Bupati Magelang: Keringnya Mata Air Pertanian Jangan Sampai Menjadi Air Mata Petani
Joko Widiyarso June 22, 2026 09:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Bupati Magelang Grengseng Pamuji menegaskan persoalan kekeringan yang mulai berdampak pada sektor pertanian tidak boleh berujung pada menurunnya kesejahteraan petani.

Pemerintah Kabupaten Magelang pun mendorong langkah cepat berbasis data dan kolaborasi lintas sektor untuk menjaga produktivitas pertanian selama musim kemarau.

Pernyataan tersebut disampaikan Grengseng saat menjadi narasumber dalam peringatan Hari Krida Pertanian di Pendopo UPTD Balai Taman Anggrek Mendut, Kecamatan Mungkid, Senin (22/6/2026).

“Keringnya mata air untuk pertanian jangan sampai menjadi air matanya para petani di Kabupaten Magelang,” kata Grengseng.

Menurutnya, tantangan musim kemarau harus direspons dengan kerja bersama antara petani, penyuluh pertanian lapangan (PPL), pemerintah desa, dan organisasi perangkat daerah agar persoalan di lapangan dapat segera diatasi.

Ia mencontohkan ketika terjadi gangguan pasokan air, petani perlu segera berkoordinasi dengan pemerintah agar solusi seperti sumur bor maupun intervensi lintas OPD dapat dilakukan secara tepat.

“Yang paling penting adalah data. Kami perlu mengetahui apakah persoalannya karena saluran irigasi bocor atau memang benar mengalami kekeringan. Data yang akurat akan menentukan kebijakan yang tepat,” ujarnya.

Grengseng menekankan pembangunan pertanian saat ini tidak lagi cukup dilakukan dengan pendekatan konvensional, tetapi harus bergerak menuju sistem yang lebih modern dan adaptif.

“Sektor pertanian hari ini tidak lagi hanya berbicara pertanian tradisional. Kita sedang membangun pertanian yang cerdas, efisien, ramah lingkungan, berbasis teknologi digital, dan mampu memberikan nilai tambah yang tinggi,” tegasnya.

Ajak generasi muda jadi petani

Ia juga mengajak generasi muda mulai melihat pertanian sebagai sektor masa depan yang menjanjikan.

“Ketika petani milenial membawa ilmu pengetahuan, teknologi, dan kreativitas ke dunia pertanian, maka pertanian Indonesia akan memasuki babak baru yang lebih maju,” katanya.

Bupati menegaskan keberhasilan pembangunan pertanian tidak bisa dilakukan pemerintah sendirian.

“Kuncinya adalah sinergi. Pemerintah menyusun kebijakan, penyuluh menjadi penggerak inovasi, dan petani adalah pelaku utama pembangunan pertanian,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Magelang Soeharno menyatakan pihaknya mendukung penguatan kolaborasi antarlevel pemerintahan hingga penyuluh pertanian agar arah kebijakan yang diambil benar-benar menjawab kebutuhan petani.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang Romza Ernawan menyebut Hari Krida Pertanian menjadi momentum penghormatan bagi seluruh insan pertanian yang selama ini menjaga ketahanan pangan sekaligus menggerakkan ekonomi daerah.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.