BMKG Naha Sangihe Minta Nelayan dan Pengguna Transportasi Laut Waspadai Gelombang Tinggi 2,5 Meter
Indry Panigoro June 22, 2026 02:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID, SANGIHE - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas III Naha mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut, untuk tetap waspada terhadap potensi gelombang tinggi yang diperkirakan terjadi di wilayah perairan Kabupaten Kepulauan Sangihe dalam beberapa hari ke depan.

Sekadar informasi, Naha berada di Kota Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara (Sulut).

Kota Tahuna merupakan ibu kota Kabupaten Kepulauan Sangihe yang terletak di wilayah perbatasan Indonesia dan Filipina.

Dari Kota Manado, Tahuna berjarak sekitar 140 kilometer ke arah utara dan umumnya dapat ditempuh menggunakan pesawat selama sekitar 45 menit atau kapal laut dengan waktu perjalanan sekitar 8 hingga 12 jam, tergantung jenis kapal dan kondisi cuaca.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Naha, Astrid Yesica Lasut, mengatakan secara umum kondisi cuaca di Kabupaten Kepulauan Sangihe masih cenderung cukup baik.

"Untuk beberapa hari ini cuaca di Kabupaten Kepulauan Sangihe cenderung cukup baik. Namun demikian, masyarakat tetap perlu mewaspadai potensi hujan dengan intensitas ringan yang dapat terjadi di beberapa wilayah dan tidak merata di seluruh daerah," ujar Astrid dalam wawancara melalui WhatsApp dengan Tribun Manado, Senin (22/6/2026).

Selain potensi hujan ringan, BMKG juga mengingatkan adanya kemungkinan angin kencang yang dapat memengaruhi kondisi perairan di wilayah Sangihe.

Menurut Astrid, potensi angin kencang tersebut menjadi salah satu faktor dikeluarkannya peringatan dini gelombang tinggi untuk wilayah perairan Kabupaten Kepulauan Sangihe.

"Ada peringatan dini gelombang tinggi untuk wilayah perairan Kepulauan Sangihe pada tanggal 23 hingga 26 Juni 2026. Tinggi gelombang diperkirakan berkisar antara 1,25 meter hingga 2,5 meter," jelasnya.

BMKG mengimbau para nelayan dan masyarakat yang beraktivitas di laut agar selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca dan kondisi gelombang yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

"Bagi para nelayan yang beraktivitas di perairan diharapkan tetap waspada terhadap potensi tinggi gelombang yang cukup signifikan, terutama di wilayah perairan Kabupaten Kepulauan Sangihe," katanya.

Astrid juga mengingatkan masyarakat untuk terus memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG maupun informasi yang disampaikan oleh Stasiun Meteorologi Kelas III Naha.

"Kami mengimbau masyarakat agar selalu mengakses informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG dan BMKG Naha sehingga dapat mengantisipasi potensi cuaca ekstrem maupun kondisi gelombang yang berisiko bagi aktivitas pelayaran dan perikanan," tutupnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.