Kronologi Ajudan Danrem Brigjen Yuniar Ditolak Masuk Area Mandiri Jogja Marathon, Kini Minta Maaf
Weni Wahyuny June 22, 2026 04:46 PM

TRIBUNSUMSEL.COM — Pihak Korem 072/Pamungkas Yogyakarta memberikan penjelasan resmi terkait video viral mengenai seorang ajudan Komandan Korem (Danrem) yang dilarang masuk ke area steril oleh panitia Mandiri Jogja Marathon (MJM) di Candi Prambanan, Klaten, Jawa Tengah.

Insiden yang sempat memicu adu mulut tersebut dipastikan terjadi akibat kesalahpahaman terkait aturan nomor dada (Body Identification Number/BIB).

Adapun acara Mandiri Jogja Marathon 2026 berlangsung di kawasan Candi Prambanan, Yogyakarta, Minggu (21/6/2026).

Baca juga: Sosok Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono Danrem 072 Pamungkas, Lulusan Akmil Tahun 1997

Danrem 072/PMK, Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono dalam keterangan tertulisnya menyampaikan bahwa ia memiliki 4 tiket umum dan 1 tiket undangan Muspida.

Danrem mengikuti event lari ini bersama keluarga yakni istri, 1 anak, dan 1 ajudan.

Sejak awal start, seluruh rombongan termasuk sang ajudan sudah mematuhi aturan dengan mengenakan jersey resmi serta nomor dada (BIB) yang terpasang di pakaian masing-masing.

Saat melintasi rute lari, ajudan tersebut bertugas mengambil dokumentasi foto.

Ia pun berlari mendahului Danrem dan keluarga demi mengambil sudut foto yang bagus.

Saat itu, sang ajudan masih mengenakan kaus atau kostum lari resmi dari panitia.

Kemungkinan saat di jalan padat, ajudan melaksanakan lari nomor dadanya terjatuh dan ajudan tidak menyadarinya.

Masalah muncul ketika rombongan hendak memasuki area steril Mandiri Jogja Marathon di Candi Prambanan.

Baca juga: Momen HUT ke-80 Bhayangkara, Polisi Gandeng TNI & Pecinta Alam Bersihkan Sampah di Bukit Putri Lahat

Petugas lapangan (marshall) mengadang sang ajudan lantaran tidak melihat adanya BIB yang menempel di badannya.

Situasi ini kemudian memicu kesalahpahaman ketika petugas di lapangan tidak melihat nomor dada tersebut dan menolak akses di beberapa titik area lomba Mandiri Jogja Marathon 2026.

Sesuai regulasi ketat event, peserta tanpa BIB dilarang keras masuk demi keamanan.

Akibat salah paham dan situasi di lapangan yang dinamis, sempat terjadi adu mulut atau cekcok antara ajudan Danrem dan petugas marshall di lokasi.

Mediasi

Kapenrem 072/Pamungkas Yogyakarta, Mayor Inf Suwito mengatakan bahwa video viral terkait peristiwa tersebut sudah diselesaikan dengan cara kekeluargaan.

“Terjadi kesalahpahaman saja, sudah bertemu dan saling memaafkan,” ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Senin (22/6/2026).

Dalam keterangan tersebut juga dijelaskan bahwa dari Korem 072/Pamungkas sudah menemui panitia penyelenggara Mandiri Jogja Marathon (MJM). Mediasi berlangsung pada Minggu (21/6/2026) petang di Hotel Tentrem, Jetis, Kota Yogyakarta.

Pihaknya juga mengirimkan video dari Penerangan Kodam IV/Diponegoro.

Kedua belah pihak juga merilis video klarifikasi bersama melalui Penerangan Kodam IV/Diponegoro:

Baca juga: Mantan Kaskostrad dan Pangdam Udayana, Ini Rekam Jejak Mentereng Letjen TNI Purn Setyo Sularso

Permintaan Maaf Ajudan Danrem:

"Saya ingin menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian saya saat mengikuti lari, dengan menggunakan jersey namun tidak menggunakan BIB. Saya menyadari bahwa tindakan tersebut merupakan kesalahan dan tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.

Saya memohon maaf kepada penyelenggara, seluruh petugas dan relawan, serta peserta yang terdampak," ujar ajudan Danrem yang menyatakan bertanggung jawab penuh atas kekeliruannya.

Permintaan Maaf Petugas Marshall:

Sementara itu, salah satu marshall juga menyampaikan permohonan maaf atas peristiwa ini.

"Saya juga memohon maaf atas tindakan saya yang berlebihan dan saya juga menganggap masalah ini telah selesai," ungkap salah satu perwakilan marshall yang berjaga saat kejadian.

Pihaknya juga mengirimkan keterangan resmi pihak Korem 072/Pamungkas.

Profil Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono

Diketahui Brigjen TNI Yuniar baru menjabat sebagai Danrem mulai bulan Juni 2026 ini.

Setelah resmi menggantikan Brigjen TNI Bambang Sujarwo (Alumni Akmil 1995) yang bergeser menjadi Kasdam XII/Tanjungpura.

Lalu siapakah sosok Brigjen Yuniar Dwi Hantono lebih dekat?

Berdasarkan penelusuran Tribunsumsel.com, Minggu (21/6/2026) Yuniar Dwi Hantono merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) 1997.

Dirinya merupakan alumni kecabangan Artileri Medan (Armed).

Adapun Brigjen TNI Yuniar memiliki kecakapan teruji dalam diplomasi pertahanan.

Terbukti setelah dirinya sempat ditunjuk menjadi salah satu perwakilan Markas Besar (Mabes) TNI untuk mengikuti program pendidikan pertahanan global di luar negeri, termasuk kursus prestisius di Inggris pada tahun 2025 lalu.

Pengalaman internasional ini kian memperkuat kapasitas kepemimpinannya sebelum ditarik memimpin wilayah teritorial strategis di Yogyakarta dan sekitarnya melalui Korem 072/Pamungkas.

Sebelum resmi menjabat sebagai Danrem 072/Pamungkas, Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono telah mengantongi rentetan pengalaman teritorial dan staf yang matang di berbagai komando daerah militer.

Rekam Jejak Karier Brigjen TNI Yuniar:

  • Dandim 1304/Gorontalo (2016): Mengawali kepemimpinan teritorial di tingkat kabupaten/kota.
  • Danmen Armed 2/Sthira Yudha (2018): Memimpin satuan elite kecabangan Artileri Medan.
  • Kasubditbinmantrolik Sdirbinum Pussenarmed: Bertugas di Pusat Kesenjataan Artileri Medan.
  • Kasrem 152/Baabullah Kodam XV/Pattimura (2024): Menjadi orang nomor dua di jajaran Korem Maluku Utara.
  • Paban VIII/Binkumtaltibprot Spersad (2025): Bertugas di lingkungan Staf Personel Angkatan
  • Darat (Spersad) Mabesad sebelum akhirnya mendapat promosi bintang.
  • Danrem 072/Pamungkas Kodam IV/Diponegoro (2026)

(*)

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.