Ikuti Pendidikan Sesko TNI, Dandim 0507 Bekasi Tak Jadi Ikut Studi PSEL ke Cina
Joseph Wesly June 22, 2026 05:45 PM

 

Laporan jurnalis TribunBekasi.com, Rendy Rutama Putra

TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI SELATAN- Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 0507/Bekasi, Kolonel Arm Krisrantau Hermawan dipastikan tidak ikut dalam rombongan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi yang akan melakukan kunjungan studi terkait proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) ke Cina pada Jumat (26/6/2026) mendatang.

Meski sempat mendapat undangan dari Pemkot Bekasi untuk mengikuti agenda tersebut, Krisrantau mengaku harus menjalani pendidikan Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI sehingga tidak dapat berangkat bersama rombongan.

"Oh tidak, saya sudah mulai pendidikan sesko TNI," kata Krisrantau kepada TribunBekasi.com, Senin (22/6/2026).

Ketika ditanya apakah ada perwakilan dari Kodim 0507/Bekasi yang akan menggantikan dirinya dalam kunjungan tersebut, Krisrantau memastikan tidak ada personel yang ditugaskan.

"Tidak ada," jelasnya.

Sempat Dapat Undangan Pemkot Bekasi

Sebelumnya, Krisrantau membenarkan dirinya sempat menerima undangan dari Pemkot Bekasi untuk mengikuti kunjungan studi PSEL ke Cina.

Baca juga: Konsep PSEL di Bekasi Lebih Mewah dari Summarecon dan Four Points, Dilengkapi Hutan Mini

Baca juga: Tri Adhianto akan Terbang ke Cina Cek Persiapan PSEL, Ajak DPRD dan Tokoh Masyarakat

Namun, agenda pendidikan yang sedang dijalaninya membuat dirinya tidak dapat memenuhi undangan tersebut.

"Iya betul (sempat diundang)," tegasnya.

Rencana Kunjungan Wali Kota Bekasi

Diketahui, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto berencana melakukan kunjungan ke Cina guna melihat langsung kesiapan proyek PSEL yang akan dibangun di Kota Bekasi.

Tri mengatakan, keberangkatan tersebut dipastikan terlaksana setelah sebelumnya sempat tertunda akibat sejumlah agenda dan kondisi tertentu.

"Jadi ini kan satu proses perencanaan yang sudah lama, kemarin pak Dandim juga sudah diberikan izin ya untuk kemudian bisa berangkat, tapi kemarin terkendala ada perayaan Cap Go Meh di Cina. Kemudian saya berangkat haji ini. Jadi, posisinya itu ditunda," kata Tri usai memimpin apel di Plaza Pemkot Bekasi, Kecamatan Bekasi Selatan, Senin (22/6/2026).

Tinjau Teknologi PSEL di Cina

Menurut Tri, kunjungan itu dilakukan untuk melihat secara langsung fasilitas yang telah dibangun oleh PT Wangneng sebagai pelaksana proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik.

Pemkot Bekasi ingin memastikan kesiapan teknologi dan sistem yang nantinya akan diterapkan dalam proyek strategis tersebut.

"Ini adalah bagian proses bagaimana PT Wangneng sebagai pelaksana terkait dengan pembangkit listrik tenaga sampah, itu ingin memperlihatkan," jelasnya.

Libatkan DPRD dan Tokoh Masyarakat

Dalam agenda tersebut, Tri tidak berangkat seorang diri. Ia mengajak sejumlah unsur DPRD Kota Bekasi hingga tokoh masyarakat agar dapat melihat langsung fasilitas yang telah beroperasi di Cina.

"Makanya kepergian saya tidak sendiri. Di sana juga melibatkan DPRD ya, Pak Ketua, kemudian Ketua Komisi, kemudian juga tokoh masyarakat yang kami ajak ke sana agar pada saat nanti prosesnya kami tahu," ujarnya.

Anggaran dan Rencana Proyek PSEL

Sekadar diketahui, Pemkot Bekasi telah menyiapkan anggaran sebesar Rp100 miliar untuk pengadaan lahan pembangunan stasiun PSEL di Tempat Pengolahan Sampah (TPS) Sumurbatu, Kecamatan Bantargebang.

Sementara pembangunan fasilitas PSEL akan ditanggung pemerintah pusat melalui Danantara.

Proyek tersebut diperkirakan membutuhkan lahan seluas lima hektare. Pemkot Bekasi telah mengalokasikan anggaran pengadaan lahan melalui APBD Perubahan 2025 dan menargetkan proses pembayarannya rampung pada November 2025.

Adapun Danantara saat ini merencanakan pembangunan PSEL di 33 kota di Indonesia dengan total kebutuhan investasi mencapai Rp91 triliun.

Untuk satu proyek PSEL, nilai investasi yang dibutuhkan diperkirakan mencapai Rp2 triliun hingga Rp3 triliun. (M37)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.