Kemarahan Ruben Onsu ke Sarwendah Beralasan, Psikolog RS PKU Solo Beber Bahaya Anak Diajak Live
Galuh Palupi June 22, 2026 09:44 AM

 

TRIBUNSTYLE.COM - Ruben Onsu melalui unggahan di Instagramnya sempat memprotes aksi Sarwendah mengajak anak untuk ikut live di media sosial kala mempromosikan sebuah produk mi instan, lantas apa dampak psikologis jika anak kerap diajak live di media sosial?

Psikolog Rina Jayanti, M.Psi dari RS PKU Muhammadiyah Surakarta di Solo, Jawa Tengah menjelaskan kepada Tribun Style pada Minggu (21/6/2026) soal efek negatif yang kemungkinan dialami anak jika kerap diajak live di media sosial.

Menurut Rina, anak yang masih di bawah umur belum memahami dengan benar tujuan dari siaran langsung atau live.

"Anak yang masih kecil belum punya kapasitas untuk memberi persetujuan yang benar-benar terinformasi.

Orangtua juga harus memahami bahwa konten yang sudah disebarkan secara daring bisa saja sulit atau bahkan tidak bisa dihapus sepenuhnya," ungkapnya.

KONFLIK RUBEN ONSU - Psikolog Klinis RS PKU Muhammadiyah Surakarta Rina Jayanti M.Psi ungkap bahaya anak diajak live di media sosial
KONFLIK RUBEN ONSU - Psikolog Klinis RS PKU Muhammadiyah Surakarta Rina Jayanti M.Psi ungkap bahaya anak diajak live di media sosial (Instagram/@rinajy23)

Rina mengingatkan bahwa live media sosial berbeda dari video biasa karena berlangsung secara langsung dan sulit dikoreksi.

Baca juga: Vakum Live Jualan, Sarwendah Dituding Kini Bangkrut, Eks Ruben Onsu Jawab Isu Rugi Puluhan Miliar

Ketika siaran langsung terjadi, anak bisa saja menghadapi komentar mengenai penampilan, perilaku atau kehidupan keluarganya.

Padahal anak belum memiliki kematangan psikologis untuk memahami dan mengelolanya.

Hal ini bisa saja memicu dampak negatif terhadap psikologis anak.

"Anak bisa jadi mengalami kecemasan dan rasa malu karena potongan siaran dibicarakan temannya, atau mendapat komentar negatif," tambah Rina.

Kerap ikut live di media sosial juga bisa memicu anak kesulitan membedakan ruang pribadi dan publik.

"Anak tidak akan belajar bahwa ada pengalaman keluarga yang sebaiknya bersifat pribadi," ungkap Rina.

Rina menegaskan bahwa anak bukanlah objek konten.

Orangtua yang kerap melibatkan anak dalam aktivitas di media sosial seharusnya mempertimbangkan kembali apakah tayangan yang dibuat itu benar-benar bermanfaat untuk anak, atau hanya untuk kebutuhan eksposur orang dewasa saja.

Ruben Onsu Murka Putrinya Ikut Live Jualan

Sebelumnya pada Jumat (19/6/2026), Ruben Onsu menyoroti sebuah video memperlihatkan putri sulungnya ikut jualan Sarwendah dalam live di media sosial.

Baca juga: Sinyal Damai? Ruben Onsu dan Sarwendah Bakal Bertemu 11 Juli 2026, Tak Cuma Bahas Anak

Tak hanya menyoroti keterlibatan anaknya dalam siaran langsung penjualan, Ruben juga menyinggung adanya interaksi antara Sarwendah dan Giorgio yang menurutnya menyerupai percakapan pasangan suami istri.

Melalui unggahan di Instagramnya, @ruben_onsu, presenter berusia 42 tahun ini mengawali komentarnya dengan menyentil momen tersebut.

"wuwwww cici sampe izin dulu ? Lalu adanya percakapan layaknya berumah tangga !!," ujar Ruben Onsu, dikutip Tribunnews, Jumat (19/6/2026).

Ruben Onsu mengaku melihat perubahan pada diri Thalia yang menurutnya berbeda dari sosok anak yang selama ini ia kenal.
Ruben Onsu mengaku melihat perubahan pada diri Thalia yang menurutnya berbeda dari sosok anak yang selama ini ia kenal. (Instagram @ruben_onsu)

Ruben kemudian menegaskan bahwa dirinya hanya ingin melindungi putrinya.

Ia mengaku melihat perubahan sikap pada Thalia dan merasa hal tersebut tidak seperti yang selama ini dikenalnya.

"Saya disini hanya menyelamatkan anak saya, Thalia masih ada ayahnya, disini terlihat Thalia sudah beda, saya sangat mengenal anak saya, Ini bukan dia, ini hasil dari Para penghasut yang sadis," tulisnya.

Duda tiga anak itu juga mengaku terkejut saat mengetahui anaknya ikut terlibat dalam aktivitas live jualan tersebut.

"Saya baru melihat video ini, ternyata sudah terlalu jauh mereka melibatkan anak saya dlm pekerjaan mereka !!" ungkap Ruben.

Menurut Ruben, orang dewasa di sekitar anak seharusnya dapat memberikan batasan dan tidak membiarkan anak berada di dalam siaran langsung.

"Jangan bilang dan gunakan kalimat 'Anaknya yang mau'. Yang dewasalah harusnya mengingatkan dan segera dibawa keluar dari kamera, kalau melihat tayangan ini berarti memang anak saya ada dlm live jualan," tegasnya.

Ruben bahkan mempertanyakan produk yang dijual dan platform yang digunakan untuk siaran langsung tersebut.

"APA NAMA MIE nya INI ?? Ini Live di aplikasi apa ya, kok membolehkan anak di bawah umur ada ??" tulisnya. (Tribun Style/GPS/Tribunnews/Rinanda Dwi)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.