Kabar Baik Inggris Jelang Hadapi Ghana, Tim Thomas Tuchel Komplet, Saka dan Watkins Siap Dimainkan
Dwi Setiawan June 23, 2026 11:57 AM

 

TRIBUNNEWS.COM - Timnas Inggris dapat menyusul para tim elit Piala Dunia 2026 untuk melaju ke babak 32 besar jika berhasil memenangkan matchday kedua. Jerman, Argentina, Prancis, dan dua tim dari tuan rumah Amerika Serikat serta Meksiko telah lebih dulu mendapatkan tempat itu.

Pertandingan kedua timnas Inggris akan menghadapi Ghana di Stadion Boston pada Rabu (24/6/2026) pukul 03.00 WIB. Pada waktu yang berbeda, Kroasia akan mencari peruntungan saat melawan Panama guna menjaga peluang lolos babak 32 besar dari Grup L.

Jika Inggris menang, kemenangan Kroasia atas Panama akan memastikan The Three Lions menduduki puncak klasemen Grup L.

Namun sebaliknya, bila Ghana mengalahkan Inggris dan kemenangan Panama atas Kroasia akan membuat Ghana yang akan berada di singgasana.

Hal itu karena Ghana dan Inggris sama-sama meraih kemenangan pada matchday pertama.

Pertemuan nanti akan menjadi yang pertama kalinya bagi Ghana dan Inggris di Piala Dunia. Keduanya pernah melakoni laga persahabatan di Wembley pada Maret 2011 dengan hasil imbang 1-1.

Inggris tidak terkalahkan melawan tim-tim Afrika di Piala Dunia, dengan lima kemenangan dan tiga hasil imbang.

Ghana menjadi tim kedelapan Afrika yang dihadapi Inggris di Piala Dunia setelah Maroko, Mesir, Kamerun, Tunisia, Nigeria, Aljazair, dan Senegal.

Menurut prediksi Opta, peluang Inggris memenangkan pertandingan sebesar 78,8 persen dibandingkan 7,9 persen milik Ghana.

Hal itu berdasarkan performa kedua tim di laga pertama. Ghana hanya menghasilkan tiga peluang tepat sasaran selama 2x45 menit pertandingan melawan Panama, dan itu terjadi di penghujung waktu babak kedua.

Momen yang akhirnya dapat mengubah hasil karena Ghana berhasil mencetak gol lewat aksi Caleb Yirenkyi.

Sedangkan timnas Inggris besutan Thomas Tuchel dominan menguasai pertandingan atas Kroasia dengan permainan yang atraktif dan menghibur.

Sebanyak 12 tembakan tepat sasaran dari 20 percobaan dilepaskan oleh Harry Kane dan kolega. Statistik menunjang yang membuat Inggris berada di atas kertas atas Ghana.

Kondisi Pemain Inggris

Jelang pertandingan tersebut, pelatih Thomas Tuchel mendapat kabar baik dari skuadnya.

Seluruh pemain yang dia bawa untuk putaran final Piala Dunia 2026 sudah bisa menjalani sesi latihan bersama-sama. Pada kesempatan sebelumnya, ada Bukayo Saka, Rashford, Ollie Watkins, hingga Rice yang mengalami cedera dengan masing-masing tingkatan.

Saka mengalami masalah pada tendon Achilles, dan hanya turun sebagai pemain pengganti saat Inggris mengalahkan Kroasia 4-2. Ia menciptakan satu assist untuk gol Rashford.

Di laga itu, Rashford mengalami cedera hamstring ringan. Begitu juga dengan Rice ketika ditarik keluar Tuchel sebagai langkah pencegahan karena nyeri punggung yang dia alami.

"Bukayo semakin membaik," beber Tuchel dikutip dari SkySports.

"Dia tidak lagi merasakan sakit. Dia mampu mengikuti kedua sesi latihan kami selama dua hari terakhir dengan performa terbaik."

"Jadi dia sudah siap bermain, tanpa memberi tahu apakah dia akan menjadi starter atau masuk dari bangku cadangan," tambahnya.

Laporan jurnalis Sky Sports, Rob Dorsett dari Amerika Serikat menyebutkan bahwa skuad The Three Lions saat ini sudah lengkap dan akan membuat persaingan di starting XI.

"Firasat saya dia tidak akan menjadi starter melawan Ghana. Thomas Tuchel mengisyaratkan bahwa dia akan tersedia untuk menjadi starter melawan Panama," kata Rob soal Saka dan Watkins.

"Kabar baik juga tentang Rashford yang sudah ikut latihan dengan sangat baik. Dia akan memberikan persaingan ketat kepada Anthony Gordon."

"Declan Rice, wakil kapten Inggris juga berada di lapangan. Kabar baik untuk Inggris," jelasnya.

Tantangan Tuchel

Football Enthusiast, Gigih W berpendapat timnas Inggris bisa mengikuti jejak timnas Argentina untuk juara dunia setelah terakhir kali merasakannya di tahun 1966 dengan menjadi satu kesatuan tim yang berjalan bergandengan dan bersamaan.

Baik itu faktor di luar lapangan, ruang ganti, maupun di dalam pertandingan.

Kuncinya bagi Gigih, asalkan Thomas Tuchel dapat menjaga kondusifitas dan kenyamanan antarpemain.

"Kuncinya kalau memang mau melaju jauh buat Inggris itu gimana caranya menjaga ruang ganti tetap kondusif. Itu aja, tetap kondusif dan pemain-pemain ini nyaman," kata Gigih.

Di masa sebelum Tuchel, Inggris cukup bertaji ketika berlaga di Piala Dunia maupun Piala Eropa.

Mereka mecapai babak final di dua ajang tersebut, namun sayangnya, faktor keberuntungan belum berpihak kepada mereka untuk mengangkat trofi.

Faktor tersebut juga dapat menjadi indikator dalam perjalanan Inggris di Piala Dunia kali ini.

Jika berhasil melaju ke babak 32 besar, tergantung lawan yang akan mereka hadapi dalam bracket fase gugur nantinya.

Spanyol, Portugal, Jerman, Prancis adalah contoh yang kuat secara karakter yang dapat menjegal langkah mereka melaju lebih jauh.

"Kalau ke final Piala Dunia cukup berat. Tapi secara lagi ya tergantung bracketnya Inggris akan bertemu siapa (di fase gugur). Itu bisa menjadi kunci penting," jelasnya.

(Tribunnews.com/Sina)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.