Renungan Harian Katolik Selasa 23 Juni 2026, "Sesama Adalah Belahan Diri Kita yang Lain"
Edi Hayong June 23, 2026 08:19 AM

Oleh : Pater Fransiskus Funan Banusu SVD

POS-KUPANG.COM- Renungan Harian Katolik dari Pater Fransiskus Funan Banusu SVD berjudul "Sesama Adalah Belahan Diri Kita yang Lain".

Renungan Harian Katolik dari Pater Fransiskus Funan Banusu SVD merujuk pada Bacaan I : (2Raj. 19:9b-11.14-21.31-35a.36; Mzm. 48:2-3a.3b-4.10-11; Mat. 7:6.12-14)

"Segala sesuatu yang kamu kehendaki diperbuat orang kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka." (Mat. 7:12).

Semua orang mengharapkan rahmat dan berkat dari Tuhan atas hidupnya. Namun rahmat Tuhan dan berkat-Nya hanya turun atas orang yang pantas menerimanya.

Kelayakkan yang dimaksudkan oleh Yesus dalam jalan benar menuju kehidupan ialah memperlakukan sesama dengan penuh kebijaksanaan.

Seperti mengharapkan kebaikan dari orang lain, sementara kepada yang lain kita merencanakan dan melakukan yang jahat maka kejahatanlah yang akan kita terima sebagai balasannya. Dalam hukum emas, Yesus mengajarkan kepada kita secara terang benderang.

Menghendaki kebaikan maka berjuanglah melakukan kebaikan. Fokus dan komit pada hal yang baik dan benar bukanlah perkara yang mudah.

Dalam perjuangan memajukan kebenaran yang menunjang kualitas iman dan cinta kasih, pasti kita menenui banyak tantangan karena beberapa orang akan memusuhi kita.

Inilah jalan hidup, jalan sempit dan jalan salib yang dihindari banyak orang. Dan memang hanya sedikit orang yang menenukannya. Jalan munafik, menghalalkan semua cara untuk menyenangkan diri semdiri terbuka lebar, luas, mulus dan tidak sedikit orang memilihnya dan terjerumus dalam kebinasaan. 

Iman yang benar dan cinta kasih yang murni selalu menuntun kita di jalan yang sempit, jalan perjuangan. Allah selalu hadir dalam setiap perjuangan untuk menggapai hal-hal yang bermutu dalam hidup baik untuk sesama dan diri sendiri. 

Raja Asyur meragukan kuasa janji Tuhan karena  sombong dengan kekuatan pasukkan yang dimilikinya. Akibatnya  malaikat Tuhan keluar pada malam itu dan membunuh 185.000 orang di dalam perkemahan Asyur.

Pasukan Asyur hancur oleh kuasa absolut Tuhan. Kerendahan hati untuk berserah total kepada Allah seperti yang dilakukan oleh Hizkia dan Yesus, menjadi tuntutan bagi kita di masa kini yang selalu memamerkan materi ketimbang membiarkan Roh Kudus yang mengendalikan kita. 

Pemazmur menanggapi dalam madahnya, "Dalam bait-Mu, ya Allah, kami renungkan kasih setia-Mu. Nama-Mu, ya Allah, sampai ke ujung bumi; demikian pulalah kemasyhuran-Mu; tangan kanan-Mu penuh dengan keadilan." (Mzm. 48:10-11).

Pertolongan dari Tuhan selalu kita damba melalui niat baik menolong sesama yang sangat membutuhkannya. Belas kasih Tuhan bagi insan beriman selalu menjadi fokus perhatian yang tak terhindarkan.

Setiap perbuatan baik kepada sesama hendaknya disetel oleh iman yang benar dan kasih tulus kepada sesama. 

Selamat beraktivitas hari ini. Tuhan berkatimu semua. (RP. FF. Arso Kota, Selasa/Pekan Biasa XII/A/II, 230626).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.