BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Sesuai edaran, Badan Gizi Nasional (BGN) pendistribusian Makan Gizi Gratis (MBG) di Kabupaten Banjar setop sementara selama libur akademik.
“Benar, libur untuk distribusi hari ini selama libur sekolah. Termasuk untuk 3B Ibu Hamil, Ibu Menyusui, Bayi ke Puskesmas juga mengikuti,” kata Pengelola dapur MBG di Tungkaran, Muhammad Rody, Senin (22/6)
Dia bilang setelah dapat arahan BGN jika surat edaran menyesuaikan daerah masing-masing dan surat edaran dari Dinas Pendidikan dan Kantor Kementerian Agama.
Kebetulan, kata dia, di Kabupaten Banjar serempak mulai Senin (22/6) kemarin maasuk liburan sekolah, sehingga semua setop distribusi.
Senada diutarakan Pengelola SPPG di Kertakhanyar, Reza. “Betul, libur pembagian (MBG) dalam hal apapun. Baik itu anak sekolah ataupun 3B Ibu Hamil, Ibu Menyusui, Bayi,” jelasnya.
Dipertegas oleh, Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Banjar, Shinta Aulia Armeynda, arahan BGN untuk Kabupaten Banjar kebetulan serentak libur, jadi MBG juga libur sampai nanti turun sekolah kembali.
Ditanya kenapa di Kabupaten Kota lain ada operasi? Dijawabnya artinya ada yang tidak libur sekolahnya. “BGN menjelaskan jika SE itu menyesuaikan hari libur yang ditetapkan daerah masing-masing,” kata Shinta.
Baca juga: Penerbangan Banjarmasin-Kuala Lumpur Bertambah, Air Asia Dapat Saingan
Salah satu sekrataris yayasan pengelola MBG di Cempaka Banjarbaru, As’adi menjelaskan di Banjarbaru tidak semua libur. “Banjarbaru tetap penyaluran,” kata As’adi.
Sementara di Banjarmasin ketika distribusi MBG setop selama masa libur sekolah, SMAN 1 Banjarmasin mendorong adanya evaluasi terhadap data penerima manfaat agar program lebih tepat sasaran.
Kepala SMAN 1 Banjarmasin, Fery Setyawan mengatakan, pihak sekolah belum menerima informasi resmi terkait penghentian sementara distribusi MBG dari pemerintah pusat.
Namun, di tingkat sekolah, distribusi MBG telah lebih dulu dihentikan setelah melalui evaluasi pelaksanaan program.
“Kalau di pusat disetop, kami belum dapat informasinya. Untuk pemberhentian MBG di Smasa dilakukan, kalau tidak salah, sekitar seminggu setelah pelaksanaan, setelah dievaluasi oleh PIC Smasa,” ujarnya.
Selain itu, distribusi MBG juga sempat dihentikan saat pelaksanaan asesmen akhir tahun karena jam kepulangan siswa lebih cepat dari biasanya.
“Untuk distribusi MBG di Smasa memang kami minta dihentikan dulu waktu asesmen akhir tahun karena kepulangan siswa lebih awal dari biasanya, yaitu pukul 12.00,” katanya.
Menurut Fery, hasil evaluasi yang dilakukan sekolah menunjukkan perlunya pendataan ulang penerima manfaat.
Berdasarkan data yang dimiliki sekolah, jumlah siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu atau membutuhkan hanya sekitar 23 persen dari total peserta didik.
“Kami berpandangan sebaiknya dilakukan pendataan ulang penerima manfaat di sekolah. Sebab siswa kami yang tergolong membutuhkan atau kurang mampu berkisar 23 persen,” ucapnya.
(banjarmasinpost.co.id/muhammad syaiful riki/nurholis huda)