Hilirisasi Kelapa di Desa Ipir Sikka dari VCO, Minyak Goreng, hingga Target Produksi Briket
Hilarius Ninu June 22, 2026 06:47 PM

 

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE – Desa Ipir di Kecamatan Bola, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), berhasil meningkatkan nilai ekonomi komoditas lokal lewat hilirisasi kelapa menjadi produk bernilai jual tinggi. 

Wilayah yang memiliki 437 hektare lahan kelapa ini kini memproduksi Virgin Coconut Oil (VCO), minyak goreng premium, hingga arang tempurung untuk pasar domestik dan mancanegara.

Kepala Desa Ipir, Alerius Darius, menyatakan bahwa langkah ini diambil untuk memutus ketergantungan petani pada komoditas kopra yang harganya fluktuatif di pasar.

"Dulu kelapa hanya dijual dalam bentuk kopra. Saat ini, melalui inovasi dan pelatihan, masyarakat mengolahnya menjadi VCO dan minyak goreng kelapa guna meningkatkan pendapatan," ujar Alerius dalam program Flores Bicara, Kamis (18/6/2026) lalu.

Baca juga: Expo Desa Mahasiswa KKN UNIPA di Kecamatan Bola Sikka Memotivasi Pelaku UMKM

Pemerintah Desa Ipir mengintegrasikan produksi melalui Kelompok Wanita Tani (KWT) Saping Koja yang difasilitasi mesin parut dan peras kelapa. 

Untuk menjaga standar mutu, proses produksi disterilisasi di bawah bimbingan Balai POM Provinsi NTT hingga berhasil mengantongi izin P-IRT dan sertifikasi Halal.

Produk yang dihasilkan memiliki karakteristik warna kuning jernih kemasan dengan kadar air minimal melalui sistem penyaringan berulang. Jika proses pembuatan VCO terkendala cuaca, bahan baku langsung dialihkan menjadi minyak goreng agar tidak ada produk yang terbuang.

Untuk tata kelola bisnis, desa menerapkan sistem pemasaran satu pintu melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) yang bertanggung jawab atas pengemasan, pelabelan, dan distribusi. 

Baca juga: Unipa Expo 2026 Jadi Panggung Kreativitas Pelajar se-Daratan Flores di Maumere 

Saat ini, produk hilirisasi Desa Ipir telah menembus jaringan ritel modern seperti NTT Mart, Alfamart, apotek, serta dipasarkan ke Kalimantan hingga Timor Leste melalui dukungan sekitar 30 agen. Berkat keberhasilan ini, Desa Ipir terpilih masuk dalam program One Village One Product (OVOP) mewakili Kabupaten Sikka.

Selain minyak, Desa Ipir juga mulai mengoptimalkan limbah industri dengan menggerakkan tiga kelompok pengepul arang tempurung kelapa. Sektor ini mampu memproduksi 30 hingga 40 ton arang per bulan dan menyerap sekitar 20 tenaga kerja lokal.

Pemerintah desa menargetkan penguatan modal BUMDES ke depan untuk memproses arang tersebut menjadi briket secara mandiri, guna menghentikan pengiriman bahan baku mentah ke Pulau Jawa. 

Target jangka panjangnya adalah menjadikan Desa Ipir sebagai pusat pengolahan dan penampungan utama komoditas kelapa di wilayah Kecamatan Bola.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.