Sosok drg Edra Brahmantya, Kembangkan Klinik dan Bisnis Keluarga di Surabaya Melalui Studi S3
Titis Jati Permata June 22, 2026 03:32 PM

 

SURYA.co.id, SURABAYA – Di tengah kesibukan sebagai dokter gigi, drg. Edra Brahmantya Susilo, M.M., Sp.KG menjalani peran ganda sebagai pengusaha yang mengembangkan klinik serta bisnis keluarga.

Ia juga melanjutkan studi hingga jenjang S3 di Universitas Ciputra Surabaya, Jawa Timur, dengan fokus pada bisnis keluarga, yang menurutnya memberi banyak perubahan dalam cara berpikir dan mengelola usaha.

“Kalau saya pribadi, yang paling terasa dari S2 sampai S3 itu perubahan cara berpikir dan cara menganalisis bisnis,” ujar ketua Ikatan Alumni UC ini kepada SURYA.co.id, Senin (22/6/2026).

Bangun Klinik Gigi

Perjalanan bisnisnya tidak terjadi secara instan. Berawal dari profesi sebagai dokter gigi, Edra kemudian mulai terlibat dalam usaha keluarga di bidang kontraktor yang dirintis orang tuanya.

Dari pengalaman tersebut, ia kemudian mengembangkan usaha sendiri dengan membangun klinik gigi yang mulai berjalan sejak 2018 dan terus bertumbuh hingga kini memiliki beberapa cabang di Surabaya dan sekitarnya. 

“Awalnya saya dokter gigi saja, lalu terlibat di bisnis keluarga. Kemudian tahun 2018 mulai membangun klinik gigi dan berkembang sampai sekarang,” katanya.

Baca juga: Mahasiswa Universitas Ciputra Gelar Pameran Sinestesia: Visualisasikan Emosi Gen Z

Ia mengaku bahwa keputusan melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 hingga S3 di Universitas Ciputra tidak hanya didorong oleh keinginan pribadi, tetapi juga peran orang tua.

“Yang mendorong saya S3 itu orang tua saya. Tapi setelah dijalani, ternyata banyak manfaatnya,” ujarnya.

Namun, seiring berjalannya waktu, ia justru merasakan manfaat yang lebih luas, terutama dalam pola pikir dan kemampuan analisis bisnis.

Tak Hanya Belajar Teori

Menurutnya, pembelajaran di UC tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga sangat dekat dengan praktik karena lingkungan akademiknya didominasi oleh para pelaku usaha.

“Di UC itu bukan hanya belajar teori, tapi juga diskusi dengan teman-teman yang sebagian besar sudah punya pengalaman bisnis,” tambahnya.

Edra menempuh S2 di Universitas Ciputra pada 2013 hingga 2015, kemudian melanjutkan S3 di kampus yang sama dengan kajian yang masih berkaitan dengan bisnis keluarga.

Dalam proses studinya, ia juga menekankan pentingnya pengalaman langsung dalam dunia usaha, terutama saat harus membagi waktu antara kuliah, praktik dokter gigi, pengelolaan klinik, dan keterlibatan dalam bisnis keluarga.

“Semuanya dilakukan bertahap, tidak bisa langsung sekaligus. Sambil jalan kita belajar mengatur waktu,” katanya.

Riset Doktoral

Dalam riset doktoralnya, Edra meneliti transformasi pengetahuan tidak tertulis atau tacit knowledge dalam bisnis keluarga, khususnya proses suksesi dari generasi pertama ke generasi berikutnya. 

Ia menyoroti fakta banyak bisnis keluarga menghadapi tantangan besar dalam proses peralihan generasi, dengan tingkat kegagalan yang cukup tinggi.

“Pengetahuan dari orang tua itu banyak yang tidak tertulis, hanya berdasarkan pengalaman. Itu yang saya coba angkat agar bisa ditransformasikan,” jelasnya.

Selain aktivitas akademik, Edra juga aktif dalam Ikatan Alumni Universitas Ciputra sebagai Ketua Umum. Ia menilai komunitas alumni tersebut memiliki peran penting dalam memperluas jaringan dan membuka peluang kolaborasi bisnis.

“Relasi di kampus itu tidak hanya berhenti di kelas, tapi bisa berkembang menjadi jaringan bisnis, bahkan pasien juga,” ungkapnya.

Ia menilai pengalaman berkuliah di Universitas Ciputra memberikan lebih dari sekadar gelar akademik, tetapi juga ekosistem yang mendukung pengembangan kewirausahaan secara berkelanjutan.

Ekosistem Family Business UC

Humas Universitas Ciputra, Erlita Dwi Tantri, menyebut UC memiliki ekosistem family business yang tidak hanya melibatkan mahasiswa, tetapi juga para orang tua.

“Di UC ini kami punya ekosistem family business yang kuat. Tidak hanya mahasiswa yang terlibat, tetapi juga orang tua ikut terhubung dalam komunitas, sehingga ada proses transfer pengalaman antar generasi,” ujar Erlita.

Ia menambahkan bahwa dalam beberapa kegiatan, orang tua juga dilibatkan secara langsung untuk berbagi pengalaman membangun usaha, sehingga terjadi jembatan antara generasi pendiri dan penerus bisnis.

“Sering kali orang tua dan anak sama-sama terlibat dalam komunitas ini. Dari situ terjadi dialog dan saling memahami dalam pengembangan bisnis keluarga,” tambahnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.