TRIBUN-VIDEO — Di tengah gejolak geopolitik yang mengguncang dunia, ada satu pelajaran penting dari industri pelayaran, badai tidak selalu membuat kapal berhenti berlayar.
Konflik di Timur Tengah yang sempat mengganggu jalur perdagangan global menjadi ujian bagi banyak perusahaan logistik dan pelayaran.
Namun bagi PT Samudera Indonesia, situasi semacam itu bukanlah hal baru.
Pengalaman panjang justru menjadi modal untuk tetap tenang, beradaptasi, dan mencari peluang di tengah ketidakpastian.
Hal itu disampaikan Bani dalam program Ngobrol Bareng Cak Febby (Ngocak Febby) di Studio Tribunnews, Jakarta, Kamis (22/6/2026).
Berpegang pada nilai warisan pendiri—sabar, tabah, tekun, dan iman—Samudera Indonesia terus berkembang dari perusahaan nasional menjadi pemain global yang kini beroperasi hingga Eropa dan Amerika Selatan.
Di saat yang sama, perusahaan tetap menjaga komitmen sosial melalui program Perahu Sekolah, yang membantu anak-anak di daerah terpencil menyeberangi sungai dan perairan dengan lebih aman demi meraih pendidikan.
Bagaimana Samudera Indonesia menghadapi konflik yang mengguncang jalur pelayaran dunia?
Mengapa krisis justru dipandang sebagai peluang untuk bertumbuh?
Apa makna empat nilai warisan pendiri yang masih relevan hingga hari ini?
Bagaimana perusahaan Indonesia mampu bersaing di panggung internasional?
Dan pelajaran kepemimpinan apa yang dipetik Bani Maulana Mulia dari perjalanan panjangnya di dunia korporasi?
Temukan jawabannya dalam wawancara eksklusif yang sarat inspirasi tentang ketangguhan, perubahan, dan keberanian untuk terus melaju di tengah badai.
Saksikan selengkapnya hanya di YouTube Tribunnews!