TRIBUNNEWS.COM - Lionel Messi resmi menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia usai mencetak dua gol dalam kemenangan Argentina 2-0 atas Austria pada laga kedua Grup J Piala Dunia 2026, Selasa (23/6/2026) dini hari WIB.
Rekor tersebut disambut positif oleh pemegang rekor sebelumnya, Miroslav Klose yang mengaku tak keberatan jika catatannya dipecahkan sang megabintang Argentina.
Messi kini mengoleksi 18 gol di putaran final Piala Dunia, melampaui rekor Klose yang bertahan sejak 2014 dengan 16 gol.
Pencapaian Messi ini lebih dari sekadar soal angka, melainkan bukti nyata pengaruh besar La Pulga terhadap performa Argentina di Piala Dunia 2026 yang turut difavoritkan menjadi juara.
"Argentina menjadi salah satu favorit juara karena proses transisi skuad yang berjalan mulus serta adanya faktor X dari Lionel Messi," kata Gigih, seorang football enthusiast dalam Podcast Super Taktik di Kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.
Menurut Gigih, kehadiran Messi memberikan dampak besar terhadap mental para pemain Argentina.
"Messi secara mental membantu banget. Adanya dia ngeboost kepercayaan diri tim banget. Adanya pengaruh Messi di lapangan itu pengaruh signifikan bagi Argentina secara mental," tambahnya.
Penilaian tersebut seolah mendapat pembenaran dari Miroslav Klose.
Bahkan, legenda Jerman itu mengaku sudah memperkirakan rekornya akan dipecahkan pada edisi kali ini dan merasa senang apabila Messi yang melakukannya.
"Saya memperkirakan rekor saya akan dipecahkan di turnamen ini," ujar Klose, dikutip dari Sportsbible.
"Dengan jumlah peserta yang lebih banyak, ada lebih banyak pertandingan sehingga peluang mencetak gol juga semakin besar. Saya juga memperkirakan Argentina dan Prancis akan melaju jauh di turnamen ini."
Baca juga: Kata-kata Messi setelah Pecahkan Rekor Top Skor Piala Dunia, La Pulga Kesampingkan Ego
Klose bahkan mengaku merupakan pengagum berat Messi dan menyebut kapten Argentina tersebut sebagai pemain yang layak memegang rekor itu.
"Tidak masalah. Cepat atau lambat rekor itu memang akan dipecahkan. Jika Messi yang melakukannya, saya sangat senang."
"Saya memang selalu menjadi penggemar berat Messi. Dia adalah seorang jenius," lanjut mantan striker Timnas Jerman tersebut.
Selain memuji Messi, Klose juga mengungkapkan rasa hormatnya kepada pelatih Argentina, Lionel Scaloni, yang pernah menjadi rekan setimnya saat membela Lazio.
"Saya juga sangat menghormati Lionel Scaloni. Kami pernah bermain bersama di Lazio dan hingga kini masih menjalin hubungan yang baik," katanya.
Rekor baru Messi lahir saat Argentina mengalahkan Austria 2-0.
Pemain berjuluk La Pulga itu sebenarnya hanya membutuhkan satu gol untuk melewati catatan Klose setelah sebelumnya menyamai rekor tersebut lewat hattrick ke gawang Aljazair pada laga pembuka.
Gol pemecah rekor tercipta pada babak pertama setelah memanfaatkan umpan tarik dan melepaskan tembakan kaki kiri ke sudut gawang yang tak mampu dijangkau kiper Austria, Alexander Schlager (38').
Menariknya, Messi sempat memiliki kesempatan memecahkan rekor lebih cepat setelah mendapat hadiah penalti. Namun, eksekusi pemain berusia 38 tahun itu melenceng tipis di sisi kanan gawang.
Kegagalan tersebut hanya menunda lahirnya sejarah.
Pada penghujung pertandingan, Messi kembali mencetak gol untuk memastikan kemenangan Argentina 2-0 sekaligus mengukuhkan dirinya sebagai top skor sepanjang sejarah Piala Dunia dengan koleksi 18 gol.
Gol kedua tersebut tercipta melalui aksi khas Messi yang meliuk-liuk di depan gawang sebelum melesatkan tendangan (90+5').
Sebelumnya, rekor tersebut dipegang Klose sejak Piala Dunia 2014 setelah ia melampaui torehan legenda Brasil, Ronaldo Nazario, yang mengoleksi 15 gol.
Menurut Klose, format baru Piala Dunia yang kini diikuti 48 negara memang membuka peluang lebih besar bagi pemain untuk mencetak gol karena jumlah pertandingan yang bertambah.
Meski demikian, pencapaian Messi tetap menjadi bukti konsistensi luar biasa sang kapten Argentina yang di usia 38 tahun masih mampu menjadi pembeda di panggung tertinggi sepak bola dunia.
(Tribunnews.com/Ali)