Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fauzi Alamsyah
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aktris senior Widyawati menyampaikan harapannya untuk Jakarta yang akan memasuki usia ke-499 tahun pada 22 Juni 2026.
Sebagai sosok yang lahir dan besar di ibu kota, Widyawati berharap berbagai persoalan klasik Jakarta, seperti kemacetan dan sampah, bisa semakin teratasi menjelang usia Jakarta yang hampir mencapai lima abad.
Baca juga: 50 Link Twibbon Hari Ulang Tahun Jakarta 2023, Beserta Cara Membuatnya
"Saya tuh sampai kadang-kadang sudah enggak hafal ya karena sudah kelamaan lahir di sini. Jadi 499 tahun, oh wow," kata Widyawati saat ditemui di kawasan Blok M, Jakarta Selatan baru-baru lama ini.
Meski bangga Jakarta bisa mencapai usia 499 tahun, Widyawati menilai masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.
"Buat saya ya masih satu aja sih. Kita senang ya tentunya Jakarta bisa mencapai sampai 499 tahun ini. Tapi tentu ada harapan yang satu yang saya selalu, kemacetan, sampah dan ya banyak-banyaklah itu yang kita harapkan untuk semua bisa menjadi lebih teratur," ucapnya.
Pemeran senior itu menilai ketidakteraturan yang terjadi di Jakarta bukan semata karena kurangnya fasilitas, melainkan juga akibat perilaku masyarakat yang masih mementingkan kepentingan pribadi.
Banyak pengguna jalan yang mengabaikan aturan demi bisa lebih cepat sampai ke tujuan.
"Kenapa tidak teratur? Karena memang masing-masing ini punya ego. Mau cepat, mau cepat, mau cepat, enggak ada disiplin," ujar Widyawati.
"Pengendara di Indonesia ini enggak ada disiplin sama sekali. Serobot sana, serobot sini, akhirnya terjadi kemacetan. Meskipun sudah ada tanda-tanda tidak boleh ini tapi tetap dilakukan," katanya.
Karena itu, Widyawati berharap masyarakat dapat mulai mengubah kebiasaan tersebut demi kepentingan bersama.
"Nah ini yang kita harapkan adalah semua bisa menjaga itu, itu untuk kebaikan kita bersama," lanjutnya.
Di sisi lain, Widyawati mengaku telah menyaksikan sendiri perkembangan Jakarta selama puluhan tahun.
Di usianya yang kini 76 tahun, ia melihat banyak perubahan positif yang terjadi di ibu kota.
"Plusnya banyak sih. Saya lahir di sini 76 tahun yang lalu, dengan banyak yang tidak ada akhirnya jadi ada. Itu sesuatu yang luar biasa lah. Jadi saya mengalami semua itu," tuturnya.
Menjelang perayaan 500 tahun Jakarta pada tahun depan, Widyawati berharap seluruh warga ikut berpartisipasi menjaga kebersihan dan ketertiban kota.
"Saya kira sama seperti apa yang tadi saya sempat katakan bahwa mari warga Jakarta kita saling menjaga kebersihan untuk kota Jakarta. Karena kitalah semua. Kita orang Indonesia ini kebanyakan tidak merasa memiliki, padahal kita harus merasa memiliki," ungkapnya.
"Kalau kita merasa memiliki tentu kita akan melakukan yang terbaik," sambung Widyawati.
Mengutip berbagai sumber, dalam sejarahnya, wilayah yang kini menjadi Ibu Kota ini telah beberapa kali mengalami pergantian nama.
Pada era 397–1527 kota ini dinamakan Sunda Kelapa karena berfungsi sebagai kota pelabuhan utama di bawah kekuasaan Kerajaan Pajajaran.
Pada 1527–1619, nama kota ini berubah menjadi Jayakarta, nama yang diberikan oleh Fatahillah setelah berhasil mengusir Portugis, yang berarti "kemenangan yang gemilang". Tanggal penaklukan inilah yang diperingati sebagai hari jadi.
Namanya berubah lagi apda 1619–1942
Nama yang diberikan oleh Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) di bawah penjajahan Belanda.
Nama yang diiberlakukan saat masa pendudukan Kekaisaran Jepang di era 1942–1945.
Sejak 1945–sekarang namanya sah menjadi Jakarta.
Nama ini ditetapkan pasca-Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, dan secara resmi disahkan oleh pemerintah.
Penetapan tanggal 22 Juni sebagai hari lahir Jakarta diusulkan oleh sejarawan Prof. Dr. Soekanto dan diresmikan pada masa pemerintahan Wali Kota Sudiro pada tahun 1956.
(Tribunnews.com/Fauzi Alamsyah)