Ancaman Nyata Warga Jakarta, Kabel PLN yang Menjuntai di Jalanan
Hasanudin Aco June 22, 2026 09:36 AM

 

 
 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pagi itu, Kamis (18/6/2026), Neisha Amalia Evrian Putri hendak berangkat ke sekolah.

Waktu menunjukkan pukul 05.30 WIB.

Neisha dibonceng orang tuanya menggunakan sepeda motor.

Rutinitas pagi yang dia jalani.

Namun di perjalanan mimpi buruk menghampiri siswi kelas X SMA Negeri 6 Jakarta ini.

Saat kendaraan yang mereka tumpangi melintas di depan taman di Jalan Lauser Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, motor mereka mengalami kecelakaan.

Sepeda motor yang ditumpanginya oleng akibat tersangkut kabel utilitas yang menjuntai liar.

Nyawa remaja perempuan ini terenggut.

Camat Kebayoran Baru, Rachmat Mulyadi, menjelaskan bahwa sebuah kabel yang melintang rendah dan menjorok ke badan jalan menjadi pemicu utama kecelakaan fatal tersebut.

Naas, saat bersamaan sebuah bus sekolah yang sedang melintas tidak dapat menghindar sehingga menabrak korban hingga meninggal dunia.

Polisi periksa pengemudi bus

Kasie Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi menyampaikan pihak kepolisian telah mengamankan dan memeriksa pengemudi bus sekolah, buntut kecelakaan yang menewaskan siswi SMAN 6 Jakarta.

"Pengemudi mobil sudah diperiksa," kata Kasie Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi kepada wartawan di Jakarta, Kamis.

Sementara terkait pengendara motor yang membonceng korban, ia menyebut yang bersangkutan masih menjalani perawatan di rumah sakit akibat kecelakaan tersebut. 

"Pengemudi sepeda motor masih dalam perawatan di rumah sakit karena ada luka juga," tuturnya.

Di sisi lain, polisi juga masih memastikan kepemilikan kabel yang menjuntai di Jalan Leuser, yang membuat korban jatuh dari motor.

PEMBENAHAN KABEL SEMRAWUT - Petugas tengah membereskan saluran kabel atas yang semrawut di Kawasan Jalan Agus Salim, Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2019). Selain merusak pemandangan dan keindahan Ibukota, kabel tersebut seringkali menjuntai akibat terseret kendaraan yang agak tinggi.
PEMBENAHAN KABEL SEMRAWUT - Petugas tengah membereskan saluran kabel atas yang semrawut di Kawasan Jalan Agus Salim, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu. (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha)

Respons Gubernur DKI Pramono

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya siswi SMAN 6 Jakarta yang terjatuh dari motor akibat kabel yang menjuntai di kawasan Kebayoran Baru, pada Kamis lalu. 

Terkait peristiwa tersebut, ia mengaku telah memerintahkan sejumlah dinas terkait untuk memberikan bantuan penuh kepada keluarga korban.

"Saya sudah memerintahkan kepada Dinas Perhubungan, Dinas Pendidikan, kemudian Bina Marga, dan juga yang lainnya untuk membantu sepenuhnya, termasuk sampai dengan pemakaman kemarin," tutur Minggu (21/6).

"Bahkan secara khusus Baznas Bazis juga akhirnya melalui Pemerintah DKI Jakarta memberikan santunan."

Selain itu, pihaknya juga turut menyediakan tiga bus untuk memfasilitasi para siswa untuk mengantar jenazah korban ke tempat peristirahatan terakhir.

Di sisi lain, ia turut mengungkapkan terkait kabel yang menyebabkan insiden nahas tersebut.  

"Kronologinya mungkin teman-teman sudah tahu, tapi intinya memang itu terjadi dan kabelnya adalah kabel yang terpotong dari PLN," beber Pramono Anung.

Percepat penataan kabel

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Pantas Nainggolan menilai peristiwa tersebut harus menjadi momentum bagi Pemprov DKI Jakarta untuk mempercepat penataan jaringan utilitas, termasuk penurunan kabel udara ke bawah tanah.

Menurutnya langkah tersebut sejalan dengan semangat Peraturan Daerah (Perda) Provinsi DKI Jakarta Nomor 8 Tahun 2025 tentang Penempatan Jaringan Utilitas.

“Ini momentum percepatan penurunan kabel-kabel terbang. Kejadian ini harus dimaknai sebagai itu, momentum untuk mempercepat penataan utilitas sesuai dengan semangat Peraturan Daerah,” kata Pantas kepada wartawan di Taman Proklamator, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (20/6/2026) malam.

Pantas mengatakan kondisi kabel udara di Jakarta saat ini tidak hanya semrawut, tetapi juga banyak yang sudah tidak berfungsi dan dibiarkan menggantung di ruang publik.

“Dan itu rata-rata dari katakanlah ada 100 kabel, yang hidup itu paling 10. Yang lainnya sudah-sudah limbah semua itu,” tuturnya.

Ia menilai kabel-kabel bekas tersebut seharusnya segera dibersihkan oleh pemiliknya agar tidak membahayakan nyawa manusia. 

Sumber: Tribun Jakarta/Kompas.TV

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.