Harga Resmi BBM di SPBU Senin 22 Juni 2022,Pertamina Akan Umumkan Penyesuaian Harga, Pertamax Turun?
Salomo Tarigan June 22, 2026 09:27 AM

TRIBUN-MEDAN.com - Harga bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Pertamina pada Senin (22/6/2026) hari ini.

Harga minyak dunia berangsur turun seiring kesepakatan damai Iran dan Amerika Serikat (AS).

Apakah harga BBM di Indonesia berangsur turun?

Seperti diketahui, Pertamina secara rutin melakukan penyesuaian harga, terutama untuk produk BBM nonsubsidi, mengikuti perkembangan pasar dan kebijakan yang berlaku.

 Pemberlakuan penyesuaian harga pada 10 Juni 2026, harga Pertamax mengalami kenaikan cukup signifikan.

Di Sumut harga BBM Pertamax saat ini Rp 16.650 Per Liter.

Naik Rp3.950 per liter dari sebelumnya Rp12.300 per liter.

Sementara harga Pertamax Green menjadi Rp17.000 per liter atau naik Rp5.000 per liter dari sebelumnya Rp12.900 per liter.

Baca juga: Ratusan Ojol Geruduk Kantor Pertamina Medan, Protes Harga Pertamax dan Antrean Pertalite

Harga Minyak Dunia Turun

Berapa harga BBM Pertamina yang layak untuk konsumsen seiring turunnya harga minyak dunia? 

Harga minyak dunia berangsur turun seiring Iran dan Amerika Serikat (AS) sepakat mengakhiri konflik. 

Minyak mentah Brent turun sekitar 5,1 persen pada Selasa (16/6/2026) menjadi 78,9 dolar AS per barel. 

Penurunan ini menjadi yang terendah sejak 2 Maret 2026, atau mendekati harga sebelum pecahnya perang pada level 72,4 dolar AS per barel.

Turunnya harga minyak dunia ini mulai dipertanyakan oleh masyarakat ihwal pengaruhnya terhadap harga BBM nonsubsidi domestik. 

Baca juga: BEDA Nasib Bupati Deli Serdang Dihujat Warganet, Wakilnya Lom Lom Diduga Dapat Teror Penembakan

Pakar ekonomi energi dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Yayan Satyaki mengatakan perdamaian Iran-AS menjadi sentimen positif bagi pasar energi global.

 Namun menurutnya penurunan harga Pertamax hingga kembali menyentuh level Rp12.300 per liter tidak akan terjadi dalam waktu singkat.

"Pasti terjadi penurunan harga, dan bisa berdampak ke Pertamax, tetapi untuk mencapai harga Pertamax sampai Rp12.300 lagi tidak akan secepat itu," kata Yayan saat dihubungi, Rabu (17/6/2026).

Ia memperkirakan penurunan harga minyak dunia akan berlangsung secara bertahap.

Dalam skenario tersebut, harga dapat terkoreksi sekitar 1-3 persen per hari dan berlangsung selama beberapa bulan ke depan. 

Baca juga: Tiba di Asrama Haji, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan Sambut Kepulangan Jemaah Haji Kloter 14

Pertamina akan Umumkan Harga Terbaru BBM

Pjs Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), Romi Bahtiar, mengatakan kenaikan harga Pertamax sebelumnya dipengaruhi oleh sejumlah faktor, terutama kenaikan harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

“Harga tersebut adalah harga yang telah disepakati oleh pemerintah dan juga Pertamina. Yang mana kenaikan tersebut terjadi karena beberapa faktor, yaitu kenaikan harga minyak dunia dan juga nilai tukar rupiah,” ujar Romi, Kamis (18/6/2026).

Meski demikian, Romi menegaskan Pertamina tetap berkomitmen menjaga ketersediaan BBM bagi masyarakat, baik BBM subsidi maupun non-subsidi.

“Pertamina Patra Niaga tetap berkomitmen untuk menjaga ketersediaan BBM, baik itu BBM subsidi maupun non-subsidi, untuk kebutuhan masyarakat Indonesia,” katanya.

Menanggapi pertanyaan mengenai kemungkinan penurunan harga Pertamax setelah dibukanya kembali Selat Hormuz yang mendorong harga minyak dunia turun, Romi mengatakan kebijakan harga akan ditentukan melalui evaluasi berkala oleh pemerintah pusat.

“Tentu saja harga ini akan dievaluasi secara berkala oleh pemerintah pusat. Jadi nanti kita sampaikan juga apabila terjadi kenaikan ataupun penurunan. Karena harga tersebut mengacu kepada nilai tukar rupiah dan juga harga minyak dunia,” ujarnya.

Sebelumnya, kenaikan harga Pertamax memicu aksi ratusan pengemudi ojek online (ojol) di Medan yang mendatangi kantor Pertamina di Jalan Yos Sudarso. 

Dalam dialog dengan massa aksi, Pertamina mengakui terjadi perubahan pola konsumsi masyarakat dari Pertamax ke Pertalite setelah harga BBM non-subsidi mengalami kenaikan.

Menurut Romi, peralihan konsumsi tersebut membuat sejumlah SPBU mengalami peningkatan antrean pada produk BBM subsidi.

“Kami melihat di sini bahwa adanya peralihan konsumsi dari BBM jenis Pertamax ke Pertalite. Karena mungkin masyarakat ataupun ojol melihat adanya kenaikan BBM Pertamax. Nah, di situlah akan menumpuk, di beberapa SPBU menjadi padat,” katanya.

Ia memastikan kondisi tersebut bukan karena stok Pertalite kosong, melainkan akibat meningkatnya permintaan di sejumlah SPBU tertentu.

“Kami juga tetap berupaya untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya.

Pertamina akan melakukan evaluasi harga BBM non-subsidi, termasuk Pertamax.

Pertamina mempertimbangkan pergerakan harga minyak global dan nilai tukar rupiah.

Tanggapan Pengamat Josua Pardede

Ekonom jebolan Universitas Indonesia dan University of Amsterdam, Josua Pardede menyampaikan hal senada mengenai harga BBM nonsubsidi domestik seiring penurunan harga minyak dunia.

Ia menjelaskan bahwa harga BBM di Indonesia tidak selalu mengikuti harga minyak dunia.

Sebab harga di SPBU bukan cuma ditentukan lleh harga minyak mentah, tetapi gabungan dari harga produk jadi, nilai tukar rupiah, biaya pengadaan, distribusi, margin badan usaha hingga pajak.

“Harga BBM di Indonesia tidak selalu mengikuti harga minyak dunia secara langsung, karena harga yang dibayar masyarakat di SPBU bukan hanya ditentukan oleh harga minyak mentah semata, melainkan merupakan hasil gabungan dari harga produk BBM jadi di pasar kawasan, nilai tukar rupiah, biaya pengadaan, penyimpanan, distribusi, margin badan usaha, serta pajak," ungkapnya.

Daftar Harga BBM SPBU Pertamina se-Indonesia saat ini:

Aceh

Pertamax: Rp 16.650    
Pertamax Turbo: Rp Rp 21.200
Dexlite: Rp 23.500    
Pertamina Dex: Rp 25.350

Free Trade Zone (FTZ) Sabang
Pertamax: Rp 15.250
Dexlite: Rp 21.550

Sumatera Utara

Pertamax: Rp 16.650    
Pertamax Turbo: Rp 21.200
Dexlite: Rp 23.500    
Pertamina Dex: Rp 25.350

Sumatera Barat

Pertamax: Rp 17.000
Pertamax Turbo: Rp 21.650
Dexlite: Rp 24.000
Pertamina Dex: Rp 25.900

Riau

Pertamax: Rp 17.000
Pertamax Turbo: Rp 21.650
Dexlite: Rp 24.000
Pertamina Dex: Rp 25.900

Kepulauan Riau

Pertamax: Rp 17.000
Pertamax Turbo: Rp 21.650
Dexlite: Rp 24.000
Pertamina Dex: Rp 25.900

Free Trade Zone (FTZ) Batam

Pertamax: Rp 15.500
Pertamax Turbo: Rp 19.700
Dexlite: Rp 21.850
Pertamina Dex: Rp 23.550

Jambi

Pertamax: Rp 16.650    
Pertamax Turbo: Rp 21.200
Dexlite: Rp 23.500    
Pertamina Dex: Rp 25.350

Bengkulu
Pertamax: Rp 16.650    
Pertamax Turbo: Rp 21.200
Dexlite: Rp 23.500    
Pertamina Dex: Rp 25.350

Sumatera Selatan

Pertamax: Rp 16.650    
Pertamax Turbo: Rp 21.200
Dexlite: Rp 23.500    
Pertamina Dex: Rp 25.350

Bangka-Belitung

Pertamax: Rp 16.650    
Pertamax Turbo: Rp 21.200
Dexlite: Rp 23.500    
Pertamina Dex: Rp 25.350

Lampung

Pertamax: Rp 16.650    
Pertamax Turbo: Rp 21.200
Dexlite: Rp 23.500    
Pertamina Dex: Rp 25.350

DKI Jakarta

Pertamax: Rp 16.250
Pertamax Green: Rp 17.000
Pertamax Turbo: Rp 20.750
Dexlite: Rp 23.000
Pertamina Dex: Rp 24.800

Banten

Pertamax: Rp 16.250
Pertamax Green: Rp 17.000
Pertamax Turbo: Rp 20.750
Dexlite: Rp 23.000
Pertamina Dex: Rp 24.800

Jawa Barat

Pertamax: Rp 16.250
Pertamax Green: Rp 17.000
Pertamax Turbo: Rp 20.750
Dexlite: Rp 23.000
Pertamina Dex: Rp 24.800

Jawa Tengah

Pertamax: Rp 16.250
Pertamax Green: Rp 17.000
Pertamax Turbo: Rp 20.750
Dexlite: Rp 23.000
Pertamina Dex: Rp 24.800

DI Yogyakarta

Pertamax: Rp 16.250
Pertamax Green: Rp 17.000
Pertamax Turbo: Rp 20.750
Dexlite: Rp 23.000
Pertamina Dex: Rp 24.800

Jawa Timur

Pertamax: Rp 16.250
Pertamax Green: Rp 17.000
Pertamax Turbo: Rp 20.750
Dexlite: Rp 23.000
Pertamina Dex: Rp 24.800

Bali

Pertamax: Rp 16.250
Pertamax Turbo: Rp 20.750
Dexlite: Rp 23.000
Pertamina Dex: Rp 24.800

Nusa Tenggara Barat

Pertamax: Rp 16.250
Pertamax Turbo: Rp 20.750
Dexlite: Rp 23.000
Pertamina Dex: Rp 24.800

Nusa Tenggara Timur

Pertamax: Rp 16.250
Pertamax Turbo: Rp 20.750
Dexlite: Rp 23.000
Pertamina Dex: Rp 24.800

Kalimantan Barat

Pertamax: Rp 16.650    
Pertamax Turbo: Rp 21.200
Dexlite: Rp 23.500    
Pertamina Dex: Rp 25.350

Kalimantan Tengah

Pertamax: Rp 16.650    
Pertamax Turbo: Rp 21.200
Dexlite: Rp 23.500    
Pertamina Dex: Rp 25.350

Kalimantan Selatan

Pertamax: Rp 17.000
Pertamax Turbo: Rp 21.650
Dexlite: Rp 24.000
Pertamina Dex: Rp 25.900

Kalimantan Timur

Pertamax: Rp 16.650    
Pertamax Turbo: Rp 21.200
Dexlite: Rp 23.500    
Pertamina Dex: Rp 25.350

Kalimantan Utara

Pertamax: Rp 17.000
Pertamax Turbo: Rp 21.650
Dexlite: Rp 24.000
Pertamina Dex: Rp 25.900

Sulawesi Utara

Pertamax: Rp 16.650    
Pertamax Turbo: Rp 21.200
Dexlite: Rp 23.500    
Pertamina Dex: Rp 25.350

Gorontalo

Pertamax: Rp 16.650    
Pertamax Turbo: Rp 21.200
Dexlite: Rp 23.500    
Pertamina Dex: Rp 25.350

Sulawesi Tengah

Pertamax: Rp 16.650    
Pertamax Turbo: Rp 21.200
Dexlite: Rp 23.500    
Pertamina Dex: Rp 25.350

Sulawesi Tenggara

Pertamax: Rp 16.650    
Pertamax Turbo: Rp 21.200
Dexlite: Rp 23.500    
Pertamina Dex: Rp 25.350

Sulawesi Selatan

Pertamax: Rp 16.650    
Pertamax Turbo: Rp 21.200
Dexlite: Rp 23.500    
Pertamina Dex: Rp 25.350

Sulawesi Barat

Pertamax: Rp 16.650    
Pertamax Turbo: Rp 21.200
Dexlite: Rp 23.500    
Pertamina Dex: Rp 25.350

Maluku
Pertamax: Rp 16.650    
Dexlite: Rp 23.500    

Maluku Utara
Pertamax: Rp 16.650    
Dexlite: Rp 23.500

Papua
Pertamax: Rp 16.650    
Pertamax Turbo: Rp 21.200
Dexlite: Rp 23.500    
Pertamina Dex: Rp 25.350

Papua Barat
Pertamax: Rp 16.650    
Dexlite: Rp 23.500    
Pertamina Dex: Rp 25.350

Papua Selatan
Pertamax: Rp 16.650    
Dexlite: Rp 23.500    

Papua Pegunungan
Pertamax: Rp 16.650    
Dexlite: Rp 23.500    

Papua Tengah
Pertamax: Rp 16.650    
Dexlite: Rp 23.500    

Papua Barat Daya
Pertamax: Rp 16.650    
Dexlite: Rp 23.500     

(cr26/tribun-medan.com//Tribunnews.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.