PROHABA.CO - Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) secara aktif memperkuat wawasan kebangsaan untuk membentengi generasi muda dari berbagai ancaman, seperti radikalisme, polarisasi, dan dampak negatif arus informasi global.
Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga persatuan di tengah derasnya disrupsi budaya asing.
Upaya penguatan ideologi ini difokuskan pada empat konsensus dasar, yakni menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.
Kesbangpol Kota Banda Aceh menanamkan pemahaman bahwa wawasan kebangsaan bukan sekadar hafalan, melainkan cara pandang dan benteng moral utama masyarakat.
Seluruh jajaran Kesbangpol, mulai dari Kepala Badan, Kepala Bidang, Kepala Seksi, hingga staf, memanfaatkan berbagai momen strategis untuk menyosialisasikan hal ini, khususnya kepada kaum pelajar.
Melalui wawasan yang kuat, generasi penerus bangsa diharapkan memiliki karakter tangguh, cinta tanah air, toleran, serta mampu menghargai keberagaman.
Di era digital, tantangan terbesar dalam menjaga ideologi bangsa adalah penyebaran disinformasi dan hoaks yang dapat memecah belah.
Oleh karena itu, pembinaan yang dilakukan pemerintah daerah memiliki tiga tujuan utama:
1. Pembentukan Karakter, yakni menanamkan sikap cinta tanah air dan rela berkorban bagi bangsa dan negara.
2. Literasi digital, yaitu mendorong generasi muda agar lebih bijak dan kritis dalam menyaring informasi di media sosial.
3. Pembumian Pancasila, yakni mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam tindakan bermasyarakat sehari-hari.
Melalui program-program berkelanjutan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Banda Aceh, diharapkan generasi muda dapat menjadi agen perubahan dan duta kebangsaan yang mampu menjaga kedamaian di tengah masyarakat. (*)