Di Chongqing, Tiongkok Merancang Masa Depan Industri Otomotif Dunia
Yocerizal June 23, 2026 02:34 AM

Yocerizal | Serambinews.com

"SMART YOUR FUTURE."

Kalimat itu terpampang di layar besar saat rombongan wartawan dari Sumatera memasuki ruang presentasi Global R&D Center Changan Automobile di Chongqing, Tiongkok, Senin (22/6/2026).

Sekilas, slogan tersebut terdengar seperti jargon perusahaan otomotif pada umumnya. Namun setelah mengikuti pemaparan yang disampaikan pihak Changan, makna di balik kalimat itu mulai terlihat. 

Perusahaan otomotif milik negara Tiongkok tersebut tidak hanya berbicara tentang mobil listrik, tetapi juga tentang kendaraan pintar yang terhubung dengan kecerdasan buatan, sistem digital, dan teknologi masa depan yang dipersiapkan untuk pasar global.

Kunjungan ke pusat penelitian dan pengembangan Changan itu difasilitasi Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Medan. 

Rombongan berjumlah 14 orang, terdiri atas Wakil Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Medan, Yu Lei, Ketua Harian Perhimpunan MITSU (Masyarakat Indonesia Tionghoa Sumatera Utara), Juswan Tjoe, serta 12 wartawan dari berbagai media yang beroperasi di Sumatera.

Kedatangan rombongan disambut Xiaoxia Jiang, Commentator R&D Center Changan Automobile, dan Juntao Jiang dari Overseas Brand Center Changan Automobile.

Baca juga: Massa Penolak Tambang Serahkan Isi Tuntutan, Sekda Akan Teruskan ke Pimpinan

Baca juga: Kisah Anak Pelosok Lhokseumawe, Raih Dua Gelar Magister di Indonesia dan Malaysia

Transformasi Industri Otomotif

Bagi masyarakat Indonesia, Changan bisa disebut sebagai perusahaan milik negara atau BUMN. Namun lokasi yang dikunjungi rombongan bukanlah pabrik perakitan kendaraan.

Global R&D Center merupakan pusat penelitian dan pengembangan yang menjadi otak dari berbagai inovasi yang dikembangkan perusahaan.

Dalam pemaparannya, Xiaoxia Jiang menjelaskan bahwa industri otomotif global sedang memasuki era transformasi besar. Karena itu, Changan tidak hanya berfokus pada kendaraan listrik, tetapi juga kendaraan hybrid dan mobil pintar.

"Industri otomotif saat ini sedang mengalami transformasi besar,"

"Karena itu Changan tidak hanya mengembangkan kendaraan listrik, tetapi juga kendaraan hybrid dan mobil pintar yang akan menjadi bagian penting dari masa depan transportasi global," kata Xiaoxia Jiang.

Penjelasan tersebut terlihat melalui konsep Smart Digital Architecture (SDA) yang menjadi fondasi pengembangan kendaraan Changan. 

Melalui platform ini, perusahaan mengintegrasikan perangkat keras, perangkat lunak, kecerdasan buatan, sistem operasi kendaraan, dan konektivitas digital dalam satu ekosistem.

Dalam salah satu presentasi yang diperlihatkan kepada rombongan, Changan bahkan menggambarkan visi mereka sebagai evolusi kendaraan dari "mobile machine" menjadi "mobile robot". 

Artinya, mobil masa depan tidak lagi sekadar alat transportasi, tetapi perangkat pintar yang mampu berinteraksi dengan penggunanya dan terus berkembang melalui pembaruan teknologi.

Mobil Masa Depan di Chongqing
SMART DIGITAL ARCHITECTURE - Pihak perusahaan menjelaskan platform kendaraan berbasis Smart Digital Architecture (SDA) di Global R&D Center Changan Automobile, Chongqing, Tiongkok, Senin (22/6/2026).

Melalui SDA, satu platform dasar dapat digunakan untuk berbagai jenis kendaraan, mulai dari sedan, SUV, MPV hingga kendaraan pikap. 

Sistem tersebut juga memungkinkan kendaraan memperoleh pembaruan perangkat lunak secara berkelanjutan layaknya telepon pintar.

Konsep itu kemudian diwujudkan dalam berbagai produk yang dipamerkan kepada rombongan.

Salah satunya adalah Deepal L06, sedan listrik yang memiliki jarak tempuh hingga 670 kilometer dalam standar pengujian CLTC. 

Mobil ini menggunakan motor listrik bertenaga 200 kW dan dilengkapi teknologi suspensi magnetorheological yang diklaim setara dengan teknologi yang digunakan pada mobil sport premium.

Selain Deepal L06, Changan juga menampilkan AVATR 06T, salah satu model premium yang memperlihatkan arah pengembangan kendaraan pintar perusahaan. 

Mobil ini dibekali teknologi LiDAR 96-line dari Huawei, sistem bantuan mengemudi cerdas Huawei ADS 4.1, HarmonyOS Cockpit, serta baterai CATL ultra-fast charging.

Kombinasi teknologi tersebut memungkinkan kendaraan membaca kondisi di sekitarnya secara real time, membantu pengemudi mengambil keputusan, sekaligus menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih aman dan nyaman.

Model premium lainnya adalah AVATR 12, sedan listrik berukuran besar yang memiliki jarak tempuh hingga 755 kilometer. 

Kendaraan ini menggunakan sistem penggerak empat roda serta teknologi Huawei ADS 4 yang menjadi salah satu andalan Changan dalam pengembangan kendaraan pintar.

Baca juga: Jamaah Haji Aceh Meninggal Jelang Mendarat di Bandara SIM, Sempat Sarapan Disuapin Pramugari 

Baca juga: Bhayangkara Fest 2026 Berakhir, Polda Aceh Catat Perputaran Ekonomi Rp 2,2 Miliar

Melihat berbagai model tersebut, terlihat bahwa Changan tidak hanya ingin menjadi produsen mobil listrik. 

Perusahaan ini berupaya menggabungkan teknologi otomotif dengan kecerdasan buatan, komputasi, dan konektivitas digital sehingga kendaraan berfungsi layaknya komputer bergerak.

Kekuatan Riset yang Besar

Ambisi tersebut didukung oleh kekuatan riset yang sangat besar.

Saat ini Changan memiliki lebih dari 24 ribu tenaga riset dan pengembangan yang berasal dari 31 negara. 

Mereka bekerja dalam jaringan global yang mencakup 44 pusat penelitian dan pengembangan, 20 perusahaan teknologi, serta lebih dari 200 laboratorium.

Menurut paparan yang disampaikan kepada rombongan, berbagai fasilitas tersebut digunakan untuk mengembangkan teknologi kendaraan energi baru, sistem baterai, kecerdasan buatan, teknologi kendaraan pintar, hingga berbagai sistem keselamatan dan bantuan pengemudi.

Kekuatan riset inilah yang menjadi fondasi ambisi global Changan.

Saat ini perusahaan telah hadir di 118 negara dan wilayah. Melalui strategi internasional yang disebut Vast Ocean Plan, Changan terus memperluas pasar internasional dan memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama industri otomotif dunia.

Menurut Juntao Jiang, teknologi yang dikembangkan di Chongqing tidak hanya dipersiapkan untuk pasar domestik Tiongkok, tetapi juga untuk konsumen di berbagai negara.

"Kami melihat pasar internasional sebagai bagian penting dari strategi jangka panjang perusahaan. Teknologi yang dikembangkan di pusat riset ini dipersiapkan untuk menjawab kebutuhan konsumen di berbagai negara," ujarnya.

Pasar untuk Konsumen Global

Menurut Juntao Jiang, teknologi yang dikembangkan di Chongqing tidak hanya dipersiapkan untuk pasar domestik Tiongkok, tetapi juga untuk konsumen di berbagai negara.

"Kami melihat pasar internasional sebagai bagian penting dari strategi jangka panjang perusahaan. Teknologi yang dikembangkan di pusat riset ini dipersiapkan untuk menjawab kebutuhan konsumen di berbagai negara," ujarnya.

Kunjungan Wartawan ke Chongqing
KUNJUNGAN MEDIA – Jurnalis dari berbagai media di Sumatera bersama Wakil Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Medan, Yu Lei, berfoto di Global R&D Center Changan Automobile, Chongqing, Senin (22/6/2026).

Kunjungan ke Global R&D Center Changan Automobile memperlihatkan bagaimana Tiongkok kini mulai bertransformasi dari sekadar pusat manufaktur menjadi pusat inovasi teknologi.

Di balik kendaraan listrik, mobil hybrid, dan kendaraan pintar yang mulai memasuki berbagai pasar dunia, terdapat ribuan insinyur yang bekerja setiap hari mengembangkan teknologi baru. 

Dari ruang-ruang riset di Chongqing inilah masa depan industri otomotif sedang dirancang.

Jika pada masa lalu Tiongkok dikenal sebagai tempat berbagai produk dibuat, maka melalui pusat-pusat riset seperti Global R&D Center Changan Automobile, negeri itu kini ingin dikenal sebagai tempat teknologi masa depan diciptakan.(*)

*) PENULIS adalah jurnalis Serambinews.com (Serambi Indonesia) yang mengikuti program kunjungan media ke Chongqing dan Beijing, Tiongkok, pada Juni 2026.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.