejumlah mitra pembangkit listrik swasta tengah mempercepat perbaikan dua unit pembangkit besar yang mengalami gangguan operasional.

Selain itu, PLN juga memperkuat pasokan energi primer, terutama batu bara kalori menengah yang dibutuhkan sejumlah pembangkit strategis.

PLN turut menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang terdampak manajemen beban di berbagai wilayah.

“Kami memahami ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat. Untuk itu, kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan yang terdampak.

PLN bersama seluruh mitra terus bekerja maksimal untuk mempercepat pemulihan dan memastikan keandalan pasokan listrik dapat segera kembali optimal,” pungkas Darmawan.

***

(TribunTrends/Kompas)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.