TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kasus kematian dua remaja yang ditemukan di sebuah selokan di kawasan Mustikajaya, Kota Bekasi, masih menyisakan banyak tanda tanya. Meski empat orang telah diamankan polisi, penyebab pasti dan latar belakang peristiwa tersebut hingga kini belum dapat dipastikan.
Penyidik Polres Metro Bekasi Kota masih mengumpulkan berbagai alat bukti dan keterangan saksi guna mengungkap apa yang sebenarnya terjadi sebelum kedua korban ditemukan meninggal dunia pada Jumat (19/6/2026).
Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro menyampaikan bahwa pihaknya terus bekerja untuk mengurai rangkaian peristiwa yang berujung pada hilangnya nyawa dua remaja tersebut.
"Tentunya kami sangat prihatin dan juga berdukacita kepada keluarga korban. Ini ada dua orang yang meninggal dunia. Tapi alhamdulillah, Jumat sore sudah bisa mengamankan ada empat orang yang diduga sebagai pelaku," kata Kusumo, Minggu.
Meski demikian, polisi belum mengungkap identitas maupun peran masing-masing orang yang diamankan. Penyidik juga masih menelusuri hubungan mereka dengan para korban.
Sejumlah kemungkinan masih dibuka dalam proses penyelidikan. Polisi belum menyimpulkan apakah peristiwa itu berkaitan dengan pembegalan, tawuran, atau bentuk tindak pidana lainnya.
Menurut Kusumo, seluruh temuan di lapangan masih dianalisis secara mendalam agar kesimpulan yang diambil nantinya berdasarkan fakta yang kuat.
"Perihal kejadian pun juga saat ini kami masih pelajari. Yang jelas ada luka penganiayaan pada korban, tapi belum dapat juga disampaikan lukanya seperti apa," ujarnya.
Selain memeriksa empat orang yang diamankan, penyidik turut meminta keterangan sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian. Keterangan mereka dinilai penting untuk membantu merekonstruksi peristiwa yang terjadi.
Polisi juga telah mengamankan kendaraan milik korban. Namun hingga kini masih didalami apakah kendaraan tersebut sempat dibawa oleh pihak lain setelah insiden berlangsung.
"Masih kami dalami, apakah kendaraan sempat dibawa selain korban atau tidak. Kami mohon waktu, karena saat ini penyidik masih terus melakukan pendalaman," tutur Kusumo.
Baca juga: Tawuran Dini Hari di Tegalrejo Berujung Chaos, Pelaku Curi Pangot & Motor Warga yang Melintas
Sejumlah informasi mengenai detik-detik sebelum peristiwa tragis itu muncul dari keterangan warga sekitar.
Petugas keamanan di sekitar lokasi, Rian (36), mengaku sempat melihat rekaman CCTV yang merekam kejadian pada dini hari. Dalam rekaman tersebut terlihat tiga pemuda berboncengan menggunakan satu sepeda motor sebelum akhirnya mengalami kecelakaan.
"Kalau dilihat dari CCTV, motornya kayak loncat, terus nyeburnya ke got," kata Rian saat ditemui Kompas.com di lokasi, Sabtu (20/6/2026).
Menurut Rian, tak lama setelah ketiga pemuda itu terjatuh ke dalam selokan, sekelompok orang datang menggunakan beberapa sepeda motor.
"Kalau dari CCTV yang saya lihat, sekitar enam motor," ujarnya.
Rombongan tersebut diduga langsung menghampiri para korban. Beberapa orang terlihat membawa senjata tajam.
"Setelah jatuh kemudian ada penyerangan, ketika jatuh, yang bawa sajam itu menusuk," kata Rian.
Meski demikian, Rian mengaku tidak dapat memastikan identitas para pelaku maupun jenis senjata yang digunakan karena rekaman hanya memperlihatkan kejadian secara singkat.
Setelah insiden berlangsung, motor yang digunakan korban diduga ikut dibawa pergi oleh kelompok tersebut.
Dugaan bahwa peristiwa tersebut berkaitan dengan tawuran muncul dari pengakuan salah satu korban yang berhasil selamat.
Korban berinisial MIA (18) sempat ditemukan warga dalam keadaan terluka dan memberikan keterangan awal mengenai kejadian yang dialaminya.
"Korban yang selamat bilangnya itu (tawuran)," kata Rian.
Menurutnya, korban selamat mengalami luka pada bagian perut. Sementara dua korban yang meninggal dunia ditemukan berada di dalam selokan.
"Posisinya bertumpuk di selokan, ada darah di hidung, sama luka di mata kaki," ujarnya.
Hingga saat ini, penyebab pasti kematian kedua korban masih menunggu hasil autopsi dari RS Polri Kramat Jati. Hasil pemeriksaan tersebut diharapkan dapat membantu penyidik mengungkap secara utuh peristiwa yang menewaskan dua remaja tersebut. (TribunNewsmaker/WartaKota)