Laporan wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin
TRIBUNPRIANGAN.COM, KOTA TASIKMALAYA - Pemilik kolam yang terdampak tercemar limbah pembuangan air lindi TPA Ciangir meminta kompensasi dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya, Senin (22/6/2026).
Hal ini menyusul 98 kolam tercemar air pembuangan limbah hingga ribuan ikan mati mendadak yang terjadi pada Minggu (21/6/2026).
Adapun untuk saat ini kolam sudah kembali normal karena warga meminta ditutup sementara pembuangan limbah di kolam IPAL TPA Ciangir Tamansari.
"Memang untuk saat ini kolam agak normal dan air saluran juga bening, tidak seperti kemarin hitam pekat dan bau amis," ungkap pemilik kolam Umar ditemui TribunPriangan.com.
Baca juga: 98 Kolam Ikan Warga Tasikmalaya Tercemar Lindi TPA Ciangir, Bau dan Berwarna Hitam
Umar menjelaskan, di wilayahnya ada dua jalur saluran air, yakni arah Mugarsari dan Sirnasari, serta ke saluran ke Cikembang Kota Tasikmalaya.
"Bahkan dampak airnya gatal-gatal usai membersihkan sampah yang mampet ke saluran, tangan saya kaya korengan, bahkan ke badan juga kaya iritasi," jelas Umar.
Kejadian ini terus berulang selama tiga tahun kebelakang, dan sampai sekarang belum ada solusi jitu terkait kondisi kolam yang tercemar limbah pembuangan Ipal TPA Ciangir.
"Dari yang parah 2024, 2025 mendingan ga ada kejadian, dan tahun 2026 ada lagi kejadian. Meskipun UPTD juga langsung melihat kelokasi, tapi solusinya belum ada," keluh Umar.
Tidak hanya di kampung Sirnagalih yang terdampak, tapi kampung lain juga sama kondisi kolam berubah warna dan ikan mati mendadak.
"Di RT kami ada 98 kolam, yang Mugarsari 34 kolam, di dua kampung dari dua kelurahan yang berbeda. Sedangkan kolam yang terdampak ada ikan gurame, mujair, nilem, dan ikan emas. Beruntung masih bisa diselamatkan tapi tidak semua," tuturnya.
Ia berharap ada kompensasi dari dinas terkait bagi kolam yang terdampak akibat resapan air Lindi Ipal TPA Ciangir Tasikmalaya.
"Kemarin belum ada kesepakatan, hanya permintaan warga pengen ditutup secepatnya saluran pembuangan, hanya kerugian belum ada catatan, karena yang keliatan UPTD ada 25 kilo mati semua ikannya," tambahnya.
Umar menegaskan, kondisi ini kerap berulang dan seharusnya bisa segera dicarikan solusi supaya tidak kembali terjadi.
"Harapannya dari warga minta ke pihak terkait jangan cuma janji, warga Sirnagalih jangan dijadiin korban. Kalau buat kepentingan warga kota Tasik, kami juga warga, jangan disamakan dengan yang lain, pengen ada solusi terbaik," tegas Umar.(*)