Menemukan Keheningan di Wisung Fatima Lela, Oase Rohani di Pesisir Selatan Flores
Gordy Donovan June 23, 2026 04:39 AM

 

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE – Jika Anda berkunjung ke Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), salah satu tempat ziarah yang wajib dikunjungi adalah Taman Doa Rosario Wisung Fatima Lela.

Tempat ziarah ini terletak di Desa Lela, Kecamatan Lela. Jaraknya sekitar 24 kilometer ke arah pantai selatan dari Kota Maumere, Ibu Kota Kabupaten Sikka.

Wisung Fatima Lela bukan sekadar tempat berdoa. Berada di ketinggian, tempat ziarah ini menyuguhkan panorama alam yang begitu memanjakan mata.

Saat berdiri di area taman doa, Anda bisa melihat langsung hamparan biru pesisir selatan dan Laut Sawu. Pemandangan ini semakin asri dengan rimbunan pohon kelapa yang hijau serta pemukiman penduduk lokal di bawahnya.

Angin pantai yang berembus sepoi-sepoi membuat suasana berdoa di sini terasa sangat sejuk dan damai. Namun di balik keindahannya, tempat ziarah legendaris ini menyimpan sejarah iman yang sangat panjang.

Baca juga: 54 Tempat Wisata Religi Katolik di Pulau Flores dari Ujung Barat hingga Timur

Berawal dari Masa Perang Dunia II

Dilansir dari katolikku.com, sejarah tempat ziarah ini tercatat dalam tulisan P. Herman Bolscher SVD, yang menjadi Pastor Paroki Lela pada tahun 1939-1963. Semua bermula pada tahun 1942, ketika Perang Dunia II sedang berkecamuk di berbagai belahan dunia.

Kala itu, Paus Pius XII menyerahkan dunia kepada perlindungan Hati Maria. Gerakan ini terinspirasi dari kisah penampakan Bunda Maria kepada tiga anak gembala di Fatima, Portugal, pada tahun 1917 silam.

Wisung Fatima Lela Maumere NTT
TAMAN DOA - Suasana teduh dan asrih di Taman Doa Wisung Fatima Lela, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Setelah perang berakhir, banyak paroki dan keluarga di berbagai negara ikut melakukan penyerahan diri serupa. Semangat spiritual global inilah yang kemudian menjalar sampai ke daratan Flores, khususnya di Paroki Lela.

Baca juga: 5 Destinasi Wisata Religi Katolik di Sikka NTT Penuh Nilai Sejarah yang Wajib Dikunjungi

Momen Bersejarah Persembahan 2.000 Karangan Bunga

Tepat pada tanggal 5 Oktober 1947, umat Paroki Lela dan Sikka berkumpul di alam terbuka. Di bawah pimpinan Pater Herman Bolscher, SVD, mereka menggelar upacara liturgis yang sangat meriah untuk menyerahkan diri secara resmi kepada Bunda Maria.

Suasana saat itu berlangsung sangat mengharukan. Sebagai simbol cinta dan devosi yang mendalam, umat Katolik setempat membawa dan mempersembahkan sedikitnya 2.000 karangan bunga kepada Maria.

Peristiwa bersejarah ini begitu membekas di hati umat. Sejak saat itu, devosi kepada Bunda Maria berkembang subur, dan umat dari berbagai tempat mulai berdatangan untuk berziarah ke Lela.

Pesisir Wisung Fatima Lela
DESTINASI RELIGI - Pemandangan alam dari Taman Doa Wisung Fatima Lela, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Gotong Royong Membangun Fasilitas Iman

Melihat banyaknya peziarah yang datang, para tokoh Katolik bersama seluruh paroki se-Kerajaan Sikka mulai bergotong royong mengumpulkan dana. Mereka ingin membangun fasilitas yang layak untuk menunjang doa umat.

Fasilitas pertama yang dibangun adalah 'Jalan Kontas' atau rute doa yang melambangkan 15 misteri rosario. Jalan ini kemudian diberkati oleh Mgr. Anton Thijssen, SVD pada tanggal 22 Agustus.

Arca Maria Fatima di Wisung
TEMPAT ROHANI - Arca atau Patung Bunda Maria dari Fatima di Wisung Fatima Lela, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Tak berhenti di situ, umat juga membangun Bukit Kalvari. Di puncak bukit ini, didirikan sebuah salib besar yang berdampingan dengan Patung Sang Bunda dan Patung Rasul Yohanes. Bukit Kalvari ini diberkati oleh P. Deken Hoeijmakers, SVD pada 13 Mei 1957, bertepatan dengan ulang tahun ke-40 penampakan Fatima.

Setahun kemudian, tepatnya pada tahun 1958, giliran stasi-stasi Jalan Salib yang dibangun. Hingga hari ini, fasilitas-fasilitas iman tersebut terus berdiri kokoh, menemani setiap peziarah yang datang mencari ketenangan dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta di Wisung Fatima Lela.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.