SURYAMALANG.COM, KOTA MALANG - Pemadaman listrik yang tidak terinformasikan dengan baik ke publik menjadi trauma tersendiri bagi beberapa warga di Kota Malang.
Ayu Mirza, warga Kelurahan Buring, Kota Malang, menceritakan pengalamannya saat hendak melakukan transfer tunai di anjungan tunai mandiri (ATM).
Saat ia masuk ke ATM, listrik masih menyala. Ia kemudian melakukan transaksi tunai.
Dalam prosesnya, Mirza mengeluarkan uang Rp 800.000,00 untuk ditransfer.
“Namun ketika uangnya sudah masuk, tiba-tiba listriknya padam,” keluh Mirza kepada SURYAMALANG.COM.
ATM tersebut tidak dapat beroperasi seperti seharusnya.
Mirza yang masih berada di dalam ATM pun kebingungan menghadapi situasi itu seorang diri.
“Saya langsung menghubungi bank yang bersangkutan. Oleh bank katanya akan diproses selama 1x24 jam."
"Ternyata, empat hari kemudian baru ada kepastian bahwa uang saya aman,” kata Mirza dengan mengernyitkan dahinya.
Baca juga: Pengelolaan Velodrome Sawojajar Kota Malang Segera Diperjelas dalam Perjanjian Kerja Sama
Menurut Mirza, informasi pemadaman listrik tidak sampai pada dirinya.
Berbeda dengan layanan lainnya seperti air yang bisa ia ketahui melalui ponsel pintar miliknya.
Pengalaman pahit lainnya dialami M Abigel, seorang pekerja kreatif yang sehari-hari mengedit video.
Abigel harus meninggalkan tempat kerjanya karena aliran listrik yang menghidupi komputernya padam.
Saat itu, ia tengah mengedit video pesanan kliennya. Ketika pekerjaan belum selesai, listrik padam seketika. Saat itu juga komputernya mati tidak bisa dioperasikan.
“Satu video itu harganya Rp300.000,00. Ketika saya sedang edit, ternyata padam."
"Saya tidak bisa dapat uang karena tidak menyelesaikan permintaan klien,” ujar Bigel, sapaan akrabnya.
Abigel sempat menunggu beberapa jam di tempat ia bekerja, namun listrik tidak kunjung menyala. Ia akhirnya pulang ke rumah dan tidak kembali ke tempat kerja.
“Ya akhirnya saya pulang setelah menunggu cukup lama. Tidak menyala cukup lama waktu itu. Saya pulang dan baru kembali lagi ke tempat kerja besok,” katanya.
PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Malang meminta maaf atas layanan pemadaman listrik yang pernah terjadi.
Manajer PLN UP3 Malang, Agung Wibowo saat dikonfirmasi mengatakan bahwa dirinya tidak tahu mengapa harus ada pemadaman bergilir.
Dikatakan Agung, instruksi pemadaman bergilir tersebut turun dari pimpinannya, kemudian ditindaklanjuti di wilayah kerjanya.
“Kami pun kurang paham. Ada instruksi dari pengatur beban. Tiba-tiba harus ada pemadaman untuk mengamankan kelistrikan Jawa-Bali,” ujar Agung.
Sekalipun begitu, Agung menegaskan memang ada jadwal pemadaman bergilir di wilayah PLN UP Malang beberapa hari lalu.
Baca juga: Target Bongkar Ratoon Tebu di Kabupaten Malang Seluas 7500 Hektare
Agung mengatakan, ke depan, tidak ada informasi pemadaman listrik di wilayah Malang Raya.
“Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Pasti dengan adanya pemadaman listrik, aktivitas masyarakat terganggu."
"Kalau ada tempat yang padam, segera laporkan ke kami. Kami upayakan maksimal 2,5 jam bisa menyala kembali,” terang Agung.
Agung menjelaskan, PLN di daerah tidak memiliki kewenangan menentukan jadwal pemadaman sistem kelistrikan berskala besar.
Keputusan tersebut berada di bawah kendali pusat pengatur beban yang bertugas menjaga stabilitas sistem kelistrikan Jawa-Bali.
“Kami mengikuti arahan dari pusat pengatur beban. Kami bukan eksekutor yang menentukan kapan pemadaman dilakukan."
"Kadang-kadang kami juga baru mendapatkan konfirmasi ketika ada instruksi pemadaman,” katanya.
Agung mengakui sejumlah komplain yang masuk ke PLN saat terjadi pemadaman beberapa hari lalu.
Ia memahami pemadaman listrik berdampak langsung terhadap aktivitas rumah tangga, pelaku usaha, hingga sektor industri.
“Kalau padam pasti masyarakat komplain. Kami sangat memahami karena aktivitas masyarakat, bisnis, maupun industri bisa terganggu."
"Untuk itu kami menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya,” ujarnya.
PLN Malang berupaya meminimalkan dampak pemadaman terhadap masyarakat. Salah satunya dengan melakukan negosiasi agar durasi pemadaman tidak berlangsung terlalu lama.
Agung juga menegaskan bahwa apabila masyarakat mengalami gangguan listrik pada saat tidak ada jadwal pemadaman, besar kemungkinan penyebabnya adalah gangguan teknis di lapangan, bukan pemadaman terencana.
Baca juga: Pemadaman Listrik di Jatim Jangan Menyasar Rumah Sakit, Layanan Medis Bergantung Kestabilan Listrik