Tribunlampung.co.id, Pringsewu - Pasokan telur ayam ras di Pasar Sarinongko, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, dipastikan tetap aman di tengah fluktuasi harga yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Baca juga: Remaja 17 Tahun Tenggelam di Danau Biru, Jasad Korban Ditemukan Tersangkut Jala
Ketersediaan barang di tingkat pedagang maupun peternak lokal masih mencukupi kebutuhan pasar.
Pedagang telur eceran Pasar Sarinongko, Akhyar, mengatakan harga telur saat ini justru mengalami penurunan dari Rp26 ribu menjadi Rp25 ribu per kilogram.
Ia menyebut perubahan tersebut masih dalam pola normal pergerakan harga di pasar tradisional.
“Harga sekarang tidak naik, malah turun. Dari Rp26 ribu menjadi Rp25 ribu per kilogram,” kata Akhyar kepada Tribun Lampung, Minggu (21/6/2026).
Akhyar menjelaskan, fluktuasi harga telur di bulan Juni merupakan hal yang biasa terjadi.
Dalam satu minggu, harga dapat berubah lebih dari sekali, baik mengalami kenaikan maupun penurunan, tergantung kondisi pasokan dan permintaan.
Ia menambahkan, pasokan telur saat ini berasal langsung dari peternak di wilayah Pringsewu sehingga distribusi ke pasar tetap lancar tanpa hambatan berarti.
“Stok di peternak maupun di pemasok masih aman,” ujarnya.
Menurut Akhyar, kondisi tersebut membuat ketersediaan telur di tingkat pedagang tetap stabil dan tidak memicu kelangkaan di pasar.
Dari sisi konsumen, ia menyebut penurunan harga tidak menimbulkan keluhan karena masih berada dalam kisaran yang dapat diterima pembeli.
Meski demikian, Akhyar berharap harga telur dapat kembali stabil agar aktivitas perdagangan berjalan lebih konsisten.
Ia juga menilai pergerakan harga saat ini lebih dipengaruhi mekanisme pasar dan ketersediaan bahan baku, bukan faktor kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
(Tribunlampung.co.id/ Oky Indrajaya)