BANGKAPOS.COM, BANGKA — Meski gedung belum berdiri dan pembangunan fisik baru akan dimulai bulan Juli, antusiasme masyarakat terhadap kehadiran SMAN 5 Pangkalpinang cukup tinggi. Hingga 22 Juni 2026, sebanyak 40 calon siswa telah mendaftarkan diri melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.
Mayoritas pendaftar berasal dari kawasan sekitar lokasi pembangunan sekolah, seperti Air Kepala Tujuh, Tua Tunu Indah, Bukit Merapin hingga Kacang Pedang.
Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Deswarman, mengatakan proses SPMB SMAN 5 Pangkalpinang telah dimulai sejak 8 Juni 2026 melalui jalur prestasi dan afirmasi.
Pada tahap pertama tersebut, terdapat tujuh siswa yang mendaftarkan diri. Kemudian, memasuki pembukaan jalur domisili pada 19 hingga 24 Juni 2026, jumlah pendaftar terus bertambah hingga mencapai 40 orang.
"SPMB sudah dimulai sejak 8 Juni. Untuk jalur prestasi dan afirmasi ada tujuh siswa yang mendaftar. Kemudian pada 19 sampai 22 Juni jumlah pendaftar sudah mencapai 40 orang dan diperkirakan masih akan terus bertambah hingga masa pendaftaran berakhir," kata Deswarman kepada Bangkapos Senin(22/06/2026).
Menurutnya, antusiasme masyarakat sekitar cukup tinggi karena keberadaan SMAN 5 Pangkalpinang memang sangat dinantikan warga yang selama ini harus bersaing masuk ke SMAN 1 maupun SMAN 3 Pangkalpinang.
"Antusiasme masyarakat sekitar cukup tinggi walaupun sekolah baru akan dibangun Jalur domisili ini sudah diserbu. Untuk Zona 1 sudah ada 34 siswa yang mendaftar berasal dari Air Kepala Tujuh, Tua Tunu Indah, Bukit Merapin dan Kacang Pedang," katanya.
"Kemudian untuk Zona 2 terdapat enam siswa yang sudah mendaftar dari Jerambah Gantung, Bukit Sari, Taman Bunga dan Air Salemba," ujarnya.
Deswarman mengatakan tingginya minat masyarakat menunjukkan bahwa keberadaan SMAN 5 Pangkalpinang memang sangat dibutuhkan untuk memperluas akses pendidikan menengah di kawasan Gerunggang dan sekitarnya.
Menurutnya, dari target tiga rombongan belajar (rombel) dengan kapasitas 36 siswa per kelas atau total 108 siswa, saat ini satu rombel sudah hampir terisi penuh.
"Anak-anak yang sesuai domisili dengan SMAN 5 ini sangat antusias. Dari target tiga kelas atau tiga rombel dengan masing-masing 36 siswa, saat ini satu kelas sudah penuh, tinggal dua kelas lagi yang akan kita isi," katanya.
Salah satu calon siswa yang telah mendaftar adalah Alvintara (16), lulusan SMP Negeri 9 Pangkalpinang yang tinggal sekitar dua menit dari lokasi lahan pembangunan SMAN 5 Pangkalpinang.
Alvintara mengaku saat ini berada di peringkat pertama sementara jalur domisili.
"Alhamdulillah sempat enggak nyangka juga, tapi hasil SPMB ini sesuai dengan yang diharapkan. Rumah saya dekat, jadi memang tidak bohong kalau sekarang peringkat satu," katanya.
Ia menilai selain faktor domisili, nilai akademik yang dimilikinya juga turut menjadi penunjang.
"Kemungkinan selain domisili, nilai saya juga cukup dan ada nilai tambah dari domisili," ujarnya.
Menurut Alvintara, apabila mendaftar ke SMAN 1 atau SMAN 3 Pangkalpinang, peluangnya kemungkinan tidak sebesar sekarang karena wilayah tempat tinggalnya berada pada zona terluar.
"Kemungkinan kalau saya masuk SMAN 1 atau SMAN 3, posisi saya lebih jauh di bawah karena semuanya sudah masuk zona tiga," katanya.
SMAN 5 Pangkalpinang sendiri akan menerima sebanyak 108 siswa pada tahun pertama. Selama pembangunan gedung berlangsung, seluruh kegiatan belajar mengajar akan dilaksanakan sementara di SMAN 3 Pangkalpinang.
Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menargetkan pembangunan fisik sekolah dimulai pada Juli 2026 dan selesai pada akhir tahun dengan memakai biaya Rp6,7 Miliar. Sehingga siswa angkatan pertama diharapkan sudah dapat menempati gedung baru pada semester kedua tahun ajaran 2026/2027.
(Bangkapos.com/Erlangga)