TRIBUNPALU.COM – Aktivitas kegempaan di wilayah Sulawesi Tengah masih menunjukkan intensitas tinggi pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 terjadi pada 16 Juni 2026.
Hingga 21 Juni 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat ribuan gempa susulan masih terus terjadi di wilayah terdampak.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Palu, Djati Cipto Kuncoro, menyebutkan total gempa susulan terekam mencapai 1.176 kali dengan variasi kekuatan guncangan berbeda-beda.
Baca juga: Ramalan Zodiak Cinta Selasa 23 Juni 2026 bagi Libra,Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, Pisces
Menurut data BMKG, gempa susulan tercatat memiliki magnitudo tertinggi mencapai 5,3, sementara paling kecil berada pada 1,4 magnitudo.
Dari jumlah tersebut, sekitar 49 kali gempa susulan turut dirasakan langsung oleh masyarakat.
BMKG menegaskan bahwa aktivitas gempa susulan masih berpotensi terus terjadi dalam beberapa waktu ke depan.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan guncangan lanjutan.
Selain itu, warga juga diminta menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa utama guna menghindari risiko keselamatan.
Baca juga: 11 Desa di Parigi Moutong Terdampak Banjir, 945 Jiwa Terdampak
BMKG bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan aktivitas kegempaan serta menyampaikan pembaruan informasi melalui kanal resmi pemerintah agar masyarakat mendapatkan data yang akurat dan terpercaya.(*)