SURYA.CO.ID, SURABAYA – Tragedi kebakaran maut melanda sebuah rumah berlantai dua di kawasan Jalan Petemon Timur Surabaya hingga menyebabkan seorang balita menjadi korban meninggal dunia, Senin (22/6/2026).
Balita perempuan berusia empat tahun tewas mengenaskan setelah terjebak di dalam kamar tidurnya yang hangus terbakar dalam peristiwa kebakaran yang terjadi sekitar pukul 14.15 WIB.
Korban berinisial KKS (4). Ia baru saja menyelesaikan pendidikan anak usia dini (PAUD).
Korban ditemukan terbujur kaku tepat di area tengah puing sisa kerangka kasur.
Baca juga: BREAKING NEWS Kebakaran Rumah di Surabaya Nenek dan Cucu Tewas, Diduga dari Charger Motor Listrik
Heri Siswandi, tetangga depan rumah, menceritakan, kebakaran terjadi saa dirinya sedang beristirahat di dalam rumah.
Ia mendengar suara seperti ledakan dari arah luar rumah.
Saat keluar di teras depan rumah, ia melihat kobaran api sudah membakar bangunan lantai dua rumah tetangganya.
Melihat itu, Heri bergegas mencari air untuk segera memadamkan kobaran api menggunakan alat seadanya.
Tapi upayanya itu, urung dilakukan, karena melihat salah satu penghuni, nenek korban, EL berteriak-teriak meminta tolong karena kedua cucunya masih terjebak.
"Sudah neneknya keluar, dia teriak-teriak cucunya. Minta tolong. Teriak cucunya terus enggak bisa keluar kan mungkin mungkin karena terkepung api," ujarnya saat ditemui SURYA.CO.ID, pada Senin sore.
Baca juga: Detik-detik Kebakaran Ruko di Simokerto, Jasad Istri Juragan Sepeda Ditemukan di Depan Kamar Mandi
Saat nenek korban tampak berlari keluar rumah sambil berteriak histeris karena kedua cucunya masih terjebak di dalam kobaran api.
Kakak korban, AAS, terlihat berada di celah ventilasi lantai dua sambil terus berteriak meminta warga mengutamakan keselamatan adiknya.
Heri Siswandi menyebut saat ia berusaha menolong AAS, kakak korban itu justru meminta warga menolong adiknya yang masih terjebak di dalam rumah.
"Terus saya lihat saya lari ke samping ada anaknya cucunya di atas; panas panas, gitu. Makanya tadi saya mau tampani ini tapi berhubung dia bilang; adikku-adikku. Lah, saya langsung lari ke sini," katanya.
Warga yang hendak menerobos masuk terpaksa mengurungkan niat lantaran api sudah memblokade akses tangga utama di lantai bawah.
Di saat warga kesulitan saat berupaya menolong korban KKS, kakak korban, AAS rupanya nekat melompat dari ketinggian sekitar tujuh meter demi menyelamatkan diri dari kepungan asap pekat.
"Sementara kita mundur. Ya, tahu-tahu sudah di bawah. Di proses jatuhnya dia lompat atau jatuh sendiri. Tapi dia teriak; adikku adikku. Pas dibawa dia sudah berdarah-darah, kaki mulut, kena tembok. Dia lompat dari 6-7 meter mungkin," kata Hengky Oek, tetangga korban, saat ditemui SURYA.CO.ID di lokasi.
Baca juga: Mahasiswa ITS Kembangkan Hi-VITS, Deteksi Dini Kebakaran Akibat Listrik
Kapolsek Mulyorejo Polrestabes Surabaya Kompol Muljono mengatakan jenazah korban berada di dalam salah satu kamar di lantai dua rumah yang terbakar.
Sebenarnya di lantai dua rumah itu, terdapat dua orang anak, yakni kakak AAS dan korban KKS.
Diduga korban yang saat itu sedang berada di salah satu kamar lantai dua tak sadarkan diri karena menghirup asap akibat kebakaran.
"Tapi karena anak yang umur 15 tahun ini bisa menguasai diri untuk keluar dengan loncat dari atas itu, selamat. Itu adiknya yang enggak bisa, di kamar dalam kamar itu. Kena asap ya," ujar Mujiono saat dihubungi SURYA.CO.ID, pada Senin sore.
Aparat kepolisian kini tengah berkoordinasi erat dengan Tim Labfor Polda Jatim untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.
Berdasarkan kesaksian awal dari sang kakak, sempat terjadi beberapa kali rentetan ledakan di lantai dua sebelum api melumat habis seisi ruangan.
"Api di lantai atas sampai ke kamar, lalu kena ke bawah. Kami belum bisa menyampaikan karena dari Labfor Polda baru besok atau lusa melakukan pengecekan asal muasal api," pungkasnya.