Petani hingga Emak-emak di NTB Bakal Gelar Aksi Dukung MBG
Wahyu Widiyantoro June 22, 2026 12:20 PM

TRIBUNLOMBOK.COM - Gelombang unjuk rasa terkait program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) digelar serentak di berbagai wilayah di Indonesia pada Senin (22/6/2026). 

Di saat beberapa wilayah seperti Jakarta dan Bali diwarnai oleh silang pendapat dan aksi penolakan dari elemen mahasiswa, kondisi berbeda justru terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Massa yang menamakan diri sebagai bagian dari gerakan "100 Ribu Aksi Rakyat" akan memadati jalanan Kota Mataram untuk menyuarakan dukungan terhadap keberlanjutan program strategis era Presiden Prabowo Subianto tersebut.

Rencana Aksi

Berdasarkan maklumat seruan aksi yang disebarkan secara luas, pergerakan massa di Mataram dikoordinasikan oleh sejumlah aliansi, di antaranya HMD GEMAS Wilayah Regional Nusa Tenggara Barat, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), serta Gerakan Pemuda Pemudi Mataram Bicara (GAPEMBI).

Baca juga: Aturan Insentif dan Penerima MBG Dirombak

Elemen massa yang turun ke jalan sangat heterogen, melibatkan seluruh rantai pasok dan penerima manfaat program di daerah:

Kelompok sektor hulu: Petani, Nelayan, dan Buruh.

Kelompok logistik: Supplier bahan baku pangan dan Relawan MBG.

Kelompok penerima manfaat langsung: Kelompok Emak-emak.

Aksi ini dimulai tepat pada pukul 13.00 WITA. 

Massa terlebih dahulu memusatkan konsentrasi massa di area Islamic Center sebagai titik kumpul utama, sebelum bergerak melakukan aksi unjuk rasa langsung menuju Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat.

Aksi di Bali

Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Bali akan menggelar aksi turun ke jalan pada Senin 22 Juni 2026.

Mahasiswa dan elemen masyarakat Bali akan menggelar long march menuju Kantor DPRD Bali. 

Massa direncanakan berkumpul lebih dahulu di area parkir timur Lapangan Puputan Renon sebelum aksi dimulai.
Konsolidasi dilakukan untuk mematangkan gerakan, teknis aksi, serta menyatukan aspirasi mahasiswa dan masyarakat.

BEM Unud menyatakan aksi terbuka bagi seluruh unsur masyarakat yang ingin bergabung.

Selain turun ke jalan, mahasiswa juga menyiapkan aksi simbolik dan kampanye tuntutan melalui media sosial.

Sejumlah isu nasional menjadi sorotan, mulai dari kenaikan harga BBM, nilai tukar rupiah, UU Polri, deforestasi, swasembada pangan, program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga Koperasi Merah Putih.

Massa juga menyoroti RUU Perampasan Aset dan mendesak DPR RI segera mengesahkan regulasi tersebut.

Aksi di Jakarta

Ada dua aksi demonstrasi yang digelar di Jakarta Pusat pada Senin (22/6/2026).

Demonstrasi pertama digelar oleh Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII). 

Aksi PB PMII berlangsung di kawasan Silang Barat Daya Monas, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat yang dijadwalkan dimulai pukul 10.00 WIB.

Demonstrasi kedua digelar oleh Dewan Pengurus Nasional Koalisi Nasional Reforma Agraria. 

Aksi Koalisi Nasional Reforma Agraria berlangsung di Gedung DPR/MPR RI. 

Unjuk rasa di DPR/MPR RI dijadwalkan dimulai pukul 11.00 WIB.

(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.