TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Upaya memperluas akses pendidikan bertaraf global terus diperkuat melalui kemitraan strategis antara perguruan tinggi Indonesia dan Tiongkok.
Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara Universitas Borobudur (Unbor) dan tiga perguruan tinggi Tiongkok dalam kunjungan delegasi China Center for International People-to-People Exchange, Kementerian Pendidikan Republik Rakyat Tiongkok, Senin (22/6/2026).
Kerja sama yang diteken mencakup kemitraan dengan Xianyang Vocational Technical College, Guangdong Finance & Trade Vocational College, dan Hunan Electrical College of Technology.
Kolaborasi ini diharapkan membuka peluang yang lebih luas bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman pendidikan internasional, memperkuat kompetensi global, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang mampu bersaing di tingkat dunia.
Kunjungan delegasi Tiongkok tersebut berlangsung di Auditorium Lantai 8 Gedung D Kampus Universitas Borobudur.
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Borobudur, Bambang Bernanthos, menegaskan bahwa kerja sama internasional yang telah berjalan menjadi bagian penting dalam upaya menghadirkan pendidikan berstandar global bagi mahasiswa Indonesia.
“Kami sangat terhormat dapat ambil bagian dalam Kemitraan Pendidikan Transnasional melalui program 2 + 1 + 1. Program ini merupakan bentuk nyata kolaborasi pendidikan terapan antara Universitas Borobudur dengan para mitra kami, yaitu Zhejiang Industrial Polytechnic College dan Xi’An Vocational and Technical College," ujarnya.
"Saat ini, sebanyak 27 mahasiswa telah terdaftar di Xi’An Vocational and Technical College pada Program Teknologi Komputer dan Aplikasi, sementara 24 mahasiswa lainnya menempuh studi di Zhejiang Industrial Polytechnic College pada Program Akuntansi dan Manajemen,” lanjutnya.
Program pendidikan transnasional tersebut menjadi salah satu bukti konkret implementasi kerja sama internasional yang telah berjalan.
Melalui skema 2+1+1, mahasiswa memperoleh kesempatan menempuh sebagian masa studi di Indonesia dan Tiongkok sehingga mendapatkan pengalaman akademik sekaligus wawasan global.
Dukungan terhadap penguatan kolaborasi internasional itu juga datang dari Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III, Henri Togar Hasiholan Tambunan.
Sementara itu, delegasi Tiongkok yang dipimpin Direktur Jenderal China Center for International People-to-People Exchange, Mr. Yu Changxue, serta Chairman Sichuan Laima International Education Consulting Ms. Nicy Bai, menekankan pentingnya pertukaran gagasan dan kerja sama pendidikan sebagai sarana mempererat hubungan antarmasyarakat kedua negara.