Sistem Kelistrikan Jawa Berangsur Pulih, PLN Pastikan Pasokan Listrik Kembali Normal
Kemal Setia Permana June 22, 2026 05:11 PM

TRIBUNJABAR.ID - Setelah beberapa pekan berkutat dengan gangguan aliran listrik, pihak PLN memberikan kabar terbaru soal kondisi pembangkit sistem.

PLN memastikan sistem kelistrikan Pulau Jawa terus mengalami pemulihan akibat keluarnya dua pembangkit dari sistem.

Proses perbaikan dan penguatan pasokan dilakukan secara intensif untuk menjaga pasokan listrik di wilayah Jawa.

Perbaikan ini dipantau langsung oleh jajaran direksi PLN dari pusat pengatur beban di Cinere, Jawa Barat, guna memastikan stabilitas sistem tetap terjaga.

Upaya pemulihan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pasokan energi primer hingga pembangkitan listrik agar kebutuhan masyarakat kembali terpenuhi secara optimal.

Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menyampaikan bahwa kondisi sistem kelistrikan di Pulau Jawa kini menunjukkan perbaikan yang signifikan dan terus mengarah pada stabilitas.

"Malam ini Direksi PLN Persero berada di unit pusat pengatur beban di Cinere, Jawa Barat dalam rangka memonitor dan juga menjaga agar upaya perbaikan sistem kelistrikan di Pulau Jawa berjalan lancar. Kami ingin sampaikan bahwa sistem kelistrikan di Pulau Jawa berangsur-angsur membaik," kata Darmawan dikutip dari video yang dikirimkan PLN dalam konferensi pers, Minggu malam (22/6/2026).

Menurut Darmawan, pasokan energi primer yang sesuai dengan kebutuhan pembangkit telah kembali normal sehingga mendukung proses pemulihan sistem secara bertahap.

Baca juga: Masjid di Jabar Terdampak Pemadaman Listrik, Pengeras Suara Mati hingga Pengajian Terganggu

Menurutnya, gangguan sebelumnya terjadi setelah dua pembangkit milik Independent Power Producer (IPP) mengalami kendala teknis dan harus keluar dari sistem kelistrikan Jawa.

Kondisi terkini, salah satu pembangkit kini telah kembali beroperasi.

"Malam ini kami menyampaikan kabar yang baik, salah satu pembangkit berhasil dipulihkan dan tadi pukul 18.00 WIB sudah sinkron dengan sistem kelistrikan Pulau Jawa dan mulai memasok listrik untuk menambah keandalan sistem kelistrikan di Pulau Jawa. Untuk itu pemadaman bergilir yang terjadi di minggu lalu hari ini sudah berhasil diminimalisir," jelasnya.

Sampaikan Permohonan Maaf

PLN menegaskan bahwa proses pemulihan sistem kelistrikan dilakukan secara berkelanjutan dengan pemantauan 24 jam penuh oleh tim teknis di seluruh lini operasional.

Darmawan menyebut pihaknya terus memperkuat rantai pasok energi primer serta meningkatkan keandalan pembangkit agar sistem kelistrikan Pulau Jawa semakin stabil ke depannya.

"Kami mengupayakan yang terbaik agar perbaikan yang sudah berlangsung ini bisa terus terjaga dan terus ditingkatkan," tegasnya.

Darmawan turut menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan akibat pemadaman bergilir yang terjadi sebelumnya, sekaligus meminta doa dan dukungan agar proses normalisasi sistem kelistrikan Pulau Jawa dapat berjalan lancar.

Baca juga:  Karawang Ubah Sampah Jadi Energi, 60 Ton per Hari Tak Lagi Menumpuk di TPA Jalupang

Bisnis Terganggu

Pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah daerah, termasuk Kota Bandung, berdampak pada aktivitas pelaku usaha yang terpaksa harus menggunakan genset. 

Adit, pegawai sebuah usaha percetakan di kawasan Jalan Surapati Cicaheum (Suci), yang mengaku pekerjaan sempat terganggu akibat listrik padam selama sekitar tiga jam saat pemadaman bergilir. 

Adit mengatakan sebelum pemadaman berlangsung pihaknya sebenarnya sudah menerima informasi dari PLN sehingga dapat melakukan persiapan. 

Saat ini tempat usahanya sudah menggunakan genset untuk mengantisipasi gangguan serupa.

"Kalau sekarang sudah aman karena sudah pakai genset. Paling terasa itu waktu pemadaman pertama, kemarin karena belum ada genset," kata Adit, saat ditemui Tribunjabar.id, Minggu (21/6/2026). 

Menurut dia, pemadaman listrik yang terjadi pekan lalu berlangsung sekitar tiga jam. Dalam rentang waktu tersebut, sejumlah pekerjaan tidak dapat berjalan normal.

"Kurang lebih tiga jam. Yang pertama itu sekitar jam 16.30 WIB sampai jam 19.00," ujarnya.

Akibatnya proses produksi dan penyelesaian pesanan pelanggan mengalami keterlambatan. 

Sejumlah konsumen bahkan menyampaikan keluhan karena pesanan tidak dapat selesai sesuai jadwal.

"Deadline itu jadi molor. Banyak yang komplain karena pekerjaan enggak jalan," katanya.

Sebagian pekerjaan memang masih bisa dilakukan menggunakan sumber listrik dari genset. Namun, kapasitasnya terbatas sehingga tidak semua peralatan produksi dapat beroperasi secara maksimal.

"Masih bisa pakai genset, cuma enggak maksimal, yang nyala cuma area tertentu saja," ucapnya.

Tak hanya di sektor usaha, gangguan aliran listrik bahkan berdampak pada masjid-masjid di Jawa Barat.

Baca juga: UPDATE Panas Transfer Persib: Luka Menalo Deal Kontrak: Rela Tinggalkan Klub Demi ke Bandung

Sejumlah aktivitas mulai dari penggunaan pengeras suara hingga kegiatan pengajian, mengalami gangguan akibat terhentinya pasokan listrik dari PLN.

Sekretaris Pimpinan Wilayah (PW) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jawa Barat, Lutfi Hermawansyah, mengatakan pihaknya menerima laporan adanya dampak pemadaman listrik terhadap aktivitas masjid, terutama di sejumlah wilayah yang mengalami pemadaman bergilir.

"Kami sebagai bagian dari masyarakat tentu ikut terdampak dengan adanya pemadaman listrik bergilir ini. Harapan kami pemerintah segera melakukan antisipasi agar kondisi ini tidak terus berlanjut dan tidak berkembang menjadi krisis energi," ujar Lutfi saat dihubungi Tribun Jabar, Senin (22/6/2026).

Menurutnya, laporan yang diterima DMI salah satunya berasal dari wilayah Bogor Barat. Meski pengeras suara masjid tidak dapat digunakan saat listrik padam, aktivitas ibadah wajib tetap berlangsung sebagaimana mestinya.

"Memang pengeras suara tidak terdengar, tetapi aktivitas kemasjidan tetap berjalan. Masyarakat yang sudah terbiasa ke masjid tetap mengetahui waktu salat dan datang untuk beribadah," katanya.

Lutfi mengatakan, mayoritas masjid di lingkungan perkampungan tidak memiliki fasilitas genset, saat listrik dari PLN padam. Akibatnya, pengurus masjid hanya bisa menyesuaikan diri dengan kondisi pemadaman yang terjadi.

"Mayoritas masjid kita, terutama di kampung-kampung, tidak memiliki genset. Jadi kondisinya sama seperti masyarakat lainnya yang bergantung penuh pada pasokan listrik PLN," ucapnya.

Lutfi menyebut hanya sebagian kecil masjid berukuran besar yang memiliki fasilitas genset, untuk menjaga listrik tetap menyala saat pemadaman dilakukan PLN.

Pemadaman listrik juga berdampak pada kegiatan pengajian, yang umumnya harus dihentikan sementara.

"Kalau pengajian pasti terganggu. Bahkan untuk sementara banyak yang harus diliburkan. Kecuali di masjid-masjid pesantren yang memang sudah memiliki jadwal rutin," katanya.

Lutfi menambahkan, pemadaman listrik juga berpotensi menimbulkan kendala teknis lain di masjid, seperti perlunya mengatur ulang jam digital penunjuk waktu salat setelah aliran listrik kembali normal.

Meski demikian, Lutfi menilai dampak tersebut masih dapat diatasi oleh pengurus masjid yang telah terbiasa menghadapi kondisi serupa.

DMI Jawa Barat berharap, pemerintah bersama PLN segera menemukan solusi agar pemadaman listrik ini tidak berkepanjangan, sehingga aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan ibadah di masjid, dapat kembali berjalan normal.

"Harapannya pemerintah bisa segera mengatasi persoalan listrik ini sehingga tidak berkelanjutan menjadi krisis energi," katanya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.