TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Lulusan Sekolah Dasar (SD) dari luar daerah mulai saling sikut untuk mengamankan kursi jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Yogyakarta.
Fenomena ini terlihat pada hari pertama pengajuan akun dan verifikasi berkas Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMP jalur prestasi umum, Senin (22/6/2026).
Berdasarkan pantauan Tribun Jogja di SMP Negeri 6 Yogyakarta, puluhan orang tua murid tampak mendatangi posko pelayanan untuk melakukan verifikasi data dan berkonsultasi mengenai alur pendaftaran.
Panitia SPMB SMP Negeri 6 Yogyakarta, Eka Susanti, mengungkapkan bahwa mereka yang datang pun tidak hanya berasal dari dalam provinsi DIY saja.
"Jadi yang hari ini ke sini itu adalah siswa-siswa dari luar Kota Yogyakarta. Tadi ada yang dari Sleman, Bantul, bahkan ada dari Solo dan Kalimantan," terangnya.
Menurutnya, rata-rata orang tua siswa yang datang langsung ke sekolah membutuhkan bantuan terkait verifikasi Kartu Keluarga (KK) serta pemahaman alur pendaftaran digital yang dinilai masih membingungkan bagi sebagian orang.
Baca juga: Kendala Gaptek Warnai Pelaksanaan Hari Pertama SPMB SMP Kota Yogya 2026 Jalur Prestasi Umum
Tingginya minat siswa luar daerah ini membuat persaingan untuk memperebutkan jatah kuota di jalur prestasi umum menjadi sangat ketat.
Eka memaparkan, sampai dengan pukul 12.03 WIB, SMP Negeri 6 Yogyakarta mencatat sudah ada 48 pendaftar dari berbagai daerah yang melakukan verifikasi berkas.
Padahal, lanjutnya kuota yang disediakan untuk jalur ini sangat terbatas, atau hanya 10 persen dari total kapasitas daya tampung masing-masing sekolah.
"Untuk verifikasi di SMP Negeri 6 itu sudah ada 48 (pendaftar) sampai jam 12.03 WIB, khusus jalur prestasi umum. Sementara kuota daya tampung di SMPN 6 sendiri hanya ada 22 kursi, karena ketentuannya hanya 10 persen dari daya tampung," ucapnya. (aka)