Bursa Efek Indonesia Tambah 6 Galeri Investasi di Bangka Belitung, Ini Sebaran Lokasinya
suhendri June 23, 2026 09:50 AM

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Minat masyarakat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terhadap investasi di pasar modal terus menunjukkan tren pertumbuhan yang signifikan.

Data PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan, hingga akhir Mei 2026, jumlah single investor identification (SID) pasar modal di Bangka Belitung telah mencapai 131.293 SID dengan 48.668 SID saham.

Angka itu menggambarkan pertumbuhan basis investor yang makin luas, sekaligus menandakan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap instrumen investasi formal.

"Di tengah dinamika ekonomi nasional dan tren investasi digital, pertumbuhan investor di Bangka Belitung menjadi indikator bahwa masyarakat daerah mulai memandang pasar modal sebagai instrumen penting dalam perencanaan keuangan dan pengelolaan aset," kata Kepala Kantor Perwakilan BEI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Fahmi Al Kahfi kepada Bangka Pos, Sabtu (20/6/2026).

Melihat pertumbuhan tersebut, PT BEI memperkuat pengembangan ekosistem investasi di daerah dengan meresmikan enam galeri investasi (GI) baru di wilayah kerja Kantor Perwakilan BEI Bangka Belitung.

Fahmi menyebut, peresmian enam GI baru tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang BEI untuk memperluas akses literasi keuangan dan mempercepat inklusi pasar modal di Bangka Belitung.

Menurut dia, galeri investasi bukan sekadar fasilitas edukasi, tetapi juga menjadi jembatan antara masyarakat dan pasar modal.

Kehadirannya diharapkan mampu melahirkan investor-investor baru yang memiliki pemahaman investasi yang sehat dan berorientasi jangka panjang.

Adapun enam galeri investasi tersebut tersebar di institusi pendidikan, yakni GI Digital BEI Universitas Anak Bangsa, GI Edukasi BEI SMKN 1 Pangkalanbaru, GI Edukasi BEI SMAN 1 Pangkalpinang, GI Edukasi BEI SMAN 3 Pangkalpinang, GI Edukasi BEI SMKN 2 Pangkalpinang, serta GI Edukasi BEI SMAN 1 Namang.

Dengan penambahan ini, total Galeri Investasi BEI di Bangka Belitung kini mencapai 25 unit yang tersebar di lingkungan pemerintah daerah, perguruan tinggi, SMA, hingga SMK.

Ekspansi jaringan tersebut menunjukkan strategi BEI yang makin agresif dalam membangun budaya investasi sejak usia muda.

Edukasi di level sekolah dinilai krusial untuk membentuk generasi investor yang melek finansial sejak dini.

"Dalam beberapa tahun terakhir, BEI Bangka Belitung juga aktif menjalankan berbagai program edukasi berskala besar. Salah satunya adalah program literasi pasar modal bagi 5.000 aparatur sipil negara, tenaga honorer, dan PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah," tutur Fahmi.

Selain itu, BEI juga menggandeng Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung dalam program literasi serentak bagi 1.000 mahasiswa melalui Capital Market Summit & Expo (CMSE), serta mendorong penciptaan 1.000 investor syariah bersama IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung lewat program Gerak Syariah selama Ramadan.

Edukasi pasar modal tidak hanya menyasar kalangan akademik dan birokrasi. BEI juga mulai menjangkau komunitas akar rumput, termasuk kelompok nelayan perempuan di Desa Batu Beriga, Kabupaten Bangka Tengah.

Menurut Fahmi, keberhasilan pengembangan pasar modal di Bangka Belitung tidak lepas dari kolaborasi multipihak antara regulator, pemerintah daerah, institusi pendidikan, industri sekuritas, hingga media massa.

"Dengan pertumbuhan investor yang terus menanjak dan penetrasi edukasi yang makin luas, semoga Bangka Belitung berpotensi menjadi salah satu kantong pertumbuhan investor ritel baru di Indonesia," ujarnya. (t2)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.