Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kerja bertahun-tahun dalam membina dan merawat Domba Garut berbuah manis bagi peternak asal Ciwidey yang sukses mendominasi berbagai kategori pada ajang Piala Menteri Pertanian RI 2026 dan mengantarkan Kabupaten Bandung menjadi juara umum.
Prestasi tersebut diraih setelah Mustika Jaya berhasil mengoleksi sejumlah gelar di berbagai kategori. Pada Kelas A, Mustika Jaya meraih Juara I. Di Kelas B, mereka memperoleh gelar The Best Kelas B, Juara IV, dan FT 2. Sementara pada Kelas C, Mustika Jaya kembali mencatat hasil terbaik dengan meraih The Best Kelas C dan Juara II.
Capaian itu dinilai menjadi indikator bahwa kualitas ternak Domba Garut dari Kabupaten Bandung masih mampu bersaing di tingkat nasional.
Ketua Padepokan Mustika Jaya Ciwidey, Deden Mulyana, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras para peternak dalam menjaga mutu dan karakteristik Domba Garut yang menjadi kebanggaan Jawa Barat.
"Alhamdulillah, prestasi ini sangat membanggakan bagi para peternak Kabupaten Bandung. Dalam ajang Kontes Ternak dan Seni Ketangkasan Domba Garut Piala Menteri Pertanian RI 2026 ini, Kabupaten Bandung berhasil meraih predikat Juara Umum. Berbagai gelar juara berhasil dibawa pulang, mulai dari kategori ternak hingga seni ketangkasan," ujarnya, Senin (22/6/2026).
Menurut Deden, penghargaan tersebut tidak hanya menjadi capaian bagi Padepokan Mustika Jaya, melainkan juga bagi komunitas peternak Domba Garut di Kabupaten Bandung yang selama ini konsisten melakukan pembinaan dan perawatan ternak.
Ia menilai prestasi di tingkat nasional memiliki arti penting karena menunjukkan bahwa Domba Garut tetap memiliki daya saing sekaligus menjadi bagian dari upaya pelestarian ternak lokal unggulan Jawa Barat.
"Semoga prestasi ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas peternakan dan memperkuat posisi Kabupaten Bandung sebagai salah satu sentra pengembangan Domba Garut terbaik di Indonesia," katanya.
Deden menambahkan, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa investasi pada kualitas bibit, perawatan, dan pembinaan peternak dapat menghasilkan prestasi yang berdampak luas bagi daerah.
"Karena itu konsistensi dalam pembinaan, perawatan, dan pengembangan kualitas ternak harus terus dijaga agar prestasi dapat dipertahankan dan ditingkatkan," ujarnya. (*)