Thomas Partey menantikan reuni yang disebutnya akan menjadi momen “sangat menyenangkan” bersama mantan rekan setimnya di Arsenal ketika Ghana menghadapi Inggris di Piala Dunia pada hari Selasa.
Mantan gelandang The Gunners itu kini sudah bisa kembali bermain untuk tim nasional Ghana setelah absen dalam kemenangan 1-0 atas Panama di Toronto pada hari Rabu.
Partey sebelumnya ditolak masuk ke Kanada setelah ia didakwa dengan tujuh tuduhan pemerkosaan dan satu tuduhan pelecehan seksual di London antara tahun 2020 dan 2022.
Pemain berusia 31 tahun itu telah membantah seluruh tuduhan tersebut dan bertekad untuk membersihkan namanya dalam persidangan yang dijadwalkan berlangsung musim panas mendatang.
Ghana akan kembali berlaga di Grup L di Boston pada hari Selasa menghadapi tim Inggris yang diperkuat oleh mantan rekan setim Partey di Arsenal, yakni Bukayo Saka dan Declan Rice.
Partey yang kini sudah bisa tampil melawan Inggris pada hari Selasa mengatakan kepada media dalam rekaman yang ditayangkan oleh TV3 Ghana: “Saya sangat senang bisa bertemu mereka lagi. Saya berharap mereka akan tampil dengan kemampuan terbaik dan memberi kami kesempatan untuk bermain melawan yang terbaik, bersaing, dan menikmati pertandingan.”
Ghana menempati posisi kedua di Grup L menjelang pertandingan hari Selasa dan akan menghadapi Kroasia di laga terakhir fase grup pada hari Sabtu.
Partey menambahkan: “Ini bukan soal pencapaian pribadi. Kami datang untuk bermain sepak bola.
“Kami adalah 11 pemain, kami adalah sebuah tim. Kami harus bermain sebagai satu kesatuan. Secara individu, jika saya bisa tampil maksimal tentu saya akan senang, tetapi pada akhirnya seluruh tim harus berada di level tertinggi untuk bisa mencapai apa yang ingin kami capai.”
Pada awalnya, Partey sempat ditolak permohonan visanya oleh pemerintah Kanada, yang membuat tim hukumnya mengajukan banding mendadak ke Pengadilan Federal di Ottawa pada hari Selasa lalu.
Dalam putusan penolakan banding tersebut, hakim Roger Lafreniere menulis bahwa Partey mencari “bantuan luar biasa dan bersifat wajib secara sementara” yang akan mengharuskan pihak Kanada membatalkan “penetapan tidak layak masuk yang telah dikeluarkan secara sah dan memfasilitasi masuknya untuk acara tertentu.”
Pemerintah Amerika Serikat telah memberikan visa kepada Partey, namun pejabat imigrasi Kanada menyatakan bahwa berdasarkan hukum Kanada, warga negara asing dapat dinyatakan tidak layak masuk meskipun belum ada vonis dari luar negeri.