SURYA.CO.ID SURABAYA - Musim hujan yang masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia menuntut pemilik kendaraan lebih disiplin dalam melakukan perawatan.
Perubahan cuaca yang tidak menentu, ditambah genangan air yang kerap mengandung lumpur, pasir, hingga zat korosif, dapat mempercepat kerusakan bodi mobil jika tidak segera ditangani.
Kondisi tersebut tidak hanya berisiko menimbulkan karat pada bagian bawah kendaraan, tetapi juga dapat menyebabkan kebocoran apabila terdapat celah atau keropos pada bodi.
Jika dibiarkan, air bisa masuk ke dalam kabin dan memicu bau tidak sedap hingga kerusakan yang membutuhkan biaya perbaikan tidak sedikit.
Perawatan bodi mobil menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian khusus selama musim hujan. Selain menjaga tampilan kendaraan, perawatan ini penting untuk mencegah korosi dan menghindari masuknya air ke dalam kabin.
Baca juga: Peremajaan Mobil Tua Kian Diminati, Anti Karat dan Kaca Film Jadi Kunci Kenyamanan
Salah satu langkah yang direkomendasikan adalah melakukan proteksi anti karat secara menyeluruh. Perlindungan ini tidak hanya melapisi permukaan bodi, tetapi juga membantu menutup retakan-retakan halus yang berpotensi menjadi jalur masuk air.
Pemilik kendaraan juga disarankan memeriksa bagian bawah mobil secara berkala. Area kolong yang sering terpapar air hujan dan genangan rentan mengalami keropos. Jika mulai terlihat pori-pori pada lapisan bodi, hal itu bisa menjadi tanda awal terjadinya korosi.
Retakan kecil atau keropos halus yang kerap tidak terlihat juga berisiko menyebabkan kebocoran ketika kendaraan menerobos genangan air. Karena itu, penanganan sejak dini menjadi langkah penting untuk mencegah kerusakan yang lebih luas.
Selain kolong kendaraan, jalur pembuangan air atau talang juga perlu mendapat perhatian. Bagian ini sering menjadi tempat menumpuknya kotoran, pasir, maupun sisa sampah yang terbawa air hujan.
“Setelah semua dibersihkan dan dicuci dengan cairan khusus maka selanjutnya agar lebih aman di lakukan penyemprotan anti karat,” kata Jason dari Fit Gloss Auto Care Center, Jemursari Surabaya, Senin (22/6/2026).
Menurutnya, kotoran yang menumpuk dalam waktu lama dapat memicu timbulnya karat meski kendaraan telah mendapatkan lapisan pelindung dari pabrikan.
Jason menjelaskan, proses aplikasi anti karat sebenarnya tidak membutuhkan waktu lama. Kendaraan dapat langsung digunakan kembali setelah pengerjaan selesai. Namun, untuk hasil yang lebih maksimal, pemilik mobil disarankan menunggu hingga lapisan anti karat benar-benar mengering.
Baca juga: Mobil Mulus Terus dan Bebas Gores Berkat PPF, Kini Hadir Di Fitgloss Auto Care Center
Saat ini banyak pemilik kendaraan yang memilih melakukan perlindungan anti karat secara mandiri menggunakan produk yang tersedia di pasaran. Meski demikian, kualitas hasil pengerjaan tetap menjadi faktor utama yang perlu diperhatikan.
Menurut Jason, keberhasilan proteksi anti karat tidak hanya ditentukan oleh produk yang digunakan, tetapi juga detail proses penyemprotannya.
"Kolong mobil dan rumah roda adalah area yang paling sering bertemu dengan air, untuk proses ini mobil harus diangkat," imbuhnya.
Ia menambahkan bahwa musim hujan dapat menjadi ancaman serius bagi kendaraan yang jarang dirawat.
"Hujan bisa menjadi berkah tapi bisa juga bencana bagi sebagian pemilik mobil karena mobil bisa berkarat," tambahnya.
Selain melakukan proteksi anti karat, pemilik kendaraan juga dapat menerapkan langkah sederhana untuk memperpanjang usia pakai mobil. Salah satunya dengan membilas kendaraan menggunakan air bersih setelah terkena hujan, terutama pada area sekitar kolong dan rumah roda.
Pembersihan akan lebih efektif jika menggunakan semprotan air bertekanan tinggi sehingga sisa lumpur, pasir, dan kotoran yang menempel dapat terangkat sempurna.
Bagian pelek, kaliper, dan cakram rem juga perlu dibersihkan secara rutin. Pasir yang menempel pada komponen rem dapat mengganggu kinerja pengereman sekaligus mempercepat keausan komponen.
Untuk biaya proteksi anti karat, besarannya bervariasi tergantung jenis kendaraan dan material yang digunakan. Secara umum, biaya yang diperlukan berkisar antara Rp1,6 juta hingga Rp6 juta.
“Khusus untuk bulan ini saat musim hujan ada promo yang menarik ,” pungkasnya.