Marcelo Bielsa Kecam Waktu Istirahat Minum di Piala Dunia: 'Tidak Menambah Apa Pun dan Justru Banyak Mengurangi'
Aurora Nightingale June 22, 2026 07:58 AM

Marcelo Bielsa jarang berbicara dengan kata-kata yang lembut. Dan di Piala Dunia FIFA 2026, pelatih veteran Uruguay itu kembali mengarahkan analisis tajamnya pada hal yang lebih dekat dengan permainan itu sendiri – jeda hidrasi.

Berbicara dalam konferensi pers pra-pertandingan menjelang laga Grup H Uruguay melawan Tanjung Verde pada hari Minggu, Bielsa menjadi sosok ternama terbaru di turnamen ini yang secara terbuka mengkritik keputusan FIFA memperkenalkan jeda hidrasi wajib selama tiga menit dalam pertandingan Piala Dunia. Langkah ini diperkenalkan dengan alasan untuk melindungi pemain dari panas musim panas yang ekstrem di berbagai stadion tuan rumah di Amerika Utara.

“Dengan aturan baru ini banyak gol tercipta – biarlah,” ujar Bielsa. “Menurut pandangan umum, bermain dalam empat periode alih-alih dua mengubah konsep budaya tentang bagaimana sepak bola dipahami. Menurut saya, hal ini tidak memberikan tambahan apa pun dan justru banyak mengurangi.”

Pelatih berusia 70 tahun itu tidak berhenti di situ. Ia menilai bahwa ketika keputusan untuk membagi pertandingan menjadi empat segmen diambil, para pengambil kebijakan tidak mempertimbangkan secara matang dampaknya terhadap esensi yang membuat sepak bola menjadi olahraga yang begitu memikat dan unik. “Orang-orang mencintai permainan ini karena karakternya,” katanya lugas.

Bielsa bukan satu-satunya yang merasa frustrasi. Pelatih kepala tim nasional Amerika Serikat, Mauricio Pochettino, sebelumnya sudah menyampaikan keberatannya di depan publik, dengan menyatakan bahwa jeda tersebut seharusnya hanya diterapkan dalam kondisi yang benar-benar ekstrem, bukan secara rutin di semua pertandingan. Sementara itu, kapten Belanda Virgil van Dijk menyoroti pihak penyiar yang memanfaatkan jeda tersebut untuk menayangkan iklan komersial, sebuah praktik yang secara diam-diam telah disetujui FIFA sejak Maret lalu.

Bagi Bielsa, perbandingan dengan VAR menjadi menarik. Ia mengakui bahwa VAR telah meningkatkan kualitas permainan dan menyebutnya sebagai “keberhasilan besar.” Namun, menurutnya, jeda hidrasi justru sebaliknya, sebuah intervensi dengan konsekuensi yang “tidak positif.”

Uruguay sebelumnya bermain imbang 1-1 melawan Arab Saudi dan membutuhkan hasil positif saat menghadapi Tanjung Verde untuk menjaga peluang lolos di grup yang juga dihuni oleh Spanyol.

Jeda hidrasi akan terus diberlakukan. Namun, perdebatan tentangnya juga akan terus berlanjut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.