BANGKAPOS.COM, BANGKA - Laga kedua melawan Austria, diprediksi akan kembali menjadi panggung bagi La Pulga Lionel Messi untuk melanjutkan trend positif di ajang Piala Dunia 2026.
Torehan hattrick atau tiga gol di laga perdana melawan Aljazair, kian menjadi bukti bagi mantan pemain FC Barcelona berusia 38 tahun ini belum habis.
Melawan Austria pada Selasa (23/6/2026) pukul 00.00 wib, diprediksi akan mengamankan tiket lolos ke babak penyisihan grup.
Terlebih Argentina dan Austria kini sama-sama telah mengoleksi tiga poin, dalam persaingannya dengan Yordania dan Aljazair di grup J.
Ketua PSSI Kota Pangkalpinang, Henry Sujono atau yang akrab disapa Gueng dalam podcast Bangka Pos Selebrasi Lokal optimis kemenangan bagi Argentina.
"Kalau prediksi skor, saya pegang Argentina menang 2-1. Partai ini, menjadi ajang pembuktian bagi Messi. Selain itu, kedua tim juga harus mengamankan tiket lolos. Jika salah satu menang, maka posisinya akan aman dan dipastikan melaju ke babak penyisihan," ujar Gueng, Senin (22/6/2026).
Bagi Lionel Messi untuk pertandingan melawam Austria, juga menjadi peluang untuk memecahkan rekor gol terbanyak di ajang Piala Dunia.
Saat ini pemilik delapan Balon d'Or, berada di puncak top skor sepanjang massa Piala Dunia, dengan torehan 16 gol atau sama dengan gol yang dicetak legenda Jerman Miroslav Klose.
'Ya kekuatan lini depan Argentina, ada pada kecepatannya Messi. Messi juga punya kelebihan yang unik, dia tidak banyak bergerak tetapi pikirannya selalu bekerja," tuturnya.
Gueng menilai Lionel Messi memiliki kemampuan, untuk mematahkan banyak strategi yang digunakan oleh para pelatih.
Visi atau pembacaan permainan hingga pergerakan rekan ataupun lawan, menjadi keunggulan dan keunikan yang dimiliki oleh Messi.
Kecerdasan tersebut pun kian didukung oleh body feint atau gerakan tipuan tubuh, yang mampu mengecoh dan mengobrak-abrik pertahanan lawan.
"Messi tidak pernah mengejar bola, tetapi ketika bola ada di kakinya itu sangat berbahaya. Dalam sepak bola modern, sebelas pemain dituntut aktif, termasuk penjaga gawang. Messi berbeda dia tidak terlalu aktif bergerak, tetapi sangat pintar mencari ruang dan membuka peluang bagi rekan-rekannya," jelasnya.
Beberapa strategi pertahanan seperti man to man marking pun, diungkapkan Gueng bukan menjadi solusi untuk dapat menghentikan pemain dengan catatan 910 gol dan 410 assist.
"Kalau Austria ingin menang, mereka harus mampu memutus aliran bola ke Messi. Jika itu berhasil dilakukan, peluang mereka untuk menang atau setidaknya meraih hasil imbang akan terbuka," bebernya.
Namun memainkan Lionel Messi pun bukan jaminan mutlak bagi Argentina, untuk dapat meraih kemenangan dengan mudah.
Austria yang juga secara historis pernah bermain imbang melawan Argentina, juga diprediksi akan bermain ngotot demi lolos dari fase grup.
"Memang Argentina lebih diunggulkan, tetapi mereka tetap harus berhati-hati. Austria memiliki sistem transisi cepat, setelah merebut bola. Tim ini punya filosofi bermain, dengan strategi gegen pressing atau pressing ketat secara menyeluruh," ungkapnya.
(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)