TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi - Memasuki awal libur sekolah, jalur menuju Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur macet. Kondisi ini menjadi persoalan yang berulang setiap kali terjadi lonjakan mobilitas masyarakat pada periode libur panjang.
Seperti yang terjadi, Senin (22/6/2026). Pantauan TribunJatimTimur.com, antrean kendaraan terjadi di jalur nasional dari arah Situbondo menuju Pelabuhan Ketapang. Pada sore hari, panjang antrean kendaraan mencapai sekitar 2 kilometer. Sementara pada pagi hari, antrean dilaporkan lebih panjang dibandingkan kondisi sore.
Kepadatan lalu lintas didominasi kendaraan angkutan logistik berupa truk-truk besar yang hendak menyeberang ke Bali. Sebelum masuk ke pelabuhan, kendaraan logistik diwajibkan menunggu di kantong parkir Dermaga Bulusan untuk kemudian masuk ke Pelabuhan Ketapang secara bergiliran.
Tingginya volume kendaraan menyebabkan arus lalu lintas tersendat. Sejumlah pengendara mobil pribadi bahkan nekat melaju melawan arah untuk menghindari antrean panjang. Kondisi tersebut beberapa kali memicu stagnasi lalu lintas di ruas jalan nasional menuju pelabuhan.
Baca juga: Kapal Eks-LCT di Ketapang-Gilimanuk Dilarang Mulai 2028, Operator Diberi Waktu 2 Tahun
Salah seorang sopir truk, Lukman, mengaku telah terjebak kemacetan sejak pukul 06.00 WIB. Ia mulai mengantre sejak berada di kawasan Pantai Watudodol atau sekitar 5 kilometer dari pintu masuk Pelabuhan Ketapang.
"Sampai jam segini masih belum masuk area parkir Bulusan. Belum tahu bisa masuk kapal jam berapa," kata Lukman.
Menurut Lukman, kemacetan di jalur menuju Pelabuhan Ketapang bukan hal baru. Sebagai sopir yang rutin menyeberang dari Jawa ke Bali hampir setiap pekan, ia menilai persoalan tersebut selalu muncul saat periode libur panjang dan momentum tertentu.
Ia juga menyoroti dampak ekonomi yang ditimbulkan akibat antrean berkepanjangan.
"Bagi sopir, macet begini kerugian. Bahan bakar keluar lebih banyak. Uang saku juga berkurang. Padahal di saat ekonomi sulit begini, rasanya sulit meminta uang saku tambahan dari bos," ujarnya.
Lukman saat itu sedang mengangkut pakan ternak dari Surabaya menuju Bali.
Baca juga: ASDP akan Ganti Dermaga Ponton Menjadi MB di Pelabuhan Ketapang, Kapasitas Naik Jadi 50 Ton
Kemacetan menuju Pelabuhan Ketapang juga dirasakan oleh penumpang angkutan umum. Budi, seorang penumpang bus asal Bandung yang hendak menuju Bali untuk bekerja, mengatakan perjalanannya mengalami hambatan akibat kondisi lalu lintas yang padat.
Menurutnya, sopir bus sempat mengambil jalur alternatif untuk menghindari kepadatan kendaraan di jalur utama menuju pelabuhan.
"Tadi bus memutar di jalan lingkar untuk menghindari macet parah. Sekarang sampai pelabuhan, bus malah trobel. Ada gangguan di mesinnya," keluh Budi.
Di area parkir dalam Pelabuhan Ketapang, kendaraan yang mendominasi antrean penyeberangan adalah mobil pribadi. Kondisi ini mengindikasikan mulai meningkatnya jumlah wisatawan dari Pulau Jawa yang akan berlibur ke Bali selama masa libur sekolah.