Kuota Sekolah Rakyat di Jembrana Bakal Tampung 1.000 Orang Lebih
Ida Ayu Suryantini Putri June 22, 2026 02:24 PM

TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Jembrana masih berproses. Kini tahapannya sedang dalam proses verifikasi dari Kementrian Sosial dan Kementrian Pekerjaan Umum (PU).

Nantinya, sekolah tersebut bakal diperuntukkan untuk siswa kurang mampu dari jenjang SD hingga SMA dengan kuota hingga 1.000 lebih siswa. Bahkan sistemnya nanti boarding school atau dilengkapi asrama siswa.

"Saat ini kita sedang proses verifikasi dari Kemensos dan Kementerian PU," jelas Kepala Dinas Kesehatan dan Sosial Jembrana, dr I Gusti Bagus Ketut Oka Parwata saat dikonfirmasi, Senin 22 Juni 2026. 

Dia melanjutkan, rencananya Sekolah Rakyat yang terletak di Banjar Pangkung Tanah, Desa/Kecamatan Melaya tersebut disediakan untuk jenjang SD hingga SMA. Total kuota yang bakal disediakan hingga 1.000 lebih siswa untuk warga seluruh Jembrana.

"Kuotanya banyak, sekitar 1.000an nanti. Kemudian untuk data sementara warga kita yang kurang mampu sekitar 8.000an orang," ungkapnya. 

Dia berharap, sekolah ini nantinya menjadi tempat yang meringankan beban orang tua dan nyaman untuk pembelajaran bagi anak-anak Jembrana khususnya dari keluarga kurang mampu.

"Astungkara sekolah rintisan ini nanti bisa membantu masyarakat kita terutama yang kurang mampu," tandasnya. 

Sebelumnya, Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan dan Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna telah melakukan pembahasan terkait rencana pembangunan Sekolah Rakyat melalui zoom meeting dengan Kementerian Sosial belum lama ini.

Menurut Bupati Kembang, pihaknya sudah mengusulkan dan menyiapkan lahan (yang diberikan Pemprov Bali) seluas 5,9 hektare di wilayah Desa/Kecamatan Melaya. Alasan utama pengusulan adanya atau dibangunnya sekolah rakyat tersebut karena angka kemiskinan di Gumi Makepung masih cukup tinggi. 


"Kami khawatir anak putus sekolah karena kurang biaya sehingga dibutuhkan sekolah rakyat ini. Sehingga anak Jembrana yang kurang mampu nanti bisa sekolah di sana," ungkapnya. 


Menurutnya, sekolah rakyat tersebut nantinya akan bersifat boarding sekolah atau dilengkapi asrama tempat anak sekolah tinggal. Kemudian juga bakal dilengkapi fasilitasi atau sarana prasarana yang lengkap serta dilengkapi SDM atau tenaga pengajar yang mumpuni. 


Meskipun lokasinya di Melaya, kata dia, ini untuk seluruh anak kita di seluruh Jembrana. Mereka nantinya bisa mengenyam pendidikan mulai jenjang SD, SMP, SMA.


"Operasional juga nantinya ada dari Pusat, diharapkan  bisa ada di Jembrana. Kami harap bisa membantu anak-anak kita khususnya yang kurang mampu," harapnya. 


Disinggung mengenai kuota siswa serta SDM yang bakal melakukan pembelajaran? Bupati asal Desa Pangyangan, Kecamatan Pekutatan ini menyebutkan masih dalam pembahasan. Dirinya masih belum melihat teknis secara rinci terkait kuota siswa. Namun yang jelas untuk SDM tentunya sangat berpeluang diisi oleh tenaga pengajar atau tenaga pendidik dari Jembrana.


"Untuk kuota kami masih belum tau pastinya. Kemudian untuk SDM sendiri tentunya bakal bisa diisi oleh warga Jembrana sepanjang memenuhi syarat yang ditentukan dan perekrutan berjalan secara kompetitif dan transparan," tandasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.