Lahir di Jambi pada Hari Natal, Christine Hakim Ungkap Kisah di Balik Namanya
Nurlailis June 22, 2026 06:11 PM

TRIBUNJAMBI.COM - Aktris senior Indonesia, Christine Hakim, membagikan kisah menarik tentang masa kecilnya saat berbincang di YouTube Denny Sumargo. 

Dalam perbincangan tersebut, perempuan kelahiran Jambi itu mengungkap dirinya tumbuh sebagai anak yang pendiam dan pemalu di tengah keluarga besar yang penuh talenta.

Christine Hakim mengatakan dirinya merupakan anak yang sangat introvert dibandingkan saudara-saudaranya yang lain.

Baca juga: 10 Artis Asal Jambi Ngetop di Jakarta, Eriska Rein, Indah JKT48, Sarwendah, Christine Hakim, Dll 

"Ibu kecilnya anak yang sangat introvert, yang sangat pemalu yang pendiam dibandingkan sama saudara-saudara. Itu kita bertujuh bersaudara."

Ia mengenang suasana rumah yang kerap dipenuhi kegiatan keluarga. 

Saat anggota keluarga lain menunjukkan bakat mereka, Christine kecil lebih memilih mengamati dari kejauhan.

"Kalau di rumah itu ada family gathering gitu kan. Nanti ayah ibu main piano, Kakak ibu main gitar, Kakak Ibu nyanyi suaranya bagus, ibu di pojok aja cuma lihatin."

"Ibu lebih senang mengamati."

Lahir di Jambi dan Sudah Muslim Sejak Lahir

Dalam kesempatan tersebut, Denny Sumargo sempat mengaku mengira Christine Hakim bukan seorang muslim karena namanya. 

Namun, aktris peraih berbagai penghargaan itu menegaskan dirinya telah memeluk agama Islam sejak lahir.

Christine kemudian menceritakan asal-usul namanya yang berkaitan dengan hari kelahirannya di Jambi.

"Karena Ibu lahir di Hari Natal 25 Desember."

Ia menjelaskan bahwa saat itu ayahnya yang bekerja sebagai Direktur Jenderal Bea dan Cukai sedang bertugas di pedalaman Jambi.

"Waktu itu tugas orang tua ibu yang bekerja Direktur Jenderal Bea dan Cukai ditugaskan di pedalaman di Jambi."

Menurut Christine, proses kelahirannya dibantu seorang dokter asal Jerman yang diduga merupakan seorang misionaris.

"Ada dokter Jerman sepertinya misionaris gitu yang membantu kelahiran Ibu."

Sebagai bentuk penghormatan kepada dokter tersebut, orang tuanya akhirnya memberikan nama Christine.

"Nah untuk menghormati dokter ini, dokternya kasih nama Christine."

Padahal sebelumnya, orang tuanya telah menyiapkan nama lain.

"Padahal sudah kasih nama Natalia."

Masuk Sekolah Katolik Meski Dibesarkan dalam Keluarga Muslim

Christine juga mengenang masa pendidikannya. 

Menurutnya, pada saat itu belum banyak sekolah Islam unggulan sehingga banyak orang tua memilih sekolah Katolik yang dikenal memiliki disiplin tinggi.

"Waktu itu belum ada tuh sekolah-sekolah Islam yang unggulan. Adanya sekolah Katolik."

"Sekolah Katolik itu disiplinnya tinggi, pelajarannya juga lebih tinggi."

Setelah lulus SD, Christine memiliki keinginan sendiri untuk melanjutkan pendidikan di SMP Santa Theresia.

"Jadi waktu Ibu udah lulus SD mau masuk SMP."

"Jadi ibu bilang sama Ibunya Ibu aku mau masuk Santa Theresia."

Keputusan tersebut sempat membuat keluarganya terkejut karena sejak kecil Christine dikenal sangat taat menjalankan ajaran agama.

"Kaget lah karena kan kita dari kecil udah diajarin ngaji dan Ibu yang paling tertib juga ngajinya."

Ia mengungkapkan bahwa sejak kecil dirinya bahkan memiliki inisiatif sendiri untuk belajar agama lebih mendalam.

"Orang tua udah panggilkan guru ngaji seminggu dua kali tapi Ibu tuh setelah sekolah, jam 3 atas kemauan ibu sendiri ibu masuk Madrasah."

"Jam 5 mandi main sebentar sama adik, jam 6 sholat maghrib ke seberang jalan ada pak haji yang ngajarin untuk baca Quran untuk memperlancar."

Meski sempat membuat orang tuanya khawatir, Christine mengaku bersyukur atas perjalanan pendidikan yang dijalaninya.

"Masuk sekolah SMP wah jelas dong ya Ibunya Ibu orang tua Ibu khawatir."

"Alhamdulillah Ibu tidak menyesali sampai hari ini dan bahkan Ibu bersyukur gitu ya karena memang penting sekali juga gitu ya antara kelas 9 sampai kelas 12 itu gitu. Itu juga ikut membentuk pengembangan ini."

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.